
Han Sen menerima semuanya dan berkata, "Karena Nona ini sudah meminta maaf maka aku tidak akan melanjutkannya lagi, permisi kalau begitu !"
"Tunggu sebentar Tuan Muda.... kalau boleh tahu dari mana Tuan Muda berasal ?" Tanya Mo Xun dengan penasaran.
"Namaku Han Sen dan aku bukanlah orang besar seperti apa yang kau pikirkan. Aku hanya seorang pengembara yang mencari kebebasan, datang kemari karena hanyalah hal yang kebetulan." Jawab Han Sen dengan santai.
"Kalau begitu apakah Tuan Muda bersedia berkunjung. Kedatangan Tuan Muda akan disambut meriah dipernikahan Anak saya !" Mo Xun tersenyum dengan ramah.
Walaupun Han Sen menyembunyikan Auranya dan basis Kultivasinya namun Mo Xun tahu bahwa Han Sen sangatlah kuat. Jika dilihat dari Niat membunuhnya saja dia sudah bisa menebak bahwa Han Sen sangatlah kuat, bahkan jika dia bertarung dengannya Mo Xun tidak memiliki kepastian untuk menang.
"Karena Tuan ingin menawarkan keramahan maka aku tidak akan menolaknya." Han Sen tidak keberatan dan mereka pergi bersama-sama.
Disana Han Sen disambut dengan hormat dan mendapatkan kursi disamping Mo Xun, untuk sementara waktu dia menyaksikan pernikahan ini dan bersulang dengan Mo Xun.
__ADS_1
Putra dari Mo Xun yang bernama Mo Siao membawa Istrinya untuk menyapa Han Sen, mereka berdua memberi hormat dan menyapa tamu Ayahnya.
"Pasangan yang serasi... semoga kalian selalu bahagia !" Kata Han Sen yang memberikan selamat.
"Terimakasih Tuan." Mereka berdua memberi hormat.
Han Sen mengeluarkan dua buah Pil Roh Tingkat Virtual dengan kualitas tinggi, "Maaf sebelumnya... Aku tidak mempersiapkan hadiah yang benar karena menghadiri acara ini diluar ekspetasiku. Hanya ini yang bisa aku berikan untuk kalian, gunakan baik-baik dan aku jamin kalian berdua akan dapat menerobos Alam Virtual."
"Tuan Han Sen sangat murah hati dengan memberikan Pil Roh ini." Mo Xun menatap mereka berdua dan berkata, "Apa yang kalian tunggu... masih tidak mengambilnya dan berterimakasih kepada Tuan Han Sen !"
Han Sen tidak bisa menahan diri untuk mengetahui informasi yang sekarang, Mo Xun menceritakan semua situasinya dan tingkatan kekuatan yang ada di Aliansi Manusia.
Setelah beberapa waktu mendengarkan akhirnya Han Sen sudah mendapatkan informasi tentang segala hal. Dirinya tidak menyangka kemunduran besar akan terjadi, bahkan Ras Manusia hanya memiliki satu orang yang berada di Tahap Akhir Alam Heaven dan itupun Han Sen tidak mengenalnya.
__ADS_1
Jaman sudah berubah dan daftar surgawi juga berbeda dari apa yang dulu dia tahu. Bahkan untuk Alkemis Tingkat Heaven saja hanya ada dua orang dan itupun mereka hanya dapat membuat Pil Roh sampah dengan kualitas yang rendah, jadi tidak banyak orang yang dapat didorong oleh mereka.
"Apakah tidak ada Perang selama beberapa tahun belakangan ini ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Lebih tepatnya delapan tahun yang lalu... Perang antara Iblis, Manusia dan Monster pecah dalam perebutan Dunia Langit dan Bumi. Namun pada akhirnya Ras Manusia sama sekali tidak bisa melawan dan kehilangan banyak nyawa, saat ini hanya Ras Iblis dan Ras Monster yang bersaing." Jawab Mo Xun dengan jujur.
"Sudah tahu diri mereka lemah masih saja bertindak sembarangan. Terkadang seseorang harus mengukur batasan mereka sendiri, Ras Iblis memiliki Spiritualitas yang kuat dan sedangkan Ras Monster memiliki kemampuan khusus dalam karakteristik mereka. Terlebih mereka yang memiliki garis darah Binatang Suci, keberadaan mereka hampir mustahil untuk disentuh Kultivator biasa." Kata Han Sen sambil meminum tehnya.
"Apa yang Tuan Han Sen katakan sangatlah benar, Ras Manusia sangatlah lemah dan tidak memiliki bakat bawaan seperti mereka." Kata Mo Xun dengan santai.
"Omong kosong... kita Manusia juga bukan orang yang ditakdirkan untuk lemah seumur hidupnya, ambil contoh terdahulu bahwa penguasa teratas diera kuno berasal dari Ras Manusia." Han Sen berkata dengan tegas.
"Maksud Anda Kesombongan Surgawi dan yang lainya. Walaupun Kesombongan Surgawi berasal dari Ras Manusia namun Beliau adalah sosok yang tidak peduli dengan kelangsungan Rasnya dan cukup brutal, dia bahkan tidak ragu untuk membuat kehancuran dimanapun dia berada dan kematiannya menyebabkan bencana yang lebih besar bagi Ras Manusia." Mo Xun mengatakan semua pendapatnya yang tidak lain adalah kebenaran sebenarnya.
__ADS_1
Han Sen yang mendengar hal ini sama sekali tidak marah dan tertawa dengan keras. Seisi Aula yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua terlihat bingung dengan apa yang sebenarnya Han Sen tertawakan.