
Jiwa Naga Surgawi mulai berubah seiring berjalannya waktu terlewati. Aliran waktu ditubuh Han Sen menjadi lebih cepat, dia menggunakan sumber daya dalam jumlah yang besar yang sudah dia siapkan.
Sesekali Lu Siyu datang membawa Pil Roh yang sudah dia murnikan untuk Han Sen, sedangkan Lu Che masih didalam Istana Ruang dalam proses pemulihan.
Han Sen saat ini diseret oleh aliran waktu yang sangat kacau, dia sudah seperti berjalan didunia yang tidak memiliki ujung dengan badai waktu yang sangat kacau.
Sudah lima belas tahun berlalu sejak Han Sen mengalami malapetaka besarnya. Aura yang mengamuk disekitarnya menjadi sangat ganas dan Alam selalu menyuplai energi besar kedalam dirinya.
Waktu mungkin hanya berlalu selama lima belas tahun, namun bagi Han Sen yang mempercepat aliran waktu ditubuhnya sendiri itu sudah seperti dia berlatih tanpa henti selama ribuan tahun.
Jiwa Naga Surgawi keluar dari dalam tubuh Han Sen dan raungan yang keras menggema keseluruh pulau. Semua Ras setengah Naga yang ada di Kota semuanya dipaksa berlutut oleh keagungan kekuatan ini.
Zhao Jin dan Fu Xia segera keluar dan melihat langsung keagungan Naga Primordial. Senyum cerah terlihat diwajah mereka dan rasa penindasan yang mereka rasakan ini sama sekali tidaklah salah.
"Mari kita lakukan langkah terakhir !" Kaya Zhao Jin dengan santai.
Fu Xia mengangguk dan mereka mendesak kekuatan jiwa. Segumpal esensi darah Naga Sejati mereka muntahkan dan terbang langsung kearah Han Sen, hanya dalam sekejap Han Sen menyerap semuanya dan aliran waktu menjadi tidak stabil.
__ADS_1
Naga Surgawi menjadi lebih besar dan sisik emas ditubuhnya terlihat berkilauan. Matanya biru yang indah memancarkan kedalam kekuatan yang luar biasa dan perlahan Naga Surgawi kembali kedalam tubuh Han Sen.
Han Sen membuka matanya dan kekuatannya melonjak dengan gila. Cahaya biru menyembur keluar dan Han Sen mendapatkan pencerahan tertinggi dari Hukum Ruang dan Waktu.
Malapetaka Surgawi yang ganas terus membombardir dirinya, namun kekuatan fisik Han Sen yang sekarang berada diperingkat dimana mustahil dia terluka oleh petir kecil.
"Jangan buru-buru keluar dari dalam Kolam Darah Naga, kami sudah memberikan esensi darah kami yang berharga kepadamu untuk membangkitkan bentuk sejati dari Jiwa Naga Primordial. Sekarang kau sudah menjadi salah satu dari kami, seraplah terlebih dahulu secara perlahan !" Kata Fu Xia dengan tulus.
"Terimakasih Senior." Han Sen mengepalkan tinjunya dan berendam dengan santai.
Terlebih mengingat Anak-Anaknya yang mungkin sudah menginjak kepala dua. Dirinya tidak sabar ingin melihat perkembangan apa yang sudah terjadi, secantik dan setampan apa mereka sekarang.
Lu Siyu datang mengejutkan Han Sen dan berkata, "Apa yang membuatmu sangat senang, selamat karena telah menerobos Immortal Emperor !"
"Aku hanya senang karena beberapa tujuanku sudah tercapai." Han Sen menarik Lu Siyu untuk berendam bersama denganya.
Darah Naga yang panas membuat pakaiannya terbakar habis dan Lu Siyu merasakan sensasi nyaman didalam tubuhnya. Han Sen memeluk tubuh Lu Siyu dengan lembut dan tidak berniat untuk melepaskannya.
__ADS_1
"Terimakasih... berkat Pil Roh yang kau buat aku bisa menerobos lebih cepat." Kata Han Sen dengan sedikit memuji.
"Sudah sewajarnya... nanti kau juga harus berterimakasih kepada Zhao Ling, dia memberikan bahan obat Tingkat Immortal Emperor dan sekarang aku bisa berlatih dengan nyaman." Kata Lu Siyu dengan jujur.
Zhao Ling memberikannya banyak kesempatan dan dengan pengetahuan resep dan Array Alkimia didalam Buku yang ada diperpustakaan Istana Ruang sekarang Lu Siyu dapat membuat Pil Roh Tingkat Immortal Emperor.
Dalam waktu lima belas tahun ini dia sama sekali tidak bermalas-malasan, Lu Siyu menerobos Alam Immortal Emas dan walaupun itu terpaut jauh dari Han Sen tetapi setidaknya dia sudah berusaha semampunya.
"Ya... bagaimana dengan kondisi Adikmu ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Lu Che sudah mulai membaik dan memulai latihan tertutup." Jawab Lu Siyu dengan jujur.
"Baguslah kalau begitu." Han Sen mendekatkan wajahnya dan mengusap bibir Lu Siyu dengan lembut.
Perlahan dia mencium bibir Lu Siyu dan merasakan sensasi manis yang memabukkan, mereka menghabiskan waktu lebih lama untuk mengobrol berdua. Han Sen juga menceritakan rencana masa depannya kalau dirinya akan menjemput Keluarganya yang ada di Alam Bawah.
Tentunya Lu Siyu tidak keberatan untuk hal ini dan bersedia menunggu mereka. Untuk sekarang dia akan menemani Han Sen sampai dia selesai berendam, setidaknya ketika mereka semua datang Lu Siyu sudah menyiapkan kebutuhan mereka nantinya.
__ADS_1