Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 351 - Akhir


__ADS_3

Han Sen membuka kembali matanya dan darah menyembur dari mulutnya. Sekarang semuanya sudah selesai dan masalahnya dia terjebak dalam turbelensi ruang, dia tidak tahu akan mendarat dimana jika dia memaksa keluar namun itu jauh lebih baik dari pada dia harus menunggu kematian.


Han Sen mendesak sisa Qi Alam miliknya dan membangun sebuah koridor. Segera dia masuk kedalam koridor itu dan tubuhnya diseret oleh kekuatan ruang yang mengamuk, Han Sen memaksakan dirinya untuk segera keluar.


Setelah beberapa waktu akhirnya dia melihat sebuah cahaya, Han Sen melewatinya dan terjatuh disebuah hutan yang sangat besar. Langit dipenuhi awan hitam dan petir terus menyambar dengan gila bersamaan dengan Hujan.


Han Sen menelan beberapa Pil Roh dan menyerap energi Alam. Kesadaran Ilahi Han Sen menyebar dan tidak sedikit kehidupan Beast disana, Han Sen sudah memahami situasinya dan tingkat kekuatan mayoritas beberapa Beast yang hanya mencapai Alam Virtual.


Kemungkinan besar ini adalah Dunia Fana namun berbeda dengan yang dulu. Masih banyak Dunia yang terbagi-bagi dan Han Sen sekarang tiba disalah satu tempat yang baru.


Han Sen memegang dadanya dan masuk kedalam Istana Ruang, disana Yao Wu sudah mengamati pertarungan Han Sen dan khawatir dengan kondisinya.


"Lukamu bagaimana ?" Tanya Yao Wu sambil membantu Han Sen berjalan kesinggasana Han Sen.

__ADS_1


Han Sen duduk bersama Yao Wu dan berkata, "Aku tidak apa-apa... masalahnya sekarang adalah kita tidak bisa kembali ke Alam Immortal. Akibat benturan Divine Dao milikku dan Dewa Iblis sekarang Ruang Hampa menjadi kacau, butuh waktu yang lama untuk tenang kembali dan kita akan tinggal disini sambil menunggu Ruang Hampa menjadi stabil."


Han Sen tidak memiliki keberanian untuk melakukan teleportasi, takutnya dia akan masuk kedalam kondisi yang sama dan dikirim ketempat yang berbeda. Mungkin lebih parahnya lagi dia bisa menerima kerusakan akibat Turbelensi kekuatan Ruang Hampa, jadi lebih baik untuk bermain aman.


Yao Wu tersenyum dan melihat ekspresinya membuat Han Sen sedikit penasaran, "Kenapa kau merasa sangat senang ?"


"Tidak juga... aku senang karena semua bahaya sudah berhasil kau singkirkan. Sekarang Alam Immortal akan aman bukan ?" Yao Wu terlihat sangat senang.


"Aku rasa begitu... tanpa diriku seharusnya ketiga Master Domain itu bisa mengurus sisanya, Wilayah kita juga tidak mungkin kosong karena masih ada Anak-Anak dan mereka berenam." Jawab Han Sen dengan jujur.


Sejujurnya siapa yang peduli dengan Alam Immortal, Yao Wu hanya merasa senang karena dia akan tinggal berdua bersama dengan Han Sen dan itu bukan waktu yang singkat.


Harus dia akui bahwa berkumpul bersama semua anggota Keluarga mungkin terasa hangat dan menyenangkan. Namun jarang baginya mendapatkan kesempatan berdua bersama dengan Han Sen.

__ADS_1


Yao Wu mengambil air untuk Han Sen dan membantunya membersihkan tubuhnya, dia menunjukan pelayanan seorang Istri yang nyata dan membantu Han Sen untuk memulihkan energinya.


Hanya dalam beberapa minggu Han Sen merasa dirinya sudah membaik. Namun sekarang dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan, Yao Wu yang melihat hal ini tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Ada apa ?"


"Entahlah... aku bingung harus melakukan apa, pasti akan sangat membosankan untuk berdiam diri disini. Jangankan untuk berlatih... aku sekarang sudah berada di Puncak dan Tingkatan yang baru yang aku sebut sebagai Tingkat Penguasa Suci." Jawab Han Sen dengan jujur.


"Itu hal yang wajar... kau selalu sibuk berlatih dan berpergian hingga lupa memanjakan Istrimu yang sangat banyak. Setelah kau mendapatkan apa yang kau inginkan kenapa kau menjadi sangat bingung !" Kata Yao Wu dengan santai.


Han Sen menghela nafas dan membawa Yao Wu kedalam pangkuannya, "Jadi Istriku ini ingin dimanjakan oleh Suaminya dan mengijinkannya untuk bertindak liar ?"


"Bagaimana menurutmu Suamiku ?" Yao Wu tersenyum dan menantikannya.


Han Sen menarik ikat pinggang Yao Wu dan perlahan melepaskan pakaiannya, "Sepertinya aku tidak akan bosan ketika sudah seperti ini !"

__ADS_1


Han Sen mencium bibir Yao Wu dan membawanya ketempat tidur, mereka berdua bercinta dengan liar dan Han Sen merasa senang dengan perkembangan ini. Hari-hari mereka habiskan dengan tawa bersama, sesuai dengan apa yang Yao Wu harapkan bahwa dia merasa sangat senang karena dapat berdua bersama dengan Han Sen.


Mereka tidak perlu memikirkan hal yang lain dan cukup menikmati waktu berdua dengan nyaman, Han Sen tidak keberatan untuk bersama dengan Yao Wu dan sebaliknya hari-hari mereka dipenuhi dengan cinta.


__ADS_2