Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 106 - Fang Zhe


__ADS_3

Chen Mu menghela nafas dan semakin mereka tertarik kepada Han Sen maka percuma saja, Han Sen akan selalu mengejutkan mereka dan semakin mereka banyak berbicara maka diri mereka akan semakin rendah.


"Kalau begitu aku akan langsung kepada intinya... aku curiga bahwa Jiwa itu berasal dari Kekaisaran Dewa Pedang. Jadi aku ingin mengambilnya darimu dan mengintrogasinya langsung !" Kata Chen Mu dengan jujur.


"Memberikannya bisa saja... tapi membunuh orang ini bukanlah sesuatu yang harus Anda ataupun saya lakukan. Sesaat aku membunuhnya dan mengambil suaranya, aku mendengarkan sebuah suara yang mengatakan terimakasih dan mungkin itu adalah sisa Jiwa kehendak yang sudah dia tekan yang merupakan pemilik tubuh asli. Sisanya aku akan menyerahkan eksekusinya kepada Ayahnya yang tidak lain adalah Kepala Keluarga Luo, jadi apakah Anda bisa menjanjikan satu hal itu padaku !" Kata Han Sen dengan jujur.


"Baik... aku akan mengirim seseorang untuk menjemputnya. Apa yang kau katakan itu sangat benar dan kebencian seperti itu bukan sesuatu yang bisa berakhir ditangan orang luar seperti kita." Kata Chen Mu dengan jujur.


Han Sen memberikan Kalung Giok kepada Chen Mu dan sekarang dia harus menunggu sisanya, dia harus membalas rasa terimakasih dengan baik dan Jiwa Naga Bumi yang ditahan oleh Jiwa Naga Surgawi didalam tubuhnya akan dia berikan nanti kepada Luo Yun.


"Karena semua hal sudah selesai maka saya akan pamit pergi terlebih dahulu. Aku masih harus memeriksa keadaan Kelompokku dan menunggu pengumuman peringkat !" Kata Han Sen dengan hormat.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Tuan Han... bisakah aku meminta sedikit bantuan untuk memeriksa keadaan seseorang. Dulu aku memiliki hutang budi dengannya dan saya harap Tuan Han bisa memberikan bantuan !" Kata Cang Yuan dengan hormat.


"Hah... siapa yang sedang menderita ?" Han Sen tidak memiliki pilihan lain selain berangkat dan sepertinya dia mencium aroma keuntungan yang besar.


"Fang Ze... dia adalah Leluhur tertua di Sekte Awan dan satu-satunya orang yang berada di Tahap Akhir Alam Virtual." Kata Cang Yuan dengan jujur.


Die Long dan Chen Mu menyipitkan matanya dan tidak seharusnya Cang Yuan memberitahu hal ini kepada yang lainya. Fang Ze dikabarkan sudah mati ditangan Dewa Pedang, namun semua kabar itu hanya sebuah kebohongan yang dibuat-buat oleh mereka berdua.


Duan Tongtian, Niu Rong, Da Qin dan Zie Ling sangat tercengang mendengar hal ini, "Serius... apakah Beliau benar-benar masih hidup sampai saat ini !"


"Hei... lebih baik kau jaga perkataanmu. Aku melakukan ini demi kebaikan Fang Ze yang tidak lain adalah orang yang dulu menyelamatkanku. Aku sendiri tidak mampu mengatasi masalahnya, Tuan Han Sen memiliki pengetahuan dan itu layak untuk dicoba !" Kata Cang Yuan dengan dingin.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu Han Sen ?" Tanya Chen Mu dengan dingin.


"Jika aku mengatakan bahwa diriku mampu maka itu tidak lebih dari sekedar omong kosong. Untuk menyembuhkan seseorang aku harus terlebih dahulu melihat masalahnya, karena Ketua Cang Yuan sudah meminta pertolongan secara pribadi maka aku akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya. Tapi aku tidak akan pernah melakukan sesuatu secara gratis, lagi pula hidup dan matinya bukanlah urusanku." Kata Han Sen dengan tegas.


"Bagus... kalau begitu mari kita pergi kesana !" Chen Mu mengeluarkan sebuah Token dan Array muncul dibawah kaki mereka semua.


Mereka semua dikirim ke Gunung belakang Sekte dan didepan mereka saat ini terlihat sebuah Gua dengan penghalang yang sangat kuat. Die Long menghilangkan penghalang itu dan mereka semua masuk kedalam bersama-sama.


Gua itu tidak terlalu besar dan namun cukup luas, Han Sen merasakan Aura yang sangat familiar dan nyaman. Perlahan dia mulai sadar dan melihat sekitarnya yang penuh dengan ribuan Kristal Divine.


Namun mata mereka semua tertuju pada seorang Pria yang berada ditengah-tengah. Pria itu duduk diam tanpa bergerak sedikitpun dan kondisi tubuhnya sangat parah seperti mayat hidup yang sudah mati.

__ADS_1


Bahkan Duan Tongtian dan yang lainya merasa sangat mual. Pembunuhan dan kekejaman macam apa yang belum pernah mereka lihat, namun melihat kondisi Fang Ze yang sekarang benar-benar sangat menyedihkan.


"Apakah benar itu Tuan Fang Ze... kenapa dia jatuh sampai ketitik ini dan apakah Dewa Pedang memang sekuat itu sampai bisa menyiksanya sampai seperti ini !" Kata Niu Rong dengan sedikit merasa jijik.


__ADS_2