
Han Qing tidak mungkin salah dalam mengenali orang, sosok ini adalah Ayahnya yaitu Han Sen yang dulu sering memangkunya sewaktu kecil.
Penguasa Alam Mistik Kesombongan Surgawi Han Sen adalah orang pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai tingkatan Immortal adalah Ayahnya. Sejak perang besar dengan Klan Emosi kekuatan Ayahnya menjadi sangat kuat hingga mendapatkan penolakan, jadi waktu itu Ayahnya tidak memiliki pilihan selain pergi ke Alam Immortal sendirian.
"Kakak... apakah maksudmu dengan menyebut Tuan ini adalah Ayah ?" Tanya Han Yun dengan terkejut.
Han Sen tersenyum dan ekspresinya penuh dengan kelembutan, "Kalian sudah tumbuh besar dan secantik ibu kalian... tidak... kedua Putriku jauh lebih cantik dari mereka dan itu sudah pasti."
Han Sen memeluk mereka berdua dengan lembut dan merasa sangat lega. Han Qing menangis dan Han Yun masih sedikit bingung, namun yang jelas apa yang didepannya sekarang adalah Ayahnya dan dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa.
"Ayah... apa benar saat itu kekuatanmu terlalu kuat sampai mendapatkan penolakan dari Alam Mistik ?" Tanya Han Yun dengan penasaran.
"Kau masih belum mengerti... Surga memiliki aturannya sendiri, contohnya di Dunia Fana yang hanya menerima Alam Virtual. Begitu pula Alam Mistik yang hanya menerima Alam Heaven dan dibawahnya. Jika ada Kultivator yang sudah terlalu kuat maka itu akan mendapatkan penolakan, jika Ayah tetap disini waktu itu maka Ayah mungkin akan disambar oleh Petir Surgawi sampai mati." Jawab Han Sen dengan jujur.
"Lalu apakah Ayah akan pergi lagi ?" Tanya Han Qing dengan penasaran.
"Iya... maksimal aku bisa menyembunyikan Auraku hanya dua tahun. Tapi aku juga berniat membawa kalian semua pergi bersamaku, apakah kalian tidak tertarik untuk melihat Alam Immortal ?" Tanya Han Sen dengan santai.
__ADS_1
Mereka berdua sangat senang mendengar hal ini dari Ayah mereka. Han Sen menepi sebentar dan menanyakan banyak hal dan mengobrol bersama kedua Putrinya, dia juga penasaran kenapa mereka berdua bisa sampai ditempat ini.
Singkatnya Qing Lian dan yang lainya sepakat untuk membiarkan mereka keluar untuk mencari pengalaman sendiri. Mereka berlima juga tidak boleh mengungkapkan identitas mereka dan mengandalkan diri mereka sendiri agar tidak menjadi Anak yang dimanjakan.
Han Sen mengerti dengan cara pendidikan mereka tapi tetap saja dia cukup khawatir jika tidak ada penjagaan. Seharusnya mereka memberikan Pil Roh kemampuan yang dapat menjadi kartu as pelindung untuk mereka.
Dalam penglihatannya sekarang kelima Istrinya sedang berada di Istana Phoenix sembilan surga, latihan mereka cukup keras dan sekarang mereka berada di Tahap Akhir Alam Heaven.
Han Sen mengerutkan keningnya dan berkata, "Mereka bertiga benar-benar berani ?"
"Maksud Ayah... Kakak dan yang lainya ?" Tanya Han Yun dengan sedikit kesal.
"Pastikan Ayah memberikan mereka hukuman nanti. Kakak Han Jing sudah menjadi orang yang bodoh karena dipermainkan oleh lacur di Paviliun Sendai, dia jatuh cinta dengan seseorang Gadis disana dan walaupun Gadis itu hanya bermain sitar dan sudah memiliki pasangan Kakak Han Jing sangat bodoh sampai setiap hari pergi kesana untuk menemuinya." Kata Han Qing dengan sedikit memanasi Ayahnya.
"Ya." Han Sen menjentikkan jarinya dan menarik mereka langsung kearahnya.
Ketiga Putranya yang sedang bersenang-senang di Paviliun Sendai dilahap oleh kekuatan ruang, dalam sekejap mereka bertiga sudah muncul didepan Han Sen dengan kondisi mabuk yang berantakan.
__ADS_1
Mereka bertiga sangat pusing dan melihat kearah dua Saudarinya. Mereka masih bingung dan Han Jing merasa pernah melihat Pria yang bersama kedua Saudarinya.
Han Yun tersenyum dan berkata, "Kakak... Ayah mencari kalian bertiga ?"
"Ayah !" Han Jing membuka matanya lebar-lebar.
Han Liu dan Han Chai sangat terkejut mendengar hal ini. Han Jing menangis seperti orang bodoh dan memegang kaki Ayahnya.
"Kapan Ayah kembali ?" Tanya Han Jing dengan gugup.
"Baru saja... karena kalian bertiga adalah laki-laki maka aku akan sedikit keras menghukum kalian bertiga." Kata Han Sen dengan dingin.
"Ayah... apa salahku dan tolong jangan pilih kasih !" Kata mereka bertiga yang berlutut bersamaan.
Han Sen mengerutkan keningnya dan berkata, "Kedua Adikmu hampir saja celaka disini dan kau sebagai yang tertua malah bersenang-senang tidak jelas. Sebelum pergi aku mengatakan kalau Ibumu dan Adik-Adikmu akan berada dibawah perlindunganmu."
Han Sen melanjutkan, "Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan, tapi seharusnya kau menjadi contoh yang baik untuk mereka berempat dan mengutamakan Keluarga terlebih dahulu. Setelah kembali aku akan menghukum kalian secara pribadi dan sekarang aku sudah pulang !"
__ADS_1
Han Sen mengusap kepala mereka bertiga dan meredam kemarahannya. Han Jing dan yang lainya menghela nafas dan mengakui kesalahan mereka.