Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 96 - Penghormatan Penuh Untuk Yang Kuat


__ADS_3

Pertarungan berjalan cukup sengit dan hanya dalam dua hari hanya tinggal sepuluh Kerajaan yang lolos. Sekarang mereka akan kembali bertarung melawan Kerajaan Baimen dan beberapa orang datang termasuk Han Sen dan Yao Wu.


Melihat Han Sen membuat Wu Sue sedikit ketakutan, terakhir kali dia benar-benar menderita ditangannya dan mendapatkan hukuman yang keras dari Ayahnya.


"Salam Saudara Han !" Wu Sue memberi hormat dengan sopan.


"Ya... sepertinya kau sudah hidup cukup baik." Kata Han Sen dengan dingin, "Kau tidak perlu khawatir... masalah kau dan aku sudah selesai pada saat itu. Aku dan Yao Wu tidak akan tertarik dengan urusan Kerajaan, tapi jika dimasa depan kau memiliki pemikiran yang buruk maka jangan salahkan aku untuk bertindak dengan kejam !"


Wu Sue mengangguk dan hanya memikirkannya saja dia tidak akan berani mengganggu mereka, Ayahnya sudah menjelaskan bahwa identitas Han Sen itu lebih besar dari Kerajaan itu sendiri dan setara dengan Sekte besar.


Sebelumnya dia hampir saja dibunuh didepan umum oleh Han Sen, jika bukan karena Yao Wu yang menghentikannya takutnya mungkin pada saat itu dia dan Kakaknya benar-benar akan mati.


Ayahnya sendiri ingin Han Sen menjadi penerus Raja selanjutnya, namun Han Sen selalu menolaknya dan tidak ingin kerepotan dengan hal semacam itu.


Sepuluh orang sudah berada didalam arena dan Qing Yong sudah memilih orang yang tepat, lawannya sekarang memiliki Ahli di Alam Divine Transformasi dan Liu Shuang masih menjadi seorang cadangan.

__ADS_1


Chai Ying dan Pan Song ikut bertarung dan alasan Qing Yong sangat sederhana. Bagaimanapun juga Liu Shuang adalah yang paling kuat diantara mereka, dia harus menyimpan tenaganya dan mengeluarkan semuanya dari awal hanya akan membuat semua orang kelelahan.


Sepuluh orang dari Kerajaan Baimen juga turun dan melihat basis Kultivasi lawannya sedikit membuat mereka frustasi. Seorang Pria kekar yang bernama Men Hao maju dan memberi salam kepada lawannya.


"Jenius dari Kerajaan Xianjiang memang luar biasa... walaupun kami tidak sebanding namun kami akan bertarung sampai akhir !" Kata Men Hao dengan tegas.


Qing Yong mengangguk dan berkata, "Sudah seharusnya... rasa hormat hanya akan didapatkan dari orang kuat yang gigih. Saudara tidak perlu menahan diri dan bisa maju kapanpun !"


"Karena kalian semua sudah siap maka pertarungan dimulai !" Teriak Juri itu dengan keras.


Men Hao menerjang langsung kearah Qing Yong yang merupakan pemimpin Kelompok mereka, dia mengeluarkan Tombak yang merupakan Artifak Tingkat Divine. Jiwa Leopard muncul dibelakangnya dan kecepatan sangat luar biasa hingga Qing Yong tidak dapat menghindarinya.


Chai Ying menghadang laju Tombak dengan Pedangnya, Qi Pedang yang ganas menyapu kesegala arah dan Qing Yong mendesak Qi miliknya. Semua orang juga melakukan hal yang sama dan pertarungan dalam sekejap pecah.


"Nona muda ini sangat luar biasa !" Kata Men Hao yang memuji kemampuan Chai Ying.

__ADS_1


"Terimakasih atas pujiannya... mari bertarung !" Chai Ying memutar Pedangnya dan melaju kearah Men Hao.


Niat Pedang yang sangat kuat terasa diujung Pedang Chai Ying. Men Hao tidak berani mengabaikannya dan dengan kecepatannya yang sangat luar biasa dia menghindarinya.


Men Hao melihat kebelakang dan kelihatannya pertarungan ini akan segera berakhir. Semua orang-orang yang berada di Kelompoknya ditekan oleh Qing Yong dan Pan Song, hanya masalah waktu saja sampai mereka benar-benar habis.


Tombak yang ganas diayunkan langsung kearah Chai Ying, namun dengan kekuatan penuhnya dia menahannya dengan Pedangnya. Dentuman yang disertai gelombang Aura yang kuat menyebar dan keganasan mereka berdua sudah cukup menarik banyak mata.


Aura Chai Ying meledak dan dua Qi Pedang yang kuat terbentuk. Kedua Qi Pedang itu menerjang kearah Men Hao dan terus mengejarnya, Men Hao terbang keatas langit dan Tombaknya dimainkan dengan sempurna.


Namun tetap saja dia harus mengakui kehebatan Chai Ying. Qi Pedangnya benar-benar sangat kuat dan bahkan untuk menahannya saja tangannya sudah sangat mati rasa.


"Aku akan membantumu !" Pan Song berniat untuk membantu Chai Ying.


"Tolong jangan lakukan itu... aku ingin memiliki pertarunganku sendiri dengan Senior ini, bahkan sekalipun aku kalah kita akan tetap menang !" Kata Chai Ying dengan tegas dan semua orang sudah membuat mereka menyerah tanpa ada yang mati.

__ADS_1


Men Hao mengayunkan Tombaknya dan gelombang ledakan yang besar menghancurkan Qi Pedang Chai Ying. Mendengar perkataannya membuatnya sangat kagum dengan sosok Chai Ying, bukan hanya memiliki kecantikan dan keterampilan yang hebat. Chai Ying ini juga sangat tegas dan tidak mengenal rasa takut.


"Nona membuatku sangat kagum... namaku adalah Men Hao, dapat bertarung dengan Nona dan belajar bersama adalah keberuntungan yang besar. Tapi pertarungan ini mari kita akhiri sekarang juga !" Men Hao mendesak Qi miliknya dan menuangkan semuanya kedalam Tombaknya.


__ADS_2