Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 143 - Pria Sejati


__ADS_3

Setelah beberapa waktu menangis Yao Wu akhirnya merasa sangat lega, "Kau benar-benar sangat jahat hingga membuatku seperti ini !"


"Ya... aku menerima semua kutukan dan kebencian yang kau berikan. Bahkan jika kau ingin menusukku dengan Pedang maka aku akan dengan senang hati menerimanya." Han Sen tidak berniat untuk berdebat dan mengakui semuanya sebagai seorang Pria sejati,


"Bagaimana mungkin aku bisa mengutuk atau membencimu. Apa yang kau lakukan pasti berat hingga membutuhkan waktu selama ini untuk kembali... Dewa Pedang sangat kuat dan kau pasti mendapatkan luka yang serius." Kata Yao Wu sambil memeriksa tubuh Han Sen.


"Kau tidak perlu tahu kesulitan apa yang sudah aku hadapi. Apa yang perlu kau ketahui sekarang adalah aku sudah kembali, diriku yang sekarang tidak akan kalah dari Dewa Pedang Tian Yan dan mulai sekarang aku akan selalu menemanimu." Kata Han Sen dengan jujur.


"Ya... kau juga harus menghampiri mereka bertiga terutama Liu Shuang, kau membuatnya pingsan saat itu dan dia selalu mencemaskanmu. Saat ini dia berlatih di Keluarga Liu !" Kata Yao Wu dengan jujur.


Han Sen harus mengakui bahwa dia memang melakukan hal itu. Jika dia tidak melakukannya maka Liu Shuang pasti akan memilih untuk tetap tinggal, terlebih Chai Ying yang memiliki sifat yang keras kepala jika menyangkut dirinya.


Singkatnya mereka berdua tidak akan membuat Han Sen mengambil resiko sendiri. Oleh karena itu Han Sen meminta Niu Fan untuk tetap tutup mulut dan mengirim mereka kembali terlebih dahulu.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita pergi ke Kediaman Keluarga Liu sekarang ?" Yao Wu terlihat cukup bersemangat dan tidak sabar.


Han Sen menariknya dan menggendongnya pergi kekamar, "Sangat jarang kita memiliki waktu berdua... kalian akan memiliki giliran kalian nanti masing-masing !"


"Hm... apakah hanya ini yang selalu ada dikepalamu saat bersama dengan kami ?" Yao Wu terlihat sangat pasrah namun dia tidak menolak keinginan Han Sen untuk menghabiskan waktu berdua dengannya.


"Aku itu Pria yang bodoh jika berurusan dengan kalian. Bagiku hanya ini yang bisa lakukan untuk menunjukan seberapa besar aku mencintai kalian semua, kalian juga tidak pernah meminta apapun dariku dan sejujurnya aku tidak bisa memikirkan hal lain lagi selain memberikan diriku terutama untukmu yang sangat spesial untukku." Han Sen tidak akan menyangkal apapun.


Mereka berdua masuk kedalam kamar dan Han Sen meletakan Yao Wu ditempat tidur. Yao Wu tersenyum kepada Han Sen dan berkata, "Kau mengatakan sebuah permintaan maka aku tidak akan sungkan !"


"Bagaimana jika aku menginginkanmu menjadi bagian dariku. Lebih tepatnya aku menginginkan kebahagiaan menjadi Istrimu !" Yao Wu sudah memutuskannya sejak lama dan sekarang adalah waktu yang tepat.


Han Sen tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tidak."

__ADS_1


Yao Wu sangat terkejut dan berkata, "Apakah kau masih belum siap atau aku memang terlalu memalukan untukmu !"


"Jangan salah paham... menjadikanmu Istriku sekaligus teman hidupku bukanlah sebuah permintaan melainkan itu semua memang keinginan terbesarku. Seorang wanita tidak seharusnya mengatakan hal semacam itu, jika hal ini didengar orang lain maka aku akan menderita rasa malu untuk seumur hidupku."


Han Sen memegang kedua tangan Yao Wu dan berkata, "Aku berdoa kepada Surga bahkan setelah kehidupan Han Sen dan Yao Wu berakhir, aku berharap dikehidupan selanjutnya kau masih ditakdirkan menjadi milikku. Yao Wu... maukah kau menikah dengan Pria bodoh ini ?"


"Aku bersedia." Yao Wu mengangguk dan tersenyum penuh kebahagiaan.


Mungkin hari ini adalah hari paling bahagia yang pernah dia rasakan dalam hidupnya. Menikah dengan Han Sen yang merupakan satu-satunya Pria yang dia cintai adalah kebahagian terbesar dalam hidupnya.


Han Sen mencium bibir Yao Wu dan merasakan perasaan yang manis. Yao Wu mungkin tidak memiliki Keluarga lagi, namun mulai sekarang Han Sen akan tetap menjaganya sebagai Suaminya nanti.


Apa yang belum dia berikan dikehidupannya yang dulu akan dia lakukan sekarang. Setidaknya hal inilah yang paling Han Sen harapkan sejak lama, tentunya dia juga akan melakukan hal yang sama nanti kepada yang lainya.

__ADS_1


Perlahan Han Sen mendorong Yao Wu dan bercinta dengan hebat dengannya, saat ini hanya ada kebahagian yang dapat mereka rasakan dan beban yang berat sudah hilang.


__ADS_2