Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 228 - Informasi


__ADS_3

Setelah beberapa waktu Han Sen sampai dengan aman di Wilayah Ras Monster. Han Sen menutup dirinya dan menyembunyikan Basis Kultivasinya, Klan Phoenix tidak suka berbaur dengan orang asing dan mereka tidak menerima Ras manapun kecuali mereka benar-benar diundang oleh Sang Phoenix itu sendiri.


Bahkan sekalipun ada Ras yang berbeda pastinya mereka adalah seorang Budak atau Tahanan disana. Perjanjian ini sudah dilakukan sudah sangat lama, masa hidup dari Binatang Suci bisa dikatakan mendekati abadi.


Jika tidak terjadi kecelakaan atau jiwanya dihancurkan maka mustahil untuk mati. Walaupun Han Sen mengenal Phoenix namun dia tidak berani gegabah.


Dirinya yang sekarang tidak memiliki kekuatannya yang dulu. Karena itulah takutnya Phoenix takut dengan potensinya dan jika dia bertarung maka hasilnya dia akan kalah telak melawannya.


Han Sen berkeliling sebentar dan memasuki Kota Hutan. Disana dia masuk kedalam Restoran dan memesan beberapa Arak yang bagus, untuk mencari informasi tempat ini adalah tempat yang paling cocok karena banyaknya Ras Monster yang berkunjung.


Han Sen meminum araknya dalam satu kali tegukan dan tiba-tiba matanya berubah menjadi penuh kewaspadaan. Segera dia melompat keluar jendela dan terbang pergi dari tempat itu, dua sosok bayangan hitam mengikutinya dari belakang dan Han Sen memuntahkan segumpal cairan biru yang tidak lain adalah Racun Pelumpuh.


Untungnya dia memiliki kelebihan dalam menangani masalah racun. Jika terlambat sedikit saja maka syaraf ditubuhnya akan lumpuh dan dia akan ditangkap oleh mereka.


"Cih... pantas saja aku dapat masuk ketempat ini dengan mudah dan tidak ada satupun Penjagaan diluar. Ternyata mereka sengaja membiarkanku masuk sejak awal dan menangkapku, Ras Kelelawar ini cukup cepat namun kalian salah memilih lawan !" Han Sen terbang lebih cepat dan mencari tempat yang sepi.

__ADS_1


"Manusia ini seperti ngengat yang hanya tahu cara berlari, tapi semua itu percuma saja !" Kata Ras Kelelawar itu dengan bangga.


Mereka berdua segera menyusul Han Sen dan membuka mulutnya. Gelombang Suara yang besar membuat Han Sen merasa tidak nyaman dengan pendengarannya, setelah merasa tempat itu sepi Han Sen berbalik arah dan terbang kearah mereka berdua.


"Hanya berada di Tahap Menengah Alam Dao Fusion kenapa sombong sekali." Han Sen mendesak Qi miliknya dan melaju dengan kecepatan yang luar biasa.


Mereka berdua sangat terkejut dengan lonjakan kekuatan Han Sen, namun menghindar sekarang sudah sangat terlambat. Kedua tangan Han Sen mencengkram kepala mereka berdua dan dia membuangnya kebawah.


*Bang... Bang...*


"Sekarang katakan padaku... bagaimana kalian ingin mati ?" Tanya Han Sen dengan dingin.


Tatapan mata Jiwa Naga Surgawi terlintas dikepala mereka berdua. Tekanan ini sudah seperti Binatang Suci, bahkan Raja Monster yang mereka ikuti tidak akan memancarkan tekanan yang semengerikan ini.


"Siapa kau sebenarnya ?" Tanya Ras Kelelawar dengan ketidakberdayaan.

__ADS_1


"Aku adalah orang yang akan mengambil hidup kalian." Kata Han Sen dengan niat membunuh yang ganas.


Kedua Ras Kelelawar itu sangat ketakutan dan jika mereka tahu lawannya sekuat ini maka mereka tidak akan gegabah untuk mengurusnya sendiri.


"Tapi tenang saja... aku akan memberikan kalian kesempatan untuk hidup. Sebagai bayaran untuk hidup maka kalian harus menjawab satu pertanyaan dariku, tapi jika aku tidak puas maka aku akan langsung membunuh kalian."


Han Sen tersenyum dan menunjukan gambar wajah Liu Shuang kepada mereka, "Wanita ini memiliki Jiwa Burung Vermilion... kalian adalah Penjaga dan posisi kalian tidak rendah. Aku yakin kalian memiliki informasi yang aku butuhkan sekarang ?"


"Kami tidak pernah melihatnya... tempat ini diatur oleh Raja Badak Guntur. Namun di Wilayah Raja Gagak Neraka kami mengetahui informasi tentang Burung Vermilion, kami memang hanya mendengarnya saja tapi apa yang kami ucapkan adalah kejujuran." Kata salah seorang Ras Kelelawar itu dengan pasrah.


Han Sen menanamkan Tanda Jiwa kedalam Laut Kesadaran Ilahi mereka, "Aku selalu menepati apa yang sudah aku janjikan. Untuk berjaga-jaga aku menanamkan tanda jiwa kepada kalian, sekali saja kalian mengungkap keberadaanku maka Jiwa kalian berdua akan meledak. Aku tidak akan membuat masalah ditempat ini, jadi lebih baik kalian diam dan lupakan apa yang sudah terjadi sekarang mengerti ?"


"Kami mengerti." Mereka berdua mengangguk dan tidak memiliki pilihan sama sekali.


Han Sen segera terbang dan pergi ke Wilayah Gagak Neraka. Jika benar apa yang dikatakan kedua Ras Monster itu maka hal ini akan menjadi sedikit rumit mengingat karakteristik Gagak Neraka yang licik.

__ADS_1


__ADS_2