
Han Sen memeluk Yao Wu dengan erat dan tidak berniat untuk melepaskannya, Yao Wu merasa senang dengan hal ini dan senyum yang dia tunjukan terlihat sangat cerah.
"Apakah kau sudah puas ?" Tanya Han Sen sambil mengusap perut Yao Wu.
"Mungkin... aku penasaran dengan apa yang sedang Putra Bodohku lakukan sekarang ?" Tanya Yao Wu dengan penasaran.
"Putra kita itu sangat jenius dan berbakat, kau tidak perlu mengkhawatirkannya sama sekali. Aku pikir dengan sifatnya setelah kembali nanti kita akan menjadi Kakek dan Nenek dari seorang Anak." Kata Han Sen dengan jujur.
"Cih... aku masih muda dan siapa yang ingin menjadi Nenek. Penampilan kita tidak mungkin menua dan Han Jing harus menikah dengan orang yang tepat, aku sudah mendengar bahwa dia sering ditipu jika aku memiliki menantu yang buruk maka aku menendangnya bersama Istrinya nanti." Kata Yao Wu dengan kesal.
"Tenang saja... bahkan jika kau sudah menua aku tetap akan memberikanmu kasih sayang." Han Sen mencium bibir Yao Wu dan menidurinya seharian penuh.
Setelah mereka membersihkan semua kotoran ditubuh mereka Han Sen mengajak Yao Wu keluar dan berjalan-jalan. Kultivasi mereka disembunyikan dengan baik dan saat ini mereka terlihat seperti sepasang orang biasa yang sedang berjalan-jalan di Hutan Petir.
Han Sen menggandeng tangan Yao Wu dan mereka terlihat cukup senang, tidak perlu terbang dan mereka hanya berjalan dengan lambat menikmati suasana yang menyenangkan.
__ADS_1
Yao Wu mengerutkan keningnya dan melihat seekor Rusa Petir yang berlari kearah mereka berdua. Yao Wu memelototinya dan Rusa Petir itu seketika berhenti dan terlihat seperti anjing yang patuh.
"Kecerdasannya tidak buruk... dia tahu kalau melawan kita sama saja dengan mencari kematian !" Yao Wu mengelus Rusa Petir itu dan terlihat santai.
"Rusa ini hanya berada di Alam Virtual... untuk seukuran Beast di Dunia Fana dia cukup kuat dengan Atribut Petir. Tapi sepertinya dia baru saja selesai bertarung dan melarikan diri dari sesuatu !" Kata Han Sen dengan santai.
Beberapa orang mulai bermunculan dan jumlahnya hampir mencapai 20 Kultivator Alam Divine Sea dan 5 orang lainya berada di Alam Virtual. Mereka melihat kearah Han Sen dan Yao Wu, buruan mereka Rusa Petir juga ada disana dan ini membuat mereka sedikit canggung.
Seorang Pria muda turun bersama kelima Ahli itu dan berkata, "Rusa Petir adalah buruan dari Tuan Muda ini, apakah Tuan bermaksud untuk merebut hasil kerja keras kami ?"
Pria itu menatap Yao Wu dengan tatapan yang penuh dengan hasrat, "Bunuh Pria dan pastikan wanitanya tetap hidup, Tuan Muda ini ingin membungkam mulutnya karena berani mengusik..."
"Mati." Yao Wu menjentikkan jarinya dan meledakan kepala lima Ahli Alam Virtual.
Pria itu merasa sangat terkejut tiba-tiba pandangannya mulai kabur, kepalanya berputar-putar dan terjatuh ditanah. Yao Wu membunuh mereka tanpa membuat gerakan yang spesial.
__ADS_1
Yin Qi miliknya sangatlah ganas dan tidak membutuhkan banyak usaha untuk membunuh orang lemah seperti mereka. Semua orang yang melihat kengerian Yao Wu berlari ketakutan dan tidak memiliki keinginan untuk bertarung.
"Kau cukup kejam !" Kata Han Sen dengan sedikit geli.
"Siapa suruh dia melihatku seperti itu dan berniat buruk. Mereka harus tahu bahwa kita bukan orang yang dapat mereka lawan, bahkan jika seekor semut menggigit maka dia layak untuk ditampar sampai mati." Kata Yao Wu dengan tegas.
"Baiklah." Han Sen membawa Yao Wu menaiki Rusa Petir.
Han Sen menyuruh Rusa Petir untuk berkeliling tempat itu dan menunjukan sesuatu yang bagus kepadanya. Rusa Petir itu mengerti dan bergegas pergi lebih dalam ke Hutan Petir.
Setelah berkeliling mereka tidak mendapatkan apapun yang berharga. Sebaliknya beberapa orang datang untuk membalas dendam, namun mereka semua dipukuli oleh Yao Wu dan ini sangat menarik untuk Han Sen.
Kabar mengenai dua pasangan Ahli di Hutan Hujan Petir menyebar dengan cepat. Tentunya Han Sen juga tidak peduli dan walaupun pihak lain melakukan pendekatan mereka semua dikirim kembali dengan paksa.
Bahkan seorang Kultivator Alam Dao Fusion tidak akan berdaya didepan kedua Ahli itu, kabar mengatakan bahwa kedua Ahli itu adalah keberadaan yang tak tertandingi dan banyak orang yang ingin melihat seperti apa sosok mereka.
__ADS_1