Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 283 - Makhluk Berakal Sempit


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya mereka sampai disebuah tempat. Didepan Han Sen sekarang terdapat sebuah lorong besar dan energi Spiritual yang melimpah dapat mereka rasakan.


"Jika Senior Han Sen mengikuti jalan ini maka disanalah tempat Kelabang Baja. Tidak seperti Ratu Serangga, Kelabang Baja hidup sendiri dan tida berkelompok. Namun harap berhati-hati... kekuatannya benar-benar besar !" Kata Cai Die yang memperingatkan Han Sen.


Han Sen mengusap kepala Cai Die dan berkata, "Tenanglah... sekarang kau tunggu disini dengan patuh dan jangan pernah berpikir untuk masuk kedalam."


Han Sen bergegas masuk dan menyembunyikan Auranya dengan sempurna. Hanya dalam waktu yang singkat dia mencapai ujung dan melihat kebawah, disana Kelabang Baja sedang tidur dengan santai.


Apa yang dikatakan Cai Die sangatlah benar bahwa didinding tempat ini menyimpan sangat banyak Kristal Sumber. Kemungkinan besar karena keberadaan Kelabang Baja tidak ada satupun orang yang berani menambang disini, melihat kesempatan emas ini Han Sen tidak bisa melewatkannya.


Han Sen melompat kebawah dan Pedang ditangannya mulai berdengung. Kelabang Baja tiba-tiba mengayunkan tubuh bagian bawahnya dan hal ini mengejutkan Han Sen.


*Bang.*


Han Sen menggunakan lapisan Qi Alam untuk melindungi dirinya. Tubuhnya ditampar dengan sangat keras hingga menabrak dinding, Han Sen merasa kesal karena diperdaya oleh Kelabang Baja.

__ADS_1


"Sialan... sejak awal dia sudah sadar kalau aku masuk kedalam wilayahnya. Bajingan ini pura-pura tidur dan menipuku !" Kata Han Sen sambil meludahkan darah.


"Semut rendahan yang tidak tahu diri berani mengusikku. Sepertinya peringatan yang terakhir kali aku berikan masih belum cukup bagi kalian !" Cambuk Baja yang sangat kuat melesat kearah Han Sen.


Dengan panik Han Sen melompat untuk menghindari Cambuk itu, dia mengayunkan Pedangnya dan Qi Pedang membentuk bilah yang melesat langsung kearah Kelabang Baja.


*Klang.*


Bilah itu hanya sedikit menggores pertahanan Kelabang Baja dan tidak memberikan luka sama sekali. Pertahanannya memang benar-benar kuat dan Han Sen benar-benar terkejut dibuatnya.


"Seranganmu sama sekali tidak berguna untukku !" Kelabang Baja berputar-putar dan menciptakan pusaran angin yang cukup besar.


Untungnya lukanya tidak terlalu dalam dan mudah dipulihkan. Sekarang dia benar-benar mendapatkan lawan yang layak, untuk memenangkan pertarungan ini Han Sen harus memikirkan cara yang efektif untuk melumpuhkan Kelabang Baja.


"Coba terima pukulan dari semut ini jika kau memiliki keberanian !" Han Sen mendesak Qi Alam miliknya dan meninju kedepan.

__ADS_1


Petir emas menyembur dari tinjunya dan membentuk sebuah Naga Petir dengan daya hancur yang besar. Kelabang Baja tersenyum dan baginya kekuatan ini masih kurang, namun dalam jarak dua meter darinya Naga Petir itu meledak dan menciptakan gelombang ledakan yang mengguncang tempat itu.


Seluruh tempat tertutup dengan debu dan Han Sen berubah menjadi bayangan hitam. Gerakannya sangat cepat dan dia muncul didepan mata Kelabang Baja, mata Han Sen memancarkan sinar kekuatan jiwa yang kuat dan menyerang langsung kesadaran Kelabang Baja.


Kelabang Baja meraung kesakitan dan cambuk bajanya berayun mengenai Han Sen, tubuhnya sekali lagi terlempar dan tangan kiri Han Sen patah karena kerasnya cambuk itu.


Kelabang Baja memang memiliki pertahanan yang kuat, namun karena dia terlalu meremehkan musuhnya akhirnya Han Sen dapat menciptakan peluang dengan memberikan serangan kekuatan jiwa.


"Masih belum cukup... Teknik Raungan Jiwa Naga Surgawi." Han Sen meraung dengan keras dan gelombang kekuatan jiwa yang sangat kuat membombardir Kelabang Baja.


Bayangan Jiwa Naga Surgawi terlihat jelas dan Kelabang Baja merasakan tekanan yang luar biasa. Han Sen tidak bisa mengalahkannya dalam adu kekuatan, namun dengan mengacaukan sedikit pikiran Kelabang Baja hal ini akan menciptakan peluang dalam serangannya.


Han Sen merobek ruang dan muncul diatas dinding langit. Qi Alam dituangkan langsung kedalam Pedangnya dan Han Sen melesat kebawah seperti meteor hitam.


Api Petir Hitam yang kuat menyelimuti Pedangnya dan Han Sen menerjang langsung kepala Kelabang Baja. Pedangnya menembus kepala Kelabang Baja dan memakunya ditanah, keganasan Api Petir Hitam membuat pertahanan Kelabang Baja runtuh

__ADS_1


"Kalian para Beast semuanya adalah makhluk yang berakal sempit. Terlalu bangga dengan kekuatanmu sendiri bukanlah hal yang buruk, tapi meremehkan lawan yang jelas memiliki peluang untuk membunuhmu adalah tindakan yang bodoh." Han Sen menarik kembali Pedangnya dan darah menyembur.


Kelabang Baja mati karena kepalanya yang dihancurkan, Han Sen cukup puas dengan mayat Kelabang Baja ini dia bisa memperkuat ketahanan dari Pedangnya dan usahanya tidak berakhir dengan percuma.


__ADS_2