Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 266 - Pertarungan Tahta Penguasa


__ADS_3

Setelah empat hari terbang Han Sen akhirnya mencapai Wilayah Terpencil, dia dapat pancaran Aura yang sangat menakutkan. Jika dibandingkan dengan apa yang dia lawan sebelumnya hal ini seratus kali lebih kuat.


Han Sen perlahan turun dan membentuk sebuah pilar, Shao Yan juga melakukan hal yang sama dan di Danau emas ini mereka saling berhadapan satu sama lain sekarang.


"Kau Kesombongan Surgawi... umurmu tidak seperti apa yang aku bayangkan. Apakah kau merebut tubuh orang lain ?" Tanya Shao Yan dengan dingin.


"Tidak mungkin aku melakukan hal yang tercela seperti itu." Jawab Han Sen dengan santai.


"Jadi ini reinkarnasi... tidak heran jiwamu begitu kuat." Shao Yan mengusap hidungnya.


"Sekarang katakan padaku... sebenarnya apa yang menjadi tujuanmu sebenarnya. Menjadi penguasa bukanlah sebuah jaminan, aku yakin banyak hal yang sudah kau ketahui sejak jaman kuno ?" Tanya Han Sen dengan ekspresi yang dingin.


Shao Yan tersenyum dan berkata, "Yah... tidak ada alasan mengapa aku harus menyembunyikannya dari orang yang sebentar lagi akan mati. Aku akan pergi ke Alam Immortal dengan Sumber Prinsip Alam Mistik, bahkan sekalipun tidak dapat melakukannya aku bisa mengendalikan seluruh Alam Mistik dan menjadi penguasa satu-satunya."


"Jadi itu spekulasi acak yang belum terbukti kebenarannya. Tapi jangan-jangan kau yang menyembunyikan Sumber Prinsip itu sampai sekarang ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Artifak Ruang Cermin Samsara yang berada di Wilayah Manusia. Aku menyegelnya ditempat itu sebelum menyembunyikan diri dari dunia luar." Jawab Shao Yan dengan jujur.

__ADS_1


"Jadi seperti itu... bagaimana jika kita mulai sekarang. Aku khawatir mereka sudah meratakan tempatmu sekarang !" Aura membunuh Han Sen meledak dan dia tidak sabar untuk bertarung.


"Itu tidak mungkin... mereka dapat bertahan dengan Array Formasi Ruang. Selain kau tidak ada yang dapat menembusnya." Kata Shao Yan dengan penuh niat bertarung.


Han Sen terbang kearahnya dan mengambil bentuk Naganya. Petir Emas yang menyelimuti cakar naga terlihat sangat mengerikan, Shao Yan juga melakukan hal yang sama dan tinjunya menciptakan gelombang Qi yang ganas.


*Boom.*


Serangan mereka saling beradu satu sama lain dan menciptakan gema yang luar biasa. Ruang disekitar mereka terbuka dan mereka berdua dipaksa mundur bersama-sama.


Han Sen terkejut dengan kekuatan Spiritual Shao Yan yang dapat melemahkan tekniknya, sebaliknya Shao Yan juga merasakan hal yang sama dari Han Sen. Dirinya sudah menyempurnakan lima emosi dan Han Sen dapat menahannya dengan kekuatan fisiknya yang hebat.


Han Sen tidak berani mengabaikannya dan mengeluarkan Pedang Kekacauan. Han Sen menggunakan gerakan menusuk dan Qi Pedang Hitam yang ganas berbenturan langsung dengan Pedang lima emosi.


Shao Yan bergerak sangat cepat kearah Han Sen dalam sekejap mata dia sudah berada didepannya. Tangannya diselimuti oleh Qi dan dia berniat mengambil kepala Han Sen.


Han Sen berubah menjadi bayangan hitam dan melakukan serangan balik. Han Sen memukul kepala Shao Yan dengan kepalan tangannya hingga membentur ketanah.

__ADS_1


Kepala Shao Yan yang hancur perlahan kembali utuh seperti semula. Han Sen mengayunkan Pedangnya dan dengan panik Shao Yan menghindar, Pedang itu sedikit menggores leher Shao Yan dan ledakan Auranya membuat Han Sen mundur.


*Bang... Bang... Bang...*


Pukulan demi pukulan terus menerus beradu dan Han Sen lebih unggul dalam segala hal. Namun Shao Yan tidak merasa cemas sedikitpun dan dia harus mengakui kalau Han Sen memang lawan yang sangat hebat.


*Groar.*


Energi Alam ditarik masuk kedalam tubuh Han Sen dan dia meraung dengan gila. Tinjunya yang keras menyemburkan Api Hitam yang berubah menjadi Naga Api yang besar.


Aura Shao Yan meledak dan dia meremas Naga Api itu dengan kedua tangannya. Qi yang ganas perlahan melahap Naga Api itu dan luka bakar terlihat jelas ditangannya.


"Apakah kau sudah selesai... aku tahu kalau kemampuanmu tidak menyedihkan seperti ini, jika kau bermaksud mengukur batasanku maka kau salah besar. Disini akulah yang sedang mengukur batas kemampuanmu !" Kata Han Sen dengan dingin.


"Qi milikmu memiliki dua bentuk energi yang berbeda. Jika aku tidak salah tebak maka energi kehidupan dan kekacauan, kau memang layak untuk disebut sebagai penghalang terbesarku." Kata Shao Yan dengan dingin.


Untuk sepenuhnya mengendalikan Prinsip Alam Mistik maka Shao Yan harus menempati daftar surgawi peringkat pertama. Dengan kata lain dia harus menggeser Han Sen dari posisinya, sejak awal pertarungan mereka belum serius sama sekali dan mengukur kemampuan lawan itu adalah hal yang penting.

__ADS_1


Namun Shao Yan sangat yakin bahwa hal itu sama sekali tidak diperlukan. Han Sen adalah lawan yang kuat dimana dia harus mengeluarkan semua kemampuannya untuk membunuhnya.


__ADS_2