
Disisi lain Kong Sheng terbang dengan kecepatan penuh, dia sudah keluar dari Ibukota dan perasaannya sekarang menjadi sangat lega karena lolos dari Monster itu.
Tenaganya benar-benar terkuras habis ketika melakukan gerakan terakhirnya. Han Sen sudah seperti Monster yang mengerikan, tenaganya benar-benar sangat banyak dan kekuatan jiwanya sangat mengerikan.
Jika dia tetap disana untuk bertarung maka dirinya sendiri yang akan kalah. Untungnya saja Han Sen masih peduli dengan semua orang, jika Han Sen mengabaikan mereka dan tetap mengejarnya maka ini akan menjadi situasi yang gawat.
Dari atas langit Aura membunuh yang sangat kuat meledak. Telapak tangan hitam yang besar tiba-tiba menyapu tubuh Kong Sheng dan menyeretnya kebawah.
*Boom.*
Tubuhnya membentur tanah dengan keras dan menciptakan gelombang ledakan yang sangat besar. Sosok Hong Wen berdiri diatas langit dan dia tersenyum seperti iblis yang sudah mendapatkan kemenangannya.
"Kau pikir tempat ini adalah wilayahmu yang dimana kau bisa pergi sesuka hatimu, Bocah itu mungkin tidak bisa membunuhmu dengan sedikit siasat. Namun mangsa yang sudah kehabisan tenaganya dan tidak mampu berlari, bagiku sangat mudah untuk membunuhnya !" Hong Wen mencibir dengan jijik.
Hong Wen sejak awal memang mengikuti Han Sen dan melihat pertarungan sampai akhir sambil menyembuyikan Auranya. Penampilan yang Han Sen tunjukan memang membuka matanya, tapi dia juga tidak akan membiarkan penyusup ini lolos dan waktu ini adalah waktu yang tepat untuk membunuhnya.
__ADS_1
Hong Wen melesat kebawah seperti meteor jatuh dan menginjak badan Kong Sheng dengan keras, darah menyembur dari mulutnya dan tulangnya seakan sedang ditumbuk oleh Hong Wen.
"Argh... Kau.... hup..."
Tangan Hong Wen menutup mulut Kong Sheng dan berkata, "Sepertinya orang sepertimu tidak akan membuka mulut dengan mudah, jadi lebih baik kau mati saja disini !"
Api Hantu milik Hong Wen membakar wajah Kong Sheng, jiwanya perlahan dibakar habis oleh Hong Wen dan hanya butuh waktu beberapa menit tubuhnya berubah menjadi abu.
Semua harta milik Kong Sheng sangatlah banyak dan tidak sia-sia Hong Wen mengikuti Han Sen secara diam. Jika bukan karena Han Sen yang menguras tenaga Kong Sheng dan memberikannya beberapa luka, akan sangat sulit untuk membunuh Kong Sheng dalam kondisi primanya.
Dua hari sudah berlalu sejak pertarungan Han Sen di Ibukota, sekarang semua orang sedang melakukan perbaikan dan Han Sen secara pribadi mengadakan upacara pemakaman untuk mereka yang sudah mati.
Pertemuan mereka mungkin terbilang sangat singkat namun dia tetap akan menghargai Wu Dao seperti Ayahnya. Semua orang sudah kembali dan banyak orang yang memberikan hormat kepada Raja yang lama.
Rumor di Kerajaan menyebar dengan cepat tentang kemampuan Han Sen. Sekarang kursi Raja sudah kosong dan Han Sen adalah pilihan terbaik, kemungkinan besar dia akan mempersunting Yao Wu sebagai Istrinya dan menjadi Raja berikutnya.
__ADS_1
Han Sen sendiri tidak peduli dengan semua rumor itu, dia sibuk dengan membuat Array Teleportasi dimana nantinya dia akan pergi ke Benua Misterius seorang diri. Liu Shuang dan Chai Ying sangat membutuhkannya kali ini, dia tidak tahu hal buruk seperti apa yang terjadi disana.
Liu Bufan menghampiri Han Sen dan berkata, "Han Sen... Liu Shuang...."
"Anda tidak perlu khawatir.... Aku berjanji bahwa akan membawanya kembali dengan keadaan yang baik-baik saja. Liu Shuang adalah wanitaku... bahkan aku tidak akan sungkan menukar hidupku dengannya." Han Sen mencoba meyakinkan Liu Bufan untuk tidak berpikir berlebihan.
"Terimakasih dan maaf... hanya kau saja yang bisa aku andalkan sekarang." Kata Liu Bufan dengan sedih.
"Kita dimasa depan akan menjadi satu Keluarga jadi tidak perlu berterimakasih karena ini memang kewajibanku." Kata Han Sen dengan jujur.
Liu Bufan mengangguk dan harus mengakui bahwa mata Anaknya dalam memilih orang sama sekali tidak salah. Han Sen sekarang memiliki pengaruh yang besar, terlebih dia sangat menghargai Putrinya. Sekarang dia bisa tenang mengingat Putrinya berada dibawah perlindungan Han Sen.
"Kau harus pergi dan menemani Yao Wu sebelum berangkat. Lagi pula dengan kejadian ini aku yakin dia sangat terpukul, hanya kau yang bisa membuatnya lebih baik." Kata Liu Bufan dengan sungguh-sungguh.
Han Sen mengangguk dan sejak awal dia juga tidak akan mengabaikannya. Han Sen memberikan sebuah Sketsa Array Pelindung yang bagus untuk Liu Bufan, seharusnya dengan kemampuannya dia bisa memasangnya dan hal ini akan jauh lebih baik dari Array lama yang sebelumnya mereka gunakan.
__ADS_1