Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 122 - Langkah Selanjutnya


__ADS_3

Han Sen menepuk kepalanya dan tidak menyangka bahwa dirinya sangat bodoh. Apa yang dikatakan oleh Yun Zhi sangat masuk akal dan pantas untuk dicoba.


Dirinya terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, dia bahkan sudah berpikir keras dan sebenarnya ada cara yang lebih mudah dengan menanyakannya kepada orang lain.


Yun Zhi memanggil seorang Pria tua yang tahu benar tentang lukisan ini. Pria Tua itu membungkuk dan berterimakasih kepada Han Sen dan Yuan Zhi karena sudah membantu mereka melewati masa sulit.


"Tidak perlu terlalu sopan Pak Tua... coba katakan padaku arti Lukisan ini ?" Han Sen menunjuk lukisan yang ada di dinding.


"Jawab pertanyaan Tuan... Lukisan ini memiliki sejarah yang panjang yaitu Pulau Melayang, namun kebenaran itu masih belum terungkap sampai sekarang dan disebelah selatan tempat ini terdapat Rawa yang merupakan tempat tinggal Ular berkepala tiga Hydra. Racunnya sangat mengerikan dan bahkan tidak ada seorangpun yang berani kesana." Kata Pria itu dengan jujur.


"Aku mengerti... terimakasih kepadamu Pak Tua dan kalian bebas sekarang. Lakukan apapun yang kalian inginkan dan jangan pedulikan kami." Kata Han Sen dengan terimakasih yang tulus.


"Kalau begitu kami tidak akan mengganggu Tuan dan Nyonya." Pria itu membungkuk dan segera keluar.

__ADS_1


Yun Zhi dengan penasaran bertanya, "Senior... apa itu Hydra ?"


"Sebuah Beast Ular berkepala tiga yang hidup dirawa beracun. Racun dari Hydra sangat mengerikan dan memiliki efek korosi, walaupun Beast ini hanya berada di Alam Divine Sea. Namun Alam Virtual akan lebih memilih lari untuk menghindarinya." Jawab Han Sen dengan singkat.


"Lalu apa yang Senior rencanakan kedepannya ?" Tanya Yun Zhi dengan gugup.


"Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan... aku yakin Pulau Melayang itu adalah kunci jalan keluar dari Dunia ini. Bahkan jika bukan disana pasti terdapat sesuatu yang berharga... aku tidak akan melewatkan kesempatan ini, jika kau tidak berani melakukannya maka tinggal saja disini. Ketika waktunya tiba maka aku akan menjemputmu !" Kata Han Sen dengan santai.


"Kita pergi bersama." Yun Zhi memutuskan untuk pergi bersama dengan Han Sen.


"3 hari lagi kita akan berangkat !" Han Sen memutuskan untuk memulihkan kondisi mereka dan membuat beberapa persiapan.


"Baik." Yun Zhi tidak keberatan sama sekali dan mencoba untuk pergi keluar.

__ADS_1


Han Sen harus memikirkan hal ini baik-baik dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Melawan Beast Hydra adalah hal yang sulit, jika dia gegabah mungkin nasibnya akan sama saat melawan Ular Naga Mistik.


Beast Hydra setidaknya memiliki kekuatan yang setara dengan Tahap Akhir Divine Sea, bahkan Han Sen yang melawan Tahap Awal sekalipun sangat kesulitan.


Untungnya dia memiliki pengetahuan penuh dan tahu cara menghadapinya dengan benar, resiko kematian tetaplah ada namun setidaknya Han Sen dapat memikirkan jalan keluar yang lebih baik dan bertarung dengan cara yang lebih efektif.


Han Sen mengeluarkan dua Plat Array dan mengukirnya dengan kelima elemen. Seharian penuh Han Sen sangat fokus untuk membuatnya dan rasa lelahnya menumpuk, energi alam diserapnya dalam jumlah besar dan Han Sen menuangkan semua Qi miliknya untuk memaksimalkan kekuatan dari kedua Array ini.


Setelah beberapa waktu Yun Zhi kembali dan dikejutkan oleh aliran kekuatan yang sangat luar biasa dari Han Sen. Jelas dia memiliki pemahaman hebat dalam mengukir dan sepertinya dia adalah Alkemis hebat yang terampil dalam menyuling Artifak.


Han Sen menyelesaikan dua buah Plat Array dimana masing-masingnya berisi formasi bertahan dan menyerang. Sekarang dia sepenuhnya sudah siap dan Han Sen cukup penasaran dengan seberapa kuat dengan formasi serangan ini.


"Senior sangat hebat... tapi sejak kapan Dunia luar memiliki Alkemis yang terampil seperti Senior, seharusnya aku sama sekali tidak bisa mengingat nama Senior. Bagaimana jika kita minum dan berbagi cerita, orang-orang diluar memberikan arak yang bagus !" Yun Zhi meletakan semua Guci dan Arak itu dipenuhi dengan kekuatan Spiritual yang bagus.

__ADS_1


Han Sen sama sekali tidak menolak dan menuangkan arak kedalam cangkir, "Aku hanya burung yang bebas mengikuti angin. Terlebih Junior terkurung didalam es, wajar saja jika Junior tidak mengetahuiku. Apakah Junior Yun mengenal Master Sekte Zie Ling ?"


"Oh... Bibi Beladiri... kami memiliki Master yang sama, walaupun umurku masih muda waktu itu tapi Bibi Beladiri dan yang lainya sangat baik kepadaku. Sepertinya waktu sudah berlalu cukup lama, jika Bibi Beladiri sudah menjadi Master Sekte maka pemimpin sebelumnya yaitu Masterku mungkin sudah tiada." Yun Zhi terlihat merasa bersalah karena mungkin dia terjebak didalam es lebih dari 100 tahun.


__ADS_2