Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 84 - Keberanian Liu Shuang


__ADS_3

Semua orang mendirikan tenda ditempat latihan dan mereka mulai berkultivasi secara mandiri, Han Sen juga menyuruh Chai Ying untuk tetap tinggal dan membiasakan diri dengan mereka.


Pan Song dan Qing Yong menjadi sukarelawan dan penilaian nanti akan diputuskan oleh mereka berdua. Jadi setelah selesai Han Sen akan kembali ke Kota Api.


Wu Dao sendiri sedang berlatih dan Han Sen tinggal dikamar Yao Wu. Namun sekarang Liu Shuang mengikuti mereka dan Han Sen sedikit merasa kalau dirinya sangat aneh.


"Kakak Han... apakah kau benar-benar sudah menjalin hubungan dengan Yao Wu ?" Tanya Liu Shuang dengan senyum yang kesal.


Yao Wu mengangkat bahunya dan melihat mereka dia ingin tertawa. Han Sen dengan santai berkata, "Benar... dia menyukaiku dan aku menyukainya.... Apakah itu salah ?"


Liu Shuang tersenyum dan berkata, "Tidak juga... tapi bagaimana dengan diriku. Kau sudah melihat semuanya dan Ayahku bahkan tidak keberatan dengan kita, bukankah ini tidak adil !"


Han Sen sedikit kesusahan dengan tindakan mereka berdua. Belum lagi nanti Chai Ying akan membuat masalah yang sama, Yao Wu sendiri terlihat tidak keberatan dan mungkin mereka sejak awal sudah merencanakan ini ketika dirinya pergi selama setengah tahun.


Han Sen menarik mereka berdua dan membawanya tidur. Yao Wu dan Liu Shuang sedikit malu dengan hal yang tiba-tiba Han Sen lakukan.


"Jangan pikirkan apapun... aku sangat lelah dan ingin tidur, bukankah kalian juga merasakan hal yang sama ?" Han Sen memeluk mereka berdua dan ingin beristirahat.

__ADS_1


Mereka bertiga tidur dengan nyaman dan sangat lelap. Terutama Yao Wu dan Liu Shuang yang sudah menjalani latihan yang berat, mereka bahkan tidur sangat pulas tanpa adanya kewaspadaan.


Siang harinya Yao Wu bangun dan bergegas pergi untuk melihat Ayahnya. Han Sen membuka matanya dan Liu Shuang juga terbangun dari tidurnya.


"Ingin pergi ?" Tanya Han Sen sambil mengusap matanya.


"Ya... aku ingin melihat latihan Ayah." Kata Yao Wu dengan jujur.


"Perlukah aku menemanimu ?" Han Sen menawarkan diri untuk menemani Yao Wu.


Yao Wu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak perlu... lagi pula bukankah ada sesuatu yang lebih penting !"


Setelah Yao Wu pergi Liu Shuang sedikit malu dengan situasinya. Dirinya tidak menyangka kalau akan tertidur pulas didalam pelukan Han Sen, tiba-tiba tangan Han Sen merangkulnya dan jantung Liu Shuang berdebar sangat keras.


"Uhm... Kakak Han... aku juga harus menemui Ayahku !" Kata Liu Shuang dengan gugup.


"Kalau begitu pergilah... tapi aku tidak akan memberikan kesempatan yang sama untuk kedua kalinya." Kata Han Sen dengan senyum yang tipis.

__ADS_1


"Ugh... kenapa kau begitu jahat kepadaku. Oke aku hanya membuat alasan... sekarang apa yang kau inginkan ?" Tanya Liu Shuang dengan kesal.


"Menurutmu apa yang bisa dilakukan Pria dan Wanita ditempat tidur." Han Sen mengusap tangan Liu Shuang dan perlahan dia menarik ikat pinggangnya.


Liu Shuang terlihat sangat panik dan kaku dalam hal ini. Han Sen perlahan membuatnya berbaring dan mulai merasakan hangatnya tubuh Liu Shuang, erangan terus keluar dari mulut Liu Shuang dan karena Yao Wu sudah memberikan kesempatan maka dia hanya perlu mengambilnya.


Disisi lain Yao Wu berjalan dengan santai ditaman dan disana dia melihat Wu Tian dan Wu Sue yang sedang menunggunya. Mereka terlihat tidak akur seperti biasanya dan ketika mereka melihat Yao Wu mata mereka menjadi cerah.


"Yao Wu... bisakah kau membantu Kakakmu ini dan meminta Cairan Obat yang dimiliki oleh Han Sen ?" Tanya Wu Tian dengan ramah.


"Jangan dengarkan orang ini Yao Wu... kau selalu bersama denganku dan lebih baik memberikannya kepada Kakakmu ini." Kata Wu Sue yang tidak senang.


Yao Wu mengerutkan keningnya dan berkata, "Tidak tahu malu itu juga ada batasnya... aku tidak mau melakukan hal seperti itu. Aku ingin bertemu dengan Ayah... jika kalian memang menginginkan hal itu maka datang saja langsung kepadanya !"


Yao Wu melewati mereka dan tidak ingin melanjutkan pertengkaran. Wu Tian dan Wu Sue sangat tidak senang dengan penolakan ini dan marah, secara bersamaan mereka menyerang Yao Wu dengan penuh kemarahan.


Angin dan Api yang mereka tembakan tanpa sadar menyatu dan membuat Api yang cukup besar, Yao Wu dengan posisi yang tidak siap segera berbalik dan mendesak Qi miliknya untuk membentuk penghalang.

__ADS_1


Penghalang Qi itu tidak stabil dan tangan Yao Wu sedikit terbakar oleh Api yang ganas. Wu Tian dan Wu Sue sangat terkejut dan tanpa sadar mereka sudah melakukan kesalahan.


Mata Yao Wu memancarkan niat membunuh yang sangat mengerikan, terlambat sedikit saja maka dia akan menderita luka yang serius. Sekarang dia benar-benar sangat marah dan berpikir kalau mereka berdua sudah sangat keterlaluan.


__ADS_2