
Dua hari penuh Han Sen terus bercinta dengan Zhao Ling. Setelah itu mereka berdua keluar bersama dan Zhao Ling merasakan sensasi yang aneh, Han Sen mengandeng tangannya dan entah mengapa dia mulai merasa malu.
Biasanya Zhao Ling lebih memilih untuk tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, namun untuk pertama kalinya dia benar-benar peduli dengan pandangan orang lain.
Mereka berdua pergi ke Istana Es dan menemui Lu Siyu dan Lu Che. Mereka mengobrol bersama untuk beberapa waktu dan pada akhirnya semua persiapan sudah selesai.
Han Sen juga membangun Array Teleportasi yang menghubungkan langsung ke Wilayah Kesombongan Surgawi. Lu Che akan membangun beberapa tempat disana, sedangkan Zhao Ling menyediakan tenaga kerja untuk membangun rumah yang layak.
Mereka semua pergi ke Istana milik Fu Xia dan tidak jauh dari tempatnya terdapat sebuah gerbang Array Teleportasi yang menuju ke Alam Bawah.
"Han Sen... kau masih mengingat lokasi tempatmu bukan ?" Tanya Fu Xia dengan santai.
"Aku adalah Penguasa disana dan Jiwaku terhubung dengan Alam Mistik." Kata Han Sen dengan jujur.
"Semesta memiliki aturannya sendiri dan segeralah kembali setelah kau menyelesaikan urusanmu." Kata Fu Xia dengan tegas.
"Junior ini mengerti." Han Sen memberi hormat dan berbalik memeluk kedua Istrinya, "Ini tidak akan lama... tetap jaga diri kalian selama aku tidak ada, terutama kau Lu Che... jangan berlari sesuka hatimu dan membuat Lu Siyu khawatir. Fokuslah untuk terus bertambah kuat !"
"Aku mengerti Kakak Ipar." Kata Lu Che dengan tegas.
__ADS_1
"Kembalilah dan bawa mereka semua kemari." Kata mereka berdua dengan santai.
Han Sen mengangguk dan menuangkan setengah Qi Alam miliknya. Fu Xia menyipitkan matanya dan merasakan kalau Qi milik Han Sen itu sangat berbahaya dan kuat.
Pusaran hitam mulai terbentuk dan tanpa ragu Han Sen masuk kedalam. Aliran kekuatan ruang menciptakan koridor dan melalui koneksinya dengan Alam Mistik seharusnya Han Sen dapat menemukan jalan yang tepat.
....
Disisi lain disebuah Wilayah Terpencil dua orang gadis yang sangat cantik sedang dikepung oleh beberapa Kultivator. Mereka semua berada di Alam Dao Fusion dan semua tatapan tertuju kearah kedua Gadis ini.
Masalah ini timbul karena perebutan tanaman obat Tingkat Heaven, namun bukan hanya kedua Gadis ini yang berhasil membunuh Beast Penjaga dan mengambilnya.
"Kalian berdua serahkan semua milik kalian dan aku akan memberikan kalian kesempatan, Tuan Muda ini bersedia menjadikan kalian berdua sebagai Istri dan Sekte Petir Samsara akan menerima kalian ?" Kata Pria muda dengan nada yang arogan.
"Memang kau layak... lupakan saja bahwa Sekte sampah itu tidak akan menarik perhatian kami !" Kata Gadis yang paling muda.
"Cari mati.... bunuh mereka berdua." Teriak Pria itu dengan keras.
Setidaknya ada 30 Kultivator yang mendesak Qi mereka, ledakan Qi yang sangat dahsyat ditembakan langsung kearah mereka berdua. Tiba-tiba kekuatan dunia mengamuk dengan gila dan membentuk sebuah dinding yang melindungi kedua Gadis itu.
__ADS_1
Seorang Pria tiba-tiba muncul didepan mereka, tidak ada fluktuasi Aura sedikitpun dari hawa keberadaannya dan Pria itu merupakan Han Sen yang menggunakan kekuatan sumber prinsip untuk datang dengan sekejap.
Gadis berambut merah merasakan sesuatu familiar dari Han Sen, seolah dia pernah melihatnya disuatu tempat namun entah mengapa dia tidak bisa mengingatnya dengan baik.
"Siapa kau... kenapa kau ikut campur dalam urusan Tuan Muda ini ?" Teriak mereka dengan marah.
Han Sen mengabaikannya dan perlahan dia terbang kearah dua Gadis itu, "Berapa umur kalian ?"
"Namaku Han Yun dan umurku 21 tahun, ini Kakak Han Qing dan umurnya baru 30 tahun. Apakah Tuan datang untuk membantu kami ?" Tanya Han Yun dengan ekspresi yang ceria.
"Benar sekali... Ay.. maksudku kalian yang menentukan nasib mereka sekarang, katakan padaku apakah kalian ingin mereka mati ?" Tanya Han Sen dengan ramah.
"Tentu saja... mereka adalah orang yang sangat buruk." Han Yun mengangguk dan tidak tahu apakah Tuan yang hebat ini bisa melakukannya atau tidak.
Han Sen menjentikkan tangannya dan kekuatan dunia mengamuk menekan mereka semua, hanya dalam satu tarikan nafas mereka semua meledak menjadi gumpalan daging kerena ditekan oleh kekuatan dunia.
Pemandangan ini sangat mengerikan dan mereka berdua tidak menyangka kalau Tuan ini akan sangat mengerikan. Kekuatannya tidak bisa diukur dengan pemahaman, namun Han Qing mulai sadar dengan siapa sosok familiar yang datang membantu mereka saat ini.
"Ayah ?" Tanya Han Qing dengan suara yang pelan.
__ADS_1