
Raja Gagak Neraka terlihat sangat marah dan berkata, "Mengacau ditempatku dan membunuh bawahanku. Aku pasti akan membakarmu hidup-hidup didalam Api Neraka Raja ini !"
"Omong kosong... kau sudah bertindak diluar batasanmu. Bahkan jika disini ada Phoenix sekalipun dia tidak akan bisa menyelamatkanmu !" Han Sen melompat kearah Gagak Neraka dan menghunuskan Pedangnya.
Gagak Neraka dapat merasakan sensasi yang menakutkan dari Pedang Kekacauan. Gagak Neraka menghindarinya dengan sangat cepat, dia unggul dalam kecepatan dan kali ini dia tidak akan mengabaikan lawannya.
Indra Han Sen dapat mengikuti kecepatannya namun tidak untuk reaksi tubuhnya. Perbedaan satu Tahap saja sudah sangat sulit, namun Han Sen memiliki segudang cara untuk membunuhnya.
Han Sen menganggkat Pedang Kekacauan dan mendesak Qi Alam dalam jumlah yang besar, Qi Pedang Hitam membentuk sebuah kubah yang menjadikan Han Sen sebagai pusatnya.
"Sialan... tidak ada celah sama sekali !" Gagak Neraka mundur dengan cepat dan terbang tinggi diatas langit.
Api Neraka menyelimuti tubuhnya dan Gagak Neraka mengambil wujud sempurnanya. Aura yang panas menyebar kesegala arah dan Gagak Neraka berniat membunuh Han Sen.
__ADS_1
Han Sen menginjakan kakinya ditanah dan menatap keatas langit dengan penuh kebencian, dirinya sengaja menciptakan kubah dimana dia tidak akan memberikan celah dalam pertarungan sehingga memaksa Gagak Neraka menerjang langsung kearahnya.
Pemikiran dari Ras Monster itu sangat sederhana dan mereka sangat bangga dengan kekuatan mereka. Walaupun ini sangat beresiko karena menghadapi kekuatan penuh Gagak Neraka namun hanya ini peluang besar yang Han Sen miliki.
Kesadaran Ilahi Han Sen menyebar dan dia merasakan nafas Liu Shuang, "Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja... entah kau atau aku yang mati itu akan ditentukan dengan serangan ini !"
"Apa yang coba sampah sepertimu katakan... selain dari keagungan sang Phoenix Raja ini tidak akan terkalahkan." Teriak Gagak Neraka dengan Aura Panas yang menakutkan.
Gagak Neraka menukik kebawah dan kobaran Api neraka ditubuhnya menciptakan gelombang yang menakutkan. Han Sen memasang kuda-kudanya dan menyerap energi Alam dalam jumlah yang besar.
Benturan dari kekuatan mereka memiliki dampak yang mengerikan. Area itu hampir hancur total dan Gagak Neraka mendapatkan luka yang keras, retakan ruang hampa yang besar terbuka dan daya hancur yang mereka tunjukan sangat luar biasa seperti badai.
Gagak Neraka terluka sangat keras dan Qi Kekacauan mengamuk disekitarnya. Sekarang dia harus mengakui kalau masalah terbesar yang dimilikinya adalah Pedang ditangan Han Sen, Pedang itu memancarkan Aura yang sangat mengerikan dan kemungkinan itu adalah Artifak Kekacauan.
__ADS_1
"Aku harus meminta bantuan Sang Phoenix !" Gagak Neraka berniat untuk lari.
Namun Han Sen menerobos Badai Aura dengan paksa, wujud Naga Surgawi yang ukurannya tiga kali lebih besar dari Gagak Neraka mencengkram sayapnya. Han Sen merobek kedua sayap dari Gagak Neraka dan darah menyembur dari punggungnya.
Tekanan Jiwa yang sangat kuat membombardir tempat itu. Gagak Neraka tidak tahu kalau Han Sen memiliki bentuk Naga yang mengerikan, segera dengan sisa kekuatannya Gagak Neraka terbang pergi dari tempat itu.
Kepala Naga Surgawi keluar dan menyemburkan Api Hitam dengan Petir Emas yang kuat, Gagak Neraka menjadi sangat panik dan tidak bisa menghindarinya. Jiwanya meninggalkan tubuhnya dan melarikan diri, gelombang penghancur yang sangat kuat membakar langsung tubuh Gagak Neraka menjadi abu dan Han Sen meraung dengan marah.
"Kau menyebut dirimu Raja didepanku... tapi malah kabur seperti seorang pengecut." Han Sen masih terlihat sangat marah dan perlahan dia kembali kewujud manusianya.
Han Sen bisa saja mengejarnya namun itu bukanlah prioritasnya. Segera Han Sen pergi ketempat Gagak Neraka dan masuk kedalam Gua, disana terdapat sebuah Istana yang besar didalamnya dan Han Sen membunuh semua bawahan dari Gagak Neraka.
Dihalaman terdapat sebuah pilar dimana Liu Shuang terikat disana. Jiwanya seolah akan redup kapan saja dan Han Sen membebaskannya, Liu Shuang masih tidak sadarkan diri dan Han Sen mengepalkan tinjunya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Bentuk Jiwanya sudah mengalami kerusakan dan Han Sen tidak memiliki cara untuk menyembuhkan Liu Shuang dengan kemampuannya. Han Sen memberikan Pil Roh kepada Liu Shuang dan menjaganya untuk tetap hidup.
"Tanpa seijinku kau tidak boleh mati... masih banyak hal yang ingin aku lakukan denganmu dan aku tidak akan bisa memberikan penjelasan kepada Ayahmu. Gagak Neraka... aku pasti akan mengambil hidupmu... bahkan Phoenix tidak akan bisa melindungimu dari amarahku." Tangan Han Sen meneteskan darah dan dia benar-benar tenggelam dalam amarahnya.