
Setelah menunggu beberapa hari ledakan Aura yang kuat sangat terasa, Han Sen merasakan kekuatan ruang yang sangat luar biasa kuat dan semua Kultivator bergegas maju.
Celah ruang yang membentuk koridor perlahan mulai terbentuk dan semua orang bergegas masuk kedalam. Han Sen juga tidak mau kalah dan dia segera masuk kedalam, dia berhenti sejenak dan tidak terlalu terburu-buru.
Struktur koridor ruang ini terlihat sangat kacau dan dia yakin kalau semua orang akan dikirim ketempat yang berbeda. Han Sen memperhatikan aliran kekuatan ruang dan mencari jalan tercepat untuk mengambil Sumber Wilayah Misterius.
"Ini dia !" Han Sen melesat masuk kedalam salah satu retakan ruang dan berdiri disebuah gurun pasir yang panas.
Disebelahnya dia dapat merasakan Aura membunuh yang sangat luar biasa, gelombang Qi yang sangat kuat menyapu tubuhnya hingga menyeretnya beberapa ratus meter kebelakang.
"Cough !" Darah menyembur dari mulut Han Sen dan dia merasakan serangan itu memberikan luka kepadanya.
Seorang Pria dengan terkejut melihat Han Sen yang mampu menahan serangan acaknya, Kultivasinya berada di Tingkat Immortal Emperor Tahap Awal dan tidak seharusnya Tingkat Immortal Emas dapat menahannya.
"Anak muda yang menjanjikan... sayangnya kau seharusnya mati saja tadi, jangan salahkan orang tua ini karena bertindak dengan kejam. Salahkan saja karena dirimu lemah dan berani bersaing disini !" Pria itu mengumpulkan sedikit Qi miliknya kedalam tinjunya.
__ADS_1
Han Sen merasakan tekanan Aura yang sangat luar biasa dan buru-buru berdiri, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Pria Tua ini namun dia dapat yakin kalau sekarang posisinya sedang terancam.
"Fusion Divine Dao... Sutra Ungu Kelabu." Pria Tua itu menjentikkan jarinya dan kekuatan yang dahsyat meledak kearah Han Sen.
Kabut ungu sudah seperti ombak besar yang menyeretnya. Han Sen mengaktifkan semua pertahanannya, namun kekuatan Divine Dao yang hebat ini benar-benar mampu menembusnya.
Han Sen menyerap Qi Alam dalam jumlah yang besar dan Auranya meledak dengan gila, Jiwa Pedang miliknya berayun dan kekuatan yang luar biasa dari Niat Pedang Han Sen menghempaskan kabut ungu itu.
Pria Tua itu sangat terkejut dan tersenyum cerah melihat Jiwa Pedang Han Sen, namun sebelum dia mengambil tindakan untuk mengambilnya Han Sen mencoba yang terbaik untuk melarikan diri.
Pria Tua itu merasakan jejak Han Sen menghilang dan dia tidak menyangka kalau ada seseorang yang dapat memanipulasi Divine Dao Ruang. Namun dia tidak terlalu memikirkannya dan dia tahu kalau percuma saja mengejar Han Sen tanpa membawa Artifak Penyegelan Ruang.
Han Sen berbaring ditanah dan tubuhnya dipenuhi dengan luka, Qi yang seukuran jarum menusuk dagingnya dan Han Sen perlahan menyingkirkan Qi asing ini dengan bantuan kendali tempat ini.
"Bajingan Tua itu benar-benar tidak kenal ampun, aku bahkan tidak menyinggungnya dan baru tiba. Jika bukan karena perbedaan kekuatan terlalu jauh aku pasti akan bertarung dengannya sampai mati." Han Sen menyerap energi disekitarnya dan menutup lukanya.
__ADS_1
Setelah beberapa hari luka Han Sen sudah membaik, dia bergegas keluar dan dia menyimpan kembali Istana miliknya. Aura dingin yang ganas menyembur disekitarnya dan Han Sen merasakan sesuatu yang familiar.
Sosok wanita berambut putih yang dikenali oleh Han Sen berdiri tidak jauh darinya, "Sialan... apa yang sudah aku lakukan sampai kau mengejarku ketempat ini ?"
Wanita itu berasal dari Ras Naga Sejati yang tidak lain adalah Naga Es, "Aku secara pribadi mengundangmu ke Pulau Naga ?"
"Apa begitu cara mengundang seseorang, katakan siapa namamu dan kenapa aku harus pergi bersama denganmu kesana ?" Tanya Han Sen dengan dingin.
"Namaku Zhao Ling dan kau tidak memiliki pilihan lain selain patuh dengan perintahku. Untuk alasannya karena kau memiliki Jiwa Naga Primordial didalam dirimu yang sepenuhnya sudah terintegritas denganmu." Kata Zhao Ling dengan jujur.
Han Sen sudah menebak apa yang akan terjadi pada situasinya sekarang. Zhuo Ling memiliki kekuatan yang setara dengan Tahap Menengah Tingkat Immortal Emperor, bahkan sekalipun Han Sen dapat menekan garis darahnya dengan Jiwa Naga Surgawi tetapi dia masih bukan lawan Zhuo Ling.
"Tidak ada jaminan baik yang aku terima ditempatmu, jika kau bermaksud untuk mengekstrak jiwa Naga Surgawi maka itu sama saja dengan membunuhku. Dari pada aku harus menunggu kematian lebih baik aku menantangnya saja !" Han Sen bersiap untuk bertarung dan tidak terlihat bersahabat.
"Kau tidak perlu khawatir... aku jamin dengan hidupku kalau kami tidak akan melukaimu, surga yang menjadi saksinya dan kami Binatang Suci Naga Sejati tidak pernah mengatakan omong kosong." Kata Zhuo Ling dengan tegas.
__ADS_1