
Tiga bulan tidak terasa sudah berlalu dan tiba dimana hari keberangkatan. Han Sen memeluk Lu Siyu dan pamit pergi, dia tidak ingin membawa Lu Siyu pergi dan lebih baik membuatnya tinggal di Kota.
Han Sen pergi ke Gerbang Array Teleportasi di Pusat Kota, disana tidak sedikit kelompok Kultivator yang membentuk kekuatan. Beberapa kali Han Sen ditawari untuk bergabung namun dia menolaknya dengan sopan.
Han Sen dapat merasakan niat membunuh yang samar-samar yang ditujukan kepadanya, tidak jauh dari tempatnya berdiri Nian Wuji dan anggota Keluarganya melihat kearah Han Sen.
Nian Wuji membawa lima Kultivator Immortal Bumi dan masing-masing dari mereka berada di Tahap Menengah. Tebakan Han Sen sepertinya tidak salah dan kemungkinan Token yang dia bawa akan menuju lokasi langsung daru Nian Wuji.
Tuan Kota Ning Hu berdiri diatas panggung dan berkata, "Medan Perang Kuno akan dibuka sekarang... semuanya secara bergantian akan masuk. Aku paling benci jika ada orang yang tidak tertib !"
Gerbang Teleportasi itu menunjukan riaknya dan kekuatan ruang yang sangat gila menyembur, lapisan cahaya merah mulai terbentuk dan Tuan Kota Ning Hu memerintahkan Kelompoknya untuk masuk.
Lu Che juga ikut bergabung dengan Kelompok Tuan Kota Ning. Tanpa ragu mereka semua masuk kedalam dan diikuti oleh yang lainya, Nian Wuji dan kelompoknya juga ikut masuk kedalam.
Setelah beberapa waktu akhirnya tiba giliran Han Sen, dia menuangkan Qi miliknya kedalam Token dan masuk kedalam. Kekuatan Ruang yang sangat kuat menyeretnya kesebuah tempat, hanya dalam sekejap mata dia mendarat ditanah dengan langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang.
__ADS_1
*Slash.*
Bilah Pedang yang sangat tajam berayun kearah kepala Han Sen, dengan cepat dia berjongkok dan menghindar dari serangan mendadak itu. Qi Pedang yang sangat kuat memotong bebatuan yang ada didepannya, jika telat sedikit saja Han Sen mungkin akan terpotong oleh Pedang itu.
"Padahal aku berniat memberikan kematian yang cepat atas perintah Kepala Keluarga !" Kata Pria yang membawa Pedang.
Han Sen melihat kelima orang itu dan menatapnya dengan tajam, dia sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran orang lain selain mereka berlima dan sepertinya Nian Wuji terlalu menganggapnya remeh.
"Dimana Nian Wuji... dia mengirim kalian yang hanya berada di Tahap Menengah, bukankah itu sama halnya dengan mengantarkan nyawa kalian ?" Tanya Han Sen dengan niat membunuh yang kuat.
"Membunuhmu kami berlima sudah cukup." Mereka berlima mengeluarkan bendera berwarna hitam.
Darah dan daging mereka bercampur menjadi satu membentuk Monster seperti Banteng dengan tinggi tiga meter. Han Sen tidak tahu apapun mengenai Teknik ini, namun yang pasti dia merasa sangat jijik melihatnya.
"Hahaha.... sekarang kau sudah bukan lawan kami !" Tawa Banteng itu menggema dan dia menerjang kearah Han Sen dengan tinjunya yang besar.
__ADS_1
*Bang.*
Han Sen menahan tinju itu dengan kedua lengannya dan tubuhnya terlempar kebelakang, tulangnya seolah ditumbuk oleh benda yang keras dan Han Sen mengerang sambil menahan rasa sakitnya.
"Argh... menyatukan lima jiwa dan tubuh menjadi satu kesatuan. Seni Beladiri ini memang sangat menjijikan, namun kekuatan ini sudah setara dengan Immortal Emas Tahap Awal. Pantas saja kalian sangat percaya diri !" Lengan Han Sen perlahan pulih dan Qi Alam diserap dalam jumlah yang besar.
*Groar.*
Han Sen berubah menjadi bentuk setengah Naga miliknya dan tekanan yang luar biasa menyebar, Han Sen menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan Api Petir Hitam yang mengerikan.
Banteng itu melesat maju dan tidak ada sedikitpun ketakutan, Pedang besar perlahan mulai terbentuk dan nafas Api Petir hitam terbelah dalam sekali ayunan.
Qi Alam berkumpul ditinju Han Sen dan tinjunya yang keras menciptakan gelombang Qi yang besar, Banteng itu mendesak Qi miliknya dan Aura merah darah meledak-ledak. Hanya dengan satu kali tinjuan serangan Han Sen berhasil dihancurkan, namun tangan besar itu mengeluarkan darah dan efek dari Qi Alam memang benar-benar kuat.
"Bagus... sepertinya kemampuanmu itu sangat luar biasa. Kami akan mengakhiri semuanya dengan serangan ini, telapak tangan penghancur semesta." Banteng itu melesat kearah Han Sen dan telapak tangan yang besar diselimuti oleh Aura merah penghancur yang kuat menerjang langsung kearah Han Sen.
__ADS_1
*Boom.*
Ledakan yang besar menciptakan gelombang Aura yang sangat dahsyat. Han Sen menggunakan kekuatan ruang dan lolos dari kematian, dalam sekejap dia berpindah jauh dari tempat itu dan terbang keatas langit untuk menjaga jarak.