
Dilapisan ketiga seorang Pria Tua dengan rambut hitam yang berkibar perlahan membuka matanya, didahinya terdapat tato Pedang yang memancarkan Aura yang mengerikan.
Pria itu adalah Tian Yan yang merupakan Dewa Pedang yang merupakan Kaisar sebenarnya dari Kekaisaran Pedang. Hewan Peliharaan yang sudah dia minta untuk mengurus bocah-bocah sekarang sudah hancur, kali ini dia yakin bahwa ada seorang pendatang yang akhirnya memiliki kemampuan yang hebat.
"Generasi ini sepertinya melahirkan sosok yang jenius. Jika kau bisa menahan ini maka aku akan datang kepadamu secara langsung !" Tian Yan menjentikkan jarinya dan tato didahinya memancarkan cahaya.
Qi Pedang yang sangat ganas memadat dan melesat keatas langit dengan kecepatan yang luar biasa.
Han Sen tiba-tiba berhenti dan segera berbalik, dia mendorong Liu Shuang untuk pergi menjauh dan kilatan cahaya Qi Pedang yang sangat ekstrem melesat kearah dirinya.
Tangan Han Sen berubah menjadi cakar naga dan dia menangkap Qi Pedang itu. Kekuatan Qi Pedang itu sangat kuat dan hanya memegangnya saja dia sudah merasakan kesakitan ditangannya seolah ratusan jarum yang menembus dagingnya.
Han Sen terseret kebelakang dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya menabrak tebing yang sangat besar dan momentum Qi Pedang itu akhirnya menghilang.
__ADS_1
Tangan Han Sen meneteskan darah dan sorot matanya menjadi lebih tajam. Kemampuan Qi Pedang ini sama sekali tidak dibawahnya, tidak seharusnya orang Dunia Fana memiliki keterampilan seperti ini.
Sekilas Han Sen dapat menebak kemungkinan bahwa orang ini mungkin orang yang disebut Dewa Pedang. Kekuatannya berada di Tahap Akhir Alam Virtual dan dirinya yang sekarang tidak akan mampu untuk melawannya.
Liu Shuang dan yang lainya sangat khawatir dengan Han Sen. Sekarang monster tua itu sudah bergerak dan nyawa mereka semua tentunya dalam bahaya.
"Niu Fan bukan... sekarang orang ini sedang menuju kemari. Aku sama sekali bukan tandingan dari orang ini." Han Sen memberikannya sebuah Plat Array dan Token, "Itu adalah Array Teleportasi yang dapat mengirim kalian semua kembali ke Kerajaan Xianjiang"
"Itu benar Kakak Han... ayo pergi bersama-sama dan kembali. Orang itu adalah penyebab dari bencana ini, dia sangat kuat dan mustahil bagi kita melawannya." Liu Shuang memegang lengan Han Sen dan berharap agar mereka bisa selamat.
Han Sen mengusap wajah Liu Shuang dan dengan cepat dia membuatnya pingsan hanya dengan sedikit dorongan Auranya. Han Sen memberikan Liu Shuang kepada Zhi Xin dan mempercayakan dirinya kepadanya.
"Jumlah kalian sangat banyak dan waktu tidak akan bekerjasama. Orang ini akan segera datang... aku akan tinggal disini dan mengulur waktu untuk kalian, jika Chai Ying menolak untuk pergi atau siapapun itu maka paksa mereka dengan cara yang sama." Kata Han Sen dengan tegas.
__ADS_1
Zhi Xin mengerutkan keningnya dan berkata, "Apakah kau itu bodoh... kau berkata kalau dirimu bukan lawannya. Bukankah itu sama saja dengan kau bunuh diri... "
Niu Fan menghentikan Zhi Xin dan memberi hormat, "Dalam hidup ini aku tidak pernah melihat seseorang sepertimu... kau adalah Pria yang layak mendapatkan rasa hormat dariku."
"Pengecut... apa yang sebenarnya kau katakan Niu Fan, apakah kau berniat lari dan membiarkan Han Sen mati disini sendiri." Teriak Zhi Xin dengan marah.
"Diam... Pria yang sudah bertekad tidak layak mendapatkan belas kasihan. Seharusnya kau tahu bahwa diantara kita Han Sen adalah yang terkuat, bahkan jika kau tetap tinggal kita hanya akan menjadi beban untuknya. Jika Dewa Pedang Tian Yan ikut pergi ke Kerajaan Xianjiang maka situasinya akan menjadi lebih berhaya, maka dari itulah dia yang mengambil peran ini. Apakah kau pikir aku tidak malu dengan kemampuanku yang lemah ini !" Teriak Niu Fan dengan rasa frustasi.
Zhi Xin sama sekali tidak bisa menjawab perkataan Niu Fan, mereka berdua memberi hormat dan sangat berterimakasih kepada Han Sen. Segera mereka berdua pergi dan bersiap untuk memindahkan semua orang untuk melewati bencana ini.
Han Sen merasa sangat lega dan Aura yang kuat meledak-ledak dari dirinya. Segera dia terbang menuju kearah yang berlawanan dan bersiap untuk mengahadapi Dewa Pedang.
Sorot matanya dipenuhi keberanian dan sangat tegas. Walaupun dia tahu dirinya bukan lawan Dewa Pedang Tian Yan saat ini, tapi Han Sen sudah tidak peduli lagi. Sekarang dia hanya perlu melawannya dan hidup matinya adalah sebuah takdir, hal ini sudah bukan sesuatu yang baru baginya dan pengalamannya melawan musuh yang lebih kuat darinya tidaklah sedikit.
__ADS_1