Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 68 - Immortal Bai Limo


__ADS_3

Seminggu penuh Han Sen tidak sadarkan diri dengan semua lukanya, perlahan dia membuka matanya dan berada didalam Kolam kecil.


"Yo... Nak... kau sudah bangun ?"


Han Sen segera berdiri dan melihat sebuah Buku Emas yang berdiri diatas meja. Sebuah gumpalan cahaya keluar dari Buku itu dan jiwa seorang Pria yang terlihat gagah menampakan wujudnya.


"Jangan terlalu waspada... aku hanya sebuah sisa jiwa yang sengaja aku tinggalkan di Buku Emas Rahasia Alam. Bukankah kau seharusnya berhutang karena aku sudah membantumu memulihkan dirimu !"


"Siapa kau sebenarnya ?" Tanya Han Sen dengan dingin.


"Aku Bai Limo... aku dikurung disini sampai mati dan sekarang hanya tersisa sisa jiwaku." Kata Bai Limo dengan santai.


Han Sen merasakan kalau Bai Limo tidak sesederhana apa yang dia lihat, "Kau dikurung disini oleh siapa, sangat sedikit orang yang dapat menciptakan medan seperti ini. Jangan bilang bahwa kau adalah seorang Immortal !"


"Bisa disebut seperti itu... tapi kau sedikit menarik mengingat sebab dan akibat yang kau miliki sangat luar biasa. Bahkan aku sudah menawarkan keselamatan padamu dan kau masih tetap memilih bertarung sampai akhir, keberanianmu layak untuk dipuji." Kata Bai Limo dengan penuh kekaguman.

__ADS_1


Han Sen sangat terkejut dan tidak percaya bahwa Dunia Bawah ini terhubung langsung dengan Alam Immortal. Namun jika benar maka Han Sen mungkin bisa mendapatkan pencerahan dari Bai Limo, ini akan menjadi langkah besar baginya untuk menjadi Immortal.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan tapi aku tidak akan menjawabnya. Kau itu membuang bakatmu yang berharga, bukan hanya dikehidupanmu yang dulu bahkan sekarangpun kau masih tidak menyadarinya." Kata Bai Limo dengan santai.


"Ternyata aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari mata Anda. Bisakah Anda memberikan sedikit pembelajaran, aku sudah mencapai posisi Puncak di Alam Mistik dan bahkan Kultivator Alam Heaven tidak bisa menandingiku. Kenapa aku gagal menerobos Alam Immortal ?" Tanya Han Sen dengan sopan.


"Kami Immortal disebut juga makhluk abadi... namun semua itu tidak lebih dari omong kosong belaka. Kami para Immortal juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda, singkatnya ada dua faktor yang membuatmu tidak bisa menerobos Alam Immortal."


Bai Limo melanjutkan, "Pertama kau tidak membentuk Inti Immortal didalam tubuhmu, tapi semua ini bukan salahmu. Setiap tingkatan pasti terdapat misteri dan pencerahan, hanya saja kau tidak bisa memahaminya. Cara membentuk Inti Immortal didalam tubuhmu adalah dengan memiliki Divine Dao, selama kau tidak membentuk Inti Immortal maka seratus kalipun kau mencoba hasilnya masih akan tetap gagal."


Han Sen menguasai kelima elemen dan memiliki pemahaman Dao kelima elemen sampai dengan puncaknya. Jadi dia cukup penasaran dengan apa yang disebut dengan Divine Dao yang sebenarnya.


"Tentu saja berbeda... Divine Dao mengandung kekuatan hukum sebab dan akibat. Kau pikir membuat Ruang dan menciptakan Dunianya sendiri seperti ini bisa dilakukan oleh semua orang, lalu bagaimana menurutmu dengan Seni Qi Alam yang baru saja kau pelajari itu ?" Tanya Bai Limo tentang pendapat Han Sen.


"Luar biasa." Han Sen mengatakan pendapat yang sebenarnya.

__ADS_1


Seni Qi Alam dapat memanfaatkan energi disekitarnya dan berkat itulah Han Sen dapat mengeluarkan Teknik Jari Dewa Kematian, itu hampir seperti Alam menyediakan kekuatan untuknya dan selama Alam masih bernafas maka Han Sen hampir mustahil untuk kehabisan energi.


Bai Limo menunjuk Buku Emas dan berkata, "Pemahaman itu berasal dari Buku Emas Rahasia Alam... kau sudah merasakan manfaatnya sendiri dan itulah yang disebut dengan Divine Dao yang mengandung sebab dan akibat. Ketika aku memiliki waktu luang aku sengaja menyalin dan melemparnya keluar, sepertinya takdirlah yang membuatmu dapat mempelajarinya. Ketika kau sudah membentuk kesembilan Cincin Semesta maka itu akan menjadi hari Inti Immortal terbentuk."


Han Sen tersenyum puas dan dalam kehidupan ini dia sudah melangkah kejalan yang benar untuk menjadi seorang Immortal.


"Tapi masalahnya sekarang saluran irigasi sengaja ditutup oleh beberapa penguasa disana, bahkan sekalipun kau sudah membentuk Inti Immortal mustahil bagimu untuk naik." Kata Bai Limo dengan santai.


Han Sen mengepalkan tinjunya dan merasa tidak senang, "Kenapa mereka melakukan hal yang tidak berguna seperti itu. Setiap orang memiliki kesempatannya sendiri, bagaimana mungkin mereka memutuskan hal yang tidak berguna dengan memblokir..."


"Itu karena sebuah ramalan...jutaan tahun yang lalu terdapat seorang Immortal yang sangat hebat yang dapat membaca masa depan. Karena dia membaca terlalu jauh maka hasilnya dia mati secara menyedihkan dibawah hukuman Surga."


Bai Limo melanjutkan, "Seorang akan berdiri diatas segalanya dan merubah era, orang itu akan membawa takdir kehancuran yang besar. Kekuatannya bahkan dapat memanipulasi waktu !"


Han Sen sedikit geli dan berkata, "Kita sudah besar dan kenapa harus percaya dengan omong kosong yang dikatakan secara acak."

__ADS_1


"Yah... kau memang benar... awalnya aku memang tidak percaya, tapi sekarang ramalan itu sudah tepat berada didepanku." Kata Bai Limo sambil menatap Han Sen dengan serius.


__ADS_2