Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 76 - Ayah Angkat


__ADS_3

Siang harinya Han Sen dan Yao Wu sampai di Kota Kayu, sekarang mereka berada didepan pintu masuk kediaman Keluarga Shi. Penjaga pintu yang melihat kedatangan mereka segera masuk dan melaporkannya kepada Kepala Keluarga.


Shi Feng dan para Tetua menyambut kedatangan Han Sen, "Oh... kau datang mari masuk dan berbicara, ngomong-ngomong siapa Gadis cantik yang bersama denganmu ?"


Han Sen melirik Yao Wu dan segera Yao Wu memberi hormat, "Gadis ini adalah Putri ketiga Kerajaan Xianjiang. Nama saya adalah Yao Wu dan merupakan Kekasih Han Sen, karena Han Sen menganggap Anda sebagai Ayah Angkat maka saya juga akan menganggapnya sama. Anda bisa memanggil langsung nama saya dan jangan terlalu formal."


Semua orang terkejut dengan keberadaan Yao Wu dan tidak menyangka kalau Han Sen akan memiliki hubungan dengannya. Mereka semua masuk kedalam Aula dan tidak seperti sebelumnya, mereka sekarang tersenyum dan berbicara dengan ramah.


Namun Han Sen tidak akan pernah peduli dengan mereka, jika bukan karena Shi Feng mungkin Keluarga pertama yang dia hancurkan setelah Keluarga Lei adalah Keluarga Shi.


"Paman... sebelumnya terimakasih karena sudah mengantar para Pelayan !" Kata Han Sen dengan jujur.


"Itu hanya masalah kecil... tapi dimana setengah tahun kau menghilang ?" Tanya Shi Feng dengan penasaran.


"Seperti yang Paman tahu... Kota Api sekarang menjadi tanggung jawabku. Setelah mengurus Beast yang kuat aku melakukan sebuah terobosan dan berlatih didalam Lembah. Belum lagi pada saat aku kembali salah satu Tetua dari Sekte Langit Iblis membuat kekacauan, jadi aku membunuhnya ditempat." Kata Han Sen dengan tegas.

__ADS_1


Shi Feng dan yang lainya sudah mendengarkan kabar ini. Namun anehnya Sekte Langit Iblis meminta maaf kepada Raja dan menawarkan perlindungan mereka setelah Han Sen membuat gerakan.


Namun apa yang mereka tidak pahami adalah bagaimana cara Han Sen membunuh Kultivator yang basis Kultivasinya jauh diatasnya. Bertarung dengan Keluarga Fan seorang diri dan memenangkannya dengan berani, momentumnya benar-benar sangat luar biasa.


"Sepertinya kami para Orang tua tidak bisa dibandingkan dengan Generasi muda seperti kalian. Aku benar-benar malu karena tertinggal jauh olehmu, waktu berlalu dengan cepat dan Bocah yang dulu lemah sekarang sudah menjadi Naga yang sebenarnya." Kata Shi Feng dengan penuh kejujuran.


Han Sen mengeluarkan sebuah Botol dan Qi yang lembut menyelimutinya. Perlahan Botol itu melayang kearah Shi Feng dan berhenti ditangannya.


"Minumlah Paman... itu adalah salah satu hadiah yang sudah aku siapkan untukmu !" Kata Han Sen dengan santai.


Shi Feng mengangguk dan meminum semuanya tanpa ragu. Perlahan aliran panas yang nyaman membuat tubuhnya merasa sangat segar dan Auranya melonjak dengan gila, semua orang dapat merasakan kengerian ini dan berpikir kalau Shi Feng akan menerobos ke Alam Nascent Soul.


"Ugh." Shi Feng bergegas keluar dan semua orang mengikutinya kecuali Han Sen dan Yao Wu.


Auranya terus melonjak dan Shi Feng bukan hanya menerobos Alam Nascent Soul, melainkan dia melakukan terobosan sampai Tahap Menengah Nascent Soul.

__ADS_1


"Jangan ganggu... biarkan Paman menerobos dengan tenang. Aku akan kembali ketempatku !" Han Sen membawa Yao Wu dan terbang kembali ke Rumahnya.


Yao Wu terlihat sangat bersemangat dan sampainya disana dia meminta Han Sen untuk membantunya berlatih. Han Sen memurnikan Pil Roh untuknya yang akan membantunya membentuk Kesadaran Ilahinya.


Yao Wu menunggunya dan menikmati waktunya sekarang. Han Sen cukup terampil dalam pemurnian Pil Roh dan ini cukup menarik minatnya untuk melihat.


Keringat mengalir dari dahi Han Sen dan Yao Wu segera mengusapnya dengan sapu tangan. Han Sen tersenyum kearahnya dan dia tidak pernah menyangka bahwa kesenangan semacam ini akan membangunkan rasa nyaman.


"Kau cukup terampil dalam pemurnian Pil Roh... kapan kau mempelajarinya ?" Tanya Yao Wu dengan penasaran.


"Serikat Alkemis tidak akan sebanding denganku... jangan lupa bahwa aku adalah orang yang menyembuhkan Ayahmu. Jika kau menginginkan sesuatu maka datang saja kepadaku, aku pasti akan membuat apa yang kau mau tapi tidak gratis." Kata Han Sen dengan santai.


"Ugh... pada akhirnya semuanya tidak gratis. Aku tidak akan mampu membayarnya jika dengan semua tabunganku." Kata Yao Wu dengan kesal.


"Siapa juga yang menginginkan Batu Roh... jika itu dirimu maka aku bisa membuat pengecualian. Kau bisa membayarnya dengan tubuhmu... kau tahu bukan kalau nafsu makanku itu cukup besar." Kata Han Sen dengan sedikit menggoda.

__ADS_1


Yao Wu terlihat malu dan melihat sekitarnya, dia sudah sering mendengar kata ini dan entah mengapa dia tidak akan pernah terbiasa jika Han Sen yang menggodanya.


__ADS_2