
Kabar mengenai Kesombongan Surgawi Han Sen yang sudah menjadi seorang Immortal sekaligus Penguasa Alam Mistik menyebar dengan sangat cepat. Banyak orang yang tidak setuju dengan Han Sen yang menjadi Penguasa, mengingat banyak Ras berbeda yang ada di Alam Mistik.
Han Sen sendiri tidak peduli dengan pendapat siapapun, dia hanya menganggap mereka seperti sebuah omong kosong. Sejak awal dia hanya menganggap kekuatan yang utama, jika mereka menentang dirinya menjadi seorang penguasa maka mereka harus membuktikan diri untuk merebut Tahta miliknya sebagai pemegang peringkat pertama daftar surgawi.
Namun sayangnya kekuatan besar lainya memilih patuh, sosok Han Sen yang sekarang keberadaan dirinya sudah menyamai seorang Dewa. Jika dia ingin membunuh maka tidak perlu banyak usaha untuk menciptakan bencana yang dapat membunuh semua Makhluk di Alam Mistik.
Jadi setuju atau tidak dibawah kekuatan absolut dari Kesombongan Surgawi tidak ada dari mereka yang punya keberanian untuk memicu amarahnya. Lagi pula Han Sen tidak pernah menuntut apapun atau menekan salah satu dari mereka, selama mereka memiliki mata untuk tidak mengganggu Keluarganya maka semuanya pasti akan baik-baik saja.
Selama tiga bulan Han Sen menemani Keluarganya dengan santai, keseharian mereka mungkin terlihat membosankan tapi bagi Han Sen sulit menemukan kedamaian seperti ini.
Tubuh Han Sen perlahan melayang dengan sendirinya dan Petir yang ganas menyambar kearahnya. Han Sen mengangkat tangannya dan kekuatan dunia menghadang Petir Surgawi sesuai dengan kehendaknya.
Yao Wu sudah lama memperhatikan ini dan bertanya, "Apakah kau sudah berada dibatasanmu ?"
__ADS_1
"Sangat menyedihkan... sepertinya dalam beberapa hari lagi aku bisa menahannya." Jawab Han Sen dengan jujur.
"Kalau begitu jangan tunda lagi... serahkan saja Anak-Anak kepada kami berlima." Qing Lian tidak bisa melihat Han Sen kesulitan dan lebih baik menyuruhnya pergi sekarang.
Han Sen memberikan mereka masing-masing Cincin Ruang yang berisi semua Sumber Daya yang dia miliki. Bahkan Han Sen tidak membawa satupun Kristal Divine dan hanya membawa Tanaman Obat serta Bahan Pemurnian Artifak.
Han Sen pergi kearah Han Qing dan Han Jing, perlahan dia mengusap kepala mereka dan berkata, "Ayah harus pergi untuk waktu yang lama... tolong maafkan Ayah kalian ini, bisakah Ayah meminta kalian menjaga Adik dan Ibu kalian nanti ?"
"Tenang saja Ayah... percayakan semuanya kepada kami." Mereka berdua terlihat bangga dan reaksi mereka tidak sesuai dengan apa yang Han Sen pikirkan, dia memberikan pelukan kepada mereka berdua.
"Tolong titipkan salam kepada Long Zhu dan Zhong Qing, setelah aku cukup kuat dan mendapatkan pijakan disana maka aku akan kembali menjemput kalian semua. Yakinlah ini tidak akan memakan waktu yang lama !" Han Sen berkata dengan tegas.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu... utamakan keselamatan dan jangan menebar banyak permusuhan." Mereka berlima tidak mengharapkan apapun selain Han Sen kembali dengan selamat.
__ADS_1
Han Sen mengangguk dan sekali lagi dia memeluk mereka, "Sampai kita bertemu lagi jangan pernah malas dalam latihan, aku berharap lebih dari kalian semua."
"Tentu saja." Mereka berlima merasa sangat sedih namun saat ini mereka hanya bisa tersenyum mengantar kepergian Han Sen.
Waktu masih panjang dan Han Sen adalah orang yang selalu menepati janjinya, dia pasti akan kembali dengan cepat dan ketika waktu itu tiba mereka harus siap membentuk Inti Immortal.
Han Sen perlahan melayang diudara dan sosoknya menghilang, dia diseret paksa oleh kekuatan yang tidak dia kenal sama sekali seolah terdapat koridor ruang dengan energi yang menuntunnya perlahan.
Dari luar Penghalang Han Sen dapat melihat luasnya Alam Mistik, dia juga terkejut bahwa disampingnya juga ada Dunia lain dimana jumlahnya juga tidak sedikit. Sekarang rasa keingintahuan yang dia miliki sudah terjawab, faktanya ada beberapa tempat yang sama seperti Alam Mistik dan mungkin ada banyak orang hebat disana.
Setelah beberapa hari Han Sen melihat sebuah pusaran berwarna emas. Tubuhnya diseret masuk kedalam dan seketika kekuatan yang tidak dapat dia pahami masuk kedalam tubuhnya, koneksinya dengan Semesta kecil didalam tubuhnya terputus dan kesadarannya mulai memudar.
Han Sen jatuh disebuah ruangan yang aneh dengan keadaannya yang masih terjaga, dia menggigit ujung lidahnya dan tidak sedikit orang sepertinya yang tergeletak dilantai.
__ADS_1
"Ho... sepertinya hanya 30 Kultivator Tingkat Immortal Bumi." Seorang Pria berjubah emas berjongkok didepan Han Sen, "Anak ini masih sangat muda dan dia masih bertahan setelah memasuki gerbang Alam Immortal, lebih baik kau tidur dari pada harus menahan rasa sakit."