
Kong Sheng melirik kearah bawah dan terlihat masih banyak orang yang mencoba untuk berlari menyelamatkan diri. Han Sen menyadari rencananya dan dia tidak bisa berhenti untuk mengutuk Kong Sheng.
"Kemari bunuhlah aku... atau pergi menyelamatkan mereka !" Kong Sheng melempar Bola Api itu kebawah dan gelombang panas yang sangat besar menyebar.
Han Sen segera turun kebawah dan menghadang laju dari Bola Api. Jiwa Naga Surgawi keluar dan berusaha menelan Bola Api itu, Kong Sheng tidak memiliki banyak pendapat dan segera lari dari tempat itu dengan sisa tenaganya.
Perlahan Api itu ditelan oleh Naga Surgawi dan gelombang panas membuat bangunan-bangunan terbakar. Akar Spiritual Han Sen menjadi lebih kuat dan dengan bantuan Jiwa Naga Surgawi membuatnya dapat menghindari kerusakan.
Semua orang merasa mendapatkan perlindungan dari Han Sen. Jika tidak ada yang dapat menahan serangan kekuatan penuh dari Kultivator Tahap Akhir Alam Divine Sea, maka Ibukota benar-benar akan rata menjadi tanah dan Han Sen sudah menyelamatkan nyawa mereka.
Setelah beberapa waktu Han Sen menghentikan semuanya dan membentuk segel ditangannya, hujan yang deras menyapu seluruh Ibukota Kerajaan dan Api yang ganas perlahan dipadamkan.
__ADS_1
Segera dia pergi ke Istana dan menemui Wu Tian sebagai tujuan akhirnya. Wu Tian sangat ketakutan sekarang dan semua penjaga yang kuat berkumpul di Aula untuk menghentikan Han Sen.
Langkah kaki Han Sen terdengar ditelinga mereka semua dan niat membunuhnya terlihat sangat mengintimidasi. Perlahan Han Sen menunjukan dirinya dan melihat semua orang didalam Aula.
"Bagus... apakah kalian masih berani mengarahkan senjata kalian kepadaku. Letakan senjata kalian dan patuhlah... aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membunuh seekor semut." Han Sen berkata dengan tegas dan setiap perkataannya memancarkan niat membunuh yang kuat.
Semua Prajurit meletakkan senjata mereka dan sama sekali tidak berdaya. Mereka hanyalah orang kecil dan memiliki kemampuan yang tidak seberapa, dihadapkan lawan seperti Han Sen hanya akan ada kematian didepan mereka.
Han Sen berjalan kearah Wu Tian dan melewati mereka semua, "Pria yang tidak tahu diri.... hanya demi tahta yang tidak lebih dari omong kosong kau sudah membunuh Keluargamu sendiri. Kau bahkan berani mengabaikan peringatanku dan berani mencelakai Yao Wu, hari ini adalah hari dimana kau akan menanggung semua akibat dari kebodohanmu !"
"Kau dan dia bagiku adalah hal yang sama. Sifat serakah akan tahta tidak lain adalah sebab dari kau yang mendorongnya bukan. Dulu Yang Mulia mungkin bisa menghentikanku karena adanya Yao Wu, tapi sekarang sudah menjadi cerita lain. Semua dosa ini bukan Wu Tian yang harus menanggungnya tapi kau, salahkan dirimu sendiri karena serakah dan mengajarkan anakmu cara yang tidak benar." Han Sen mencengkram leher Tian Lu dan api merah yang ganas membakarnya hingga menjadi abu.
__ADS_1
Wu Tian menangis dan berteriak dengan marah, "Aku akan membunuhmu bajingan !"
Wu Tian mengeluarkan Pedangnya dan Aura membunuh yang sangat kuat meledak. Han Sen mendesak Qi miliknya dan hanya dengan satu tangan dia menangkap Pedang Wu Tian dan meremasnya hingga hancur berkeping-keping.
Han Sen meraih kedua tangan Wu Tian dan menariknya hingga putus. Darah menyembur dari kedua lengannya dan Wu Tian berteriak kesakitan, semua orang yang melihat hal ini hanya bisa menelan ludah mereka dan tidak tahu harus merasa kasihan dengan nasib Wu Tian atau tidak.
"Aku akan mewakili Yao Wu untuk membalas dendam. Aku tidak akan pernah membiarkan tangannya kotor dengan darahmu !" Han Sen mengeluarkan Pedangnya dan menebas leher Wu Tian.
Darah menyembur dan Wu Tian tergeletak ditanah dan mati. Han Sen menancapkan Pedangnya dan duduk ditangga dengan mata yang dingin serta penuh dengan niat membunuh.
"Mulai hari ini tidak akan ada Raja yang mengatur tempat ini. Hanya Yao Wu saja anggota Keluarga Kerajaan yang berhak untuk melakukannya, jika ada tahanan dari insiden ini maka bebaskan sekarang juga. Kirim Prajurit keluar untuk membantu para warga yang terluka, jika kalian tidak melakukannya dengan baik maka selanjutnya kalian adalah orang berikutnya yang akan mati." Han Sen memberikan perintahnya.
__ADS_1
Semua Prajurit memberi hormat dan bergegas keluar untuk melaksanakan perintah. Kong Sheng mungkin sudah lari dan Han Sen akan mengingat semuanya dengan baik, pertemuan berikutnya dia akan bertambah kuat dan pada saat itu dia tidak akan bisa lari lagi.
Han Sen mengeluarkan sebuah Token dan meminta semua orang yang berada di Sekte Iblis kembali. Semua sudah berakhir dan sekarang Han Sen harus melakukan hal yang terakhir, keberadaan Liu Shuang dan Chai Ying di Benua Misterius belum diketahui.