Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 87 - Persiapan


__ADS_3

Semua orang mengangguk dan memikirkan kembali pendapat Han Sen, apa yang dikatakan olehnya sama sekali tidak salah. Han Sen mungkin memiliki status yang kuat dan memiliki kekuatan yang dapat bersaing dengan jenius muda keempat Sekte.


Menjadi pusat perhatian itu bukan sesuatu yang bagus. Wu Dao harus mengakui bahwa kebijakan Han Sen jauh melebihi dirinya, dia menghitung semuanya dengan baik dan walaupun dia sangat arogan tapi visinya sangat jelas.


"Jika saja kau mau meneruskan tahta ini maka mungkin akan dengan senang hati aku akan memberikannya sekarang !" Kata Wu Dao dengan sungguh-sungguh.


"Aku tidak terlalu suka dengan Gelar... aku hanya percaya dengan kekuatanku sendiri dimana orang lain akan berpikir dua kali untuk membuat masalah denganku." Kata Han Sen dengan tegas.


Liu Bufan mengangguk dan berkata, "Tuan Lao Lie bersedia membantu untuk memurnikan Pil Roh, jujur saja Kota Api dekat dengan Lembah Kematian. Disana akan banyak Beast yang dapat dijadikan lawan untuk mereka berlatih, aku ingin kau menampung mereka sampai hari Turnamen tiba !"


"Tidak masalah." Han Sen sama sekali tidak keberatan.


Sebelumnya populasi Beast yang cukup kuat sangat merepotkan. Kota Api masih kekurangan tambahan personil yang kuat, jika mereka datang dan mengurusnya maka ini akan menjadi sesuatu yang baik.


Setelah mereka sepakat maka semua orang yang ada disana kembali ketempat mereka. Han Sen juga memberitahu Liu Bufan tentang hubungannya dengan Putrinya, namun Liu Bufan sama sekali tidak terlihat terkejut dan tidak keberatan sama sekali.

__ADS_1


Bagaimanapun juga Putrinya sudah tergila-gila dengan Han Sen, terlebih Han Sen adalah orang yang membantunya membangkitkan Jiwa Burung Vermilion dan masih banyak hal.


Melihat dari statusnya sekarang dan pengaruhnya yang besar, Han Sen sangat layak untuk menjadi pasangan Liu Shuang. Adapun hubungan dengan Yao Wu, dia sama sekali tidak peduli dan selama Putrinya tidak keberatan maka itu bukan masalah besar.


Han Sen mengumpulkan semua orang dan akan segera berangkat. Dirinya sudah meninggalkan Kota Api terlalu lama dan ini bukan sesuatu yang baik sebagai Tuan Kota.


Yao Wu tidak bisa ikut dengan Han Sen dan akan menetap sebentar di Istana. Lagi pula masih ada banyak hal yang harus dia urus dan hukuman kedua Pangeran tidak bisa dia abaikan.


Han Sen tidak keberatan dan setelah semuanya selesai Yao Wu dapat kembali kapan saja. Han Sen dan yang lainya pergi bersama-sama dan tidak akan menunda banyak waktu lagi.


Qing Yong sendiri kembali terlebih dahulu ke Keluarga Qing sebelum bergabung ke Kota Api, sedangkan Lao Lie akan menyusul mereka nanti dan kesempatan besar untuk mendapatkan arahan dari Han Sen tidak bisa dia lewatkan begitu saja.


Pan Song merasa sangat senang dan bertanya, "Ketua Han... apakah kami bisa memulai latihan kami besok ?"


"Ya... lakukan apapun yang kalian inginkan, pastikan jangan terlalu berlebihan. Kalian mungkin sudah bertambah kuat tapi masih banyak hal yang tidak kalian ketahui. Aku tidak ingin repot-repot mencari pengganti hanya karena kalian terluka kedepannya." Kata Han Sen dengan tegas.

__ADS_1


"Kami akan mengingat perkataan Ketua dengan baik." Kata semua orang dengan hormat.


"Kalau begitu istirahatlah terlebih dahulu." Han Sen membawa Liu Shuang dan Chai Ying masuk kedalam.


Liu Shuang melihat sekeliling dan berpikir selain indah tempat ini sangat besar. Bahkan jika dibandingkan dengan Keluarga Liu, tempat ini layak disebut dengan pemborosan.


"Kakak Han... apakah tempat ini dulunya milik Keluarga Fan ?" Tanya Liu Shuang dengan penasaran.


"Ya... kalian tidak menyukainya ?" Han Sen bertanya dengan santai.


"Kemanapun Tuan pergi Chai Ying tidak akan berkomentar selama bersama dengan Tuan." Kata Chai Ying dengan sungguh-sungguh.


"Tidak juga... aku hanya terkejut dengan betapa luasnya tempat ini." Kata Liu Shuang dengan jujur.


"Jangan terkejut dengan hal seperti ini... bahkan jika kalian menginginkan Istana yang besar aku akan membuatnya. Kalian berdua bisa berlatih bersama... aku ingin melakukan pelatihan tertutup. Setelah selesai aku akan memberikan hadiah yang bagus untuk kalian, terutama untukmu Chai Ying... kau harus terus mengasah Niat Pedang dan Indramu !" Han Sen sedikit menggoda mereka berdua.

__ADS_1


Chai Ying mengangguk dan Liu Shuang sedikit tertarik, "Hadiah apa yang ingin kau berikan ?"


"Jika aku mengatakannya maka itu bukan lagi sebuah rahasia. Tunggu saja dan pastikan kalian melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri nanti !" Han Sen mengusap wajah Liu Shuang dan segera pergi untuk mengurus beberapa hal.


__ADS_2