
Niat membunuh Han Sen meledak-ledak dan cakar naga yang tajam menembus jantung Nian Wuji, darah menyembur keluar dan ditangan Han Sen terdapat sebuah jantung yang berdetak-detak.
Nian Wuji menyemburkan darah dari mulutnya dan berkata, "Sialan... karena kau sangat menginginkan aku mati maka aku akan membawanya mati bersama denganku !"
Nian Wuji melirik kearah Lu Che dan mengangkat jarinya, Han Sen yang tahu niat buruk Nian Wuji mendesak Qi miliknya. Api Hitam membakar tubuh Nian Wuji dan ledakan petir menghancurkan tubuhnya menjadi gumpalan daging yang berjatuhan.
Ning Hu dan yang lainya segera melarikan diri dari kekacauan ini. Han Sen mengambil Cincin Ruang Nian Wuji dan melanjutkan perburuannya, siapapun yang menghadang jalan Han Sen dia akan langsung membunuhnya.
Seorang Pria berhasil mendapatkan Cawan itu dan segera terbang dengan kecepatan tinggi untuk melarikan diri. Semua orang bergegas mengejarnya dan Han Sen menghela nafas dengan pasrah.
"Hah... mungkin aku tidak memiliki takdir dengan harta itu. Mengejarnya akan semakin sulit dan jumlah orang akan terus bertambah !" Han Sen memutuskan untuk berhenti disini dan merelakannya.
Pancaran Aura yang sangat kuat terasa ditempat cawan itu berasal. Han Sen sedikit penasaran dengan hal ini dan memutuskan untuk memeriksanya, dia menggali tanah sedikit lebih dalam dan ruang disekitarnya menjadi sangat kacau.
__ADS_1
Han Sen mendesak Qi miliknya dan mendorong kembali tekanan ruang hampa. Setelah menggali untuk beberapa waktu Han Sen menemukan Istana kecil seukuran telapak tangannya dan Aliran ruang yang sangat terasa.
Han Sen buru-buru menyimpannya kedalam Semesta kecilnya dan melihat sekelilingnya yang sepi. Dirinya tidak tahu Harta jenis apa Istana ini, namun jika harus menebak maka pastinya Harta ini adalah Artifak Ruang yang memiliki dimensinya sendiri.
"Jika benar ini adalah Artifak Ruang maka perjalanan kemari tidaklah sia-sia, mungkin hanya aku yang bisa menyadari keberadaan Artifak ini karena memiliki pencapaian dalam Divine Dao Ruang. Merebut Api Suci dari tangan mereka terasa sangat tidak mungkin, lebih baik aku mundur terlebih dahulu dari tempat ini dan memeriksa semua harta yang aku dapatkan." Han Sen mendesak Qi miliknya dan segera pergi mencari tempat untuk menetap.
Setelah terbang cukup jauh Han Sen menemukan Bintang sepi tanpa penghuni. Disana dia membuat tempat persembunyian dan memeriksa semua pendapatannya.
Kultivator yang dia bunuh beberapa berasal dari Sekte yang tidak dia ketahui, namun semua itu sesuai dengan reputasinya dan Cincin Ruang mereka tidak berisi sampah. Ada banyak Pil Roh yang dapat menunjang Kultivasinya, sekarang dirinya bukanlah Anak terlantar yang miskin.
Han Sen mengeluarkan Istana Kecil itu dari dalam Semesta kecil miliknya, dia menuangkan Qi miliknya dan menanamkan segel jiwanya agar dapat mendapatkan kendali penuh.
Han Sen merasakan aliran kekuatan ruang yang sangat kuat dan sosoknya diseret masuk kedalam Istana. Han Sen muncul dihalaman Istana itu dan tebakannya sama sekali tidaklah salah, Artifak ini memiliki dimensinya sendiri.
__ADS_1
Walaupun tidak terlalu luas dan hanya sebesar Istana Kerajaan namun fluktuasi Aura disini sangat melimpah. Han Sen melihat sebuah Batu Hitam dan berjalan kearahnya, semakin dia mendekat maka semakin terasa penolakan dari kekuatan ruang.
"Sungguh ini adalah keberuntungan yang sangat besar, aku tidak tahu Kultivator macam apa yang dapat membuat hal besar seperti ini. Tapi karena aku yang menemukannya maka semuanya akan menjadi milikku."
Han Sen melanjutkan, "Batu ini mungkin adalah tolak ukur pencapaian Kultivator itu, jika aku bisa mengasah Divine Dao Ruang dengan mempelajari dari Batu ini mungkin aku akan mendapatkan pencerahan."
Perlahan Han Sen duduk dan mulai merasakan aliran kekuatan ruang dengan sungguh-sungguh. Retakan Ruang muncul dimana-mana dan Han Sen masih terus mencoba yang terbaik untuk memperdalam kemampuannya.
Setiap pemahaman Divine Dao seseorang pasti berbeda-beda, namun Han Sen bisa menggunakan media Batu yang mengandung kekuatan Ruang yang kuat ini untuk mempertajam pemahamannya.
Waktu terus berlalu dan selama lima tahun Han Sen sama sekali tidak bergerak dari tempatnya, Kultivasinya terus tumbuh dan Han Sen dapat membuka serta menutup ruang dengan bebas.
Auranya terus melonjak dan tanpa sadar dia sudah menerobos ke Tahap Menengah Tingkat Immortal Emas. Han Sen membuka matanya dan pancaran Aura yang kuat meledak dari tubuhnya, tatapannya seolah seperti kehampaan dan Han Sen mendapatkan pencerahan dalam penggunaan kekuatan ruang.
__ADS_1