Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 159 - Akhir Perang


__ADS_3

Pertarungan panas antara Han Sen dan Tian Yan sudah mencapai titik tertinggi dimana melampaui basis Kultivasi mereka. Tian Yan sudah kehilangan banyak Sumber Qi miliknya, melawan Han Sen yang memiliki daya tahan yang luar biasa membuatnya harus berhati-hati.


"Pedang Pembunuh Dewa." Tian Yan mendesak Qi miliknya dan mengayunkan Pedangnya sekuat tenaga.


Pedang itu tepat mengenai Han Sen dan menggores tubuhnya. Darah menyembur dari mulutnya dan luka tebasan Pedang, Qi Pedang yang kuat menyeretnya jauh kebawah.


Han Sen terbang keatas langit dan mendesak Qi miliknya. Sebuah pusaran hitam mulai terbentuk dan semua Aura disekitarnya ditarik paksa masuk kedalam tubuhnya.


Han Sen mendesak Qi Alam miliknya dan membentuk segel. Qi Alam yang ganas memadat menjadi telapak tangan yang besar, Tian Yan segera menghindar dari serangan Han Sen namun Telapak tangan itu terus mengejarnya dan menamparnya dengan keras.


*Boom.*


Tian Yan terlempar kebawah dan menghantam tanah dengan keras. Pedang Kekacauan ditangannya mulai bergetar dan terlihat ada tanda penolakan darinya.


"Argh... ini tidak bisa diterima... basis Kultivasiku jauh lebih tinggi dan kenapa aku yang ditekan olehmu !" Teriak Tian Yan dengan putus asa.

__ADS_1


"Karena aku adalah Kesombongan Surgawi yang akan berdiri sejajar dengan Surga. Orang biasa sepertimu tidak akan bisa menentang Surga sepertiku." Kata Han Sen dengan penuh kebanggaan.


"Mau itu Surga atau apapun itu aku akan tetap menebasnya menjadi dua bagian." Tian Yan duduk dan menuangkan semua Qi kedalam Pedangnya.


Pedang itu melesat kearah Han Sen dengan kekuatan penghancur yang luar biasa. Han Sen sedikit khawatir dengan hal ini dan Jiwa Naga Surgawi keluar, Jiwa Naga Surgawi menelan Pedang itu dan menariknya langsung ketubuh Han Sen.


Semesta kecil didalam tubuh Han Sen diperluas dengan paksa. Badai mengamuk didalam tubuhnya dan Qi Kekacauan mencabik-cabik dirinya dari dalam, Han Sen menyemburkan darah hitam dan sekarang terjadi pertempuran sengit didalam semesta kecilnya.


Fang Zhe dan yang lainya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Han Sen. Namun Tian Yan sendiri sudah tidak berdaya, koneksinya dengan Pedangnya sudah menghilang dan ekspresinya terlihat sangat marah.


Tato Pedang didahi Tian Yan menghilang dan koneksinya dengan Pedang Kekacauan benar-benar terputus. Pedang Kekacauan memiliki kesadarannya sendiri untuk memilih Tuan yang memang benar-benar pantas menggunakannya, jadi untuk benar-benar menggunakannya Han Sen harus menundukkannya terlebih dahulu.


Pupil mata Han Sen bergetar dan cahaya Pedang yang mengerikan sangat terasa. Aura Han Sen melonjak dan dia menerobos Tahap Menengah dengan satu kali gerakan.


Petir Surgawi menyambar kearahnya dan Han Sen mendesak Qi Alam dalam jumlah yang besar, Pedang Kekacauan keluar dari perutnya dan Han Sen mengayunkannya dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Qi Pedang yang ganas menyembur dan langit hitam terbelah menjadi dua. Sekarang ada dua bemtuk Jiwa didalam tubuhnya yaitu Naga Surgawi dan Pedang Kekacauan, kekuatannya benar-benar meningkat dengan drastis dan Han Sen yakin bahwa di Dunia Bawah tidak ada satupun orang yang dapat menjadi lawannya.


"Bahkan Pedang yang aku sempurnakan selama 30 tahun bisa kau lakukan dalam sekejap. Kau benar-benar monster... aku sudah kalah !" Tian Yan tidak memiliki kemampuan untuk bertarung dan kekuatannya menurun secara drastis sebab Han Sen sudah memutuskan kendalinya dengan Pedangnya.


"Pedang ini adalah Piala kemenanganku... aku akan memberikanmu kematian yang layak !" Han Sen mendesak Qi miliknya dan berdiri didepan Tian Yan.


Han Sen mengayunkannya dengan santai dan Qi Pedang yang ganas menyembur. Tian Yan disapu oleh Qi Pedang dan tidak ada sisa apapun dari tubuhnya, Fang Zhe dan yang lainya menghela nafas lega dan akhir dari pertempuran ini adalah kemenangan bagi mereka.


"Segera hentikan Perang ini... Dewa Pedang Tian Yan sudah mati dan kita tidak bisa lagi kehilangan banyak orang !" Perintah Fang Zhe kepada mereka berdua.


Mereka berdua segera pergi dan kabar kemenangan ini menghentikan semua orang, Kekaisaran Pedang sudah kalah dan mereka semua menjatuhkan senjata mereka. Keputusan akhir dari nasib mereka akan berada ditangan Han Sen nantinya, jadi mereka sedikit khawatir jika Han Sen akan mengambil tindakan kejam dan membunuh mereka semua.


Banyak nyawa yang sudah hilang dan kedua Benua mengalami kerugian yang besar, setidaknya Han Sen dapat menjaga Keluarganya dan semua orang berpikir kalau akhir dari Perang ini akan menciptakan era kedamaian yang sesungguhnya.


Tentunya kemungkinan besar struktur kekuatan akan dengan cepat berubah. Han Sen akan menjadi awal dari kebangkitannya era baru dimana semua orang akan berada dibawah pengaruhnya.

__ADS_1


__ADS_2