Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 201 - Pelajaran Sejarah


__ADS_3

Mo Xun tersenyum dan berkata, "Apa yang sebenarnya Tuan Han Sen tertawakan sepertinya sangat menarik, apakah Anda tertarik untuk berbagi ?"


"Hahaha... bukan sesuatu yang besar. Aku tertawa karena cerita omong kosong yang terlalu dibuat-buat ini. Pantas saja Ras Manusia mengalami kemunduran besar, bahkan aku yakin orang yang mencatat sejarah ini tidak lain adalah orang bodoh yang sudah tidak tertolong." Han Sen memukul meja dan tertawa dengan keras.


Semua orang menelan ludah mereka dan harus mengakui bahwa keberanian Han Sen sangat luar biasa. Sejarah ini dibuktikan oleh Pemimpin Ras Manusia pertama dan terus diceritakan ke Generasi selanjutnya, jika Pemimpin Aliansi yang sekarang mendengar perkataan Han Sen pasti dia akan menghajarnya sampai mati.


"Hah... untuk seorang yang belum pernah melihat pemandangan sebagai orang yang berdiri dipuncak dunia berani menilai orang lain. Cih... orang itu tidak lain adalah seekor Anjing yang hanya bisa menggonggong."


Han Sen memutar gelasnya dan berkata, "Jika suatu hari Keluargamu dibunuh oleh seseorang dari Ras Manusia apa yang akan kau lakukan. Balas dendam karena mereka membunuh tanpa alasan yang jelas atau kau akan memaafkan mereka hanya karena mereka Ras Manusia ?"


"Jelas darah dibayar dengan darah... bahkan jika lawanku adalah Kultivator Alam Heaven aku akan mencoba yang terbaik untuk membunuhnya dengan segala cara." Kata Mo Xun dengan tegas.

__ADS_1


"Kau sudah tahu jawabannya dan kau sama sekali tidak memahami kebenaran. Adapun Kesombongan Surgawi yang membunuh tanpa pandang bulu, setiap sebab pasti ada akibat yang diperbuat. Apalagi mereka yang selalu berada diatas, setiap hari musuhnya akan menunggu kesempatan untuk melengserkannya dari tahta Penguasa. Siapa tahu bahwa mereka gagal memainkan rencana liciknya dan memicu kemarahan sang Penguasa."


Han Sen melanjutkan, "Jika dia memang seperti apa yang kau gambarkan maka setiap Kultivator yang berada di Alam Heaven seharusnya dia bunuh langsung. Kesombongan Surgawi memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukannya, tapi dia tidak melakukan itu dan fokus menempa dirinya."


"Apa yang Tuan Han Sen sangat masuk akal, tapi mengapa Tuan mengatakannya dengan percaya diri seolah tahu segalanya tentang Kesombongan Surgawi ?" Tanya Mo Xun dengan penasaran.


"Hm... aku hanya orang yang berada diposisi yang sama dengannya. Aku berasal dari Dunia Fana dan bisa dikatakan aku adalah Raja sekaligus orang terkuat disana, memang benar bahwa pandanganku saat itu masih sangat sempit tapi jika diumpamakan maka apa bedanya dengan menjadi Penguasa Alam Mistik. Kaya atau miskin itu tidak ada artinya bagiku seperti perbedaan Ras, apa yang aku kenal adalah musuh dan teman saja. Jika teman maka tidak ada alasan bagiku untuk membunuhnya namun jika itu musuh aku tidak akan segan." Han Sen mengatakan pola pikirnya.


Faktanya apa yang dikatakan oleh Mo Xun adalah kebenaran. Dirinya tidak pernah mau berada disisi manapun dan berpegang teguh dengan pendiriannya sampai sekarang, setiap orang memiliki peluang mereka masing-masing dan dia hanya perlu fokus kepada Keluarga dan dirinya sendiri.


Hidup di Dunia yang dipenuhi dengan Kultivator hanya memiliki pemikiran yang sederhana, mereka yang kuat dapat mengatur segalanya dan yang lemah tidak akan memiliki ruang. Keadilan hanya bisa diutarakan oleh mereka yang memiliki kemampuan.

__ADS_1


"Jadi seperti itu... aku tidak menyangka kalau orang sekuat Tuan Han Sen berasal dari Dunia Fana. Tidak banyak orang yang naik bisa memiliki pencapaian seperti Anda !" Kata Mo Xun dengan penuh kekaguman.


"Aku tidak tahu bagaimana sistem Dunia ini bekerja, namun alasan aku naik ke Alam Mistik karena memang penolakan dari Dunia Fana. Aku menerobos Alam Dao Fusion dan dikirim secara acak." Kata Han Sen dengan santai.


"Itu jauh lebih mengagumkan... tidak banyak orang dari Dunia Fana yang bisa melakukan terobosan seperti itu. Aku yakin pencapaian masa depan Tuan Han Sen akan lebih cerah dibanding orang tua sepertiku." Mo Xun berkata dengan jujur.


"Abaikan soal masa depan yang masih belum jelas, sepertinya kau memiliki tamu yang sedikit tidak menyenangkan yang datang kemari." Han Sen menyipitkan matanya dan samar dia bisa merasakan niat membunuh diluar.


Mo Xun juga baru sadar dan dia bergegas keluar, seorang Pria Tua berdiri diatas langit dan tersenyum kearahnya.


"Jie Meng... apa yang ingin kau lakukan dengan mengeluarkan niat membunuh seperti itu !" Teriak Mo Xun dengan marah.

__ADS_1


"Mengecewakan... hari ini akan menjadi hari peringatan lahirnya Tuan Kota yang baru yaitu aku Jie Meng."


__ADS_2