Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 157 - Han Sen VS Tian Yan


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu pertempuran menjadi lebih intens. Kedua belah pihak kehilangan banyak orang dan kumpulan mayat sudah bertumpuk seperti bukit.


Pemandangan yang ada didepan semua orang saat ini hanya darah dan tumpukan nyawa, rasa haus membunuh dan tujuan untuk menang terpancar jelas disorot mata semua orang.


Keempat Master Sekte berjuang mati-matian untuk menahan satu Ahli di Alam Virtual, namun celah mereka terlalu jauh dan hanya Zie Ling yang mampu bertarung itupun berkat Artifak yang diberikan oleh Han Sen.


Momentum Chen Mu dan Die Long sama sekali tidak bisa dihentikan. Mereka berada di Tahap Menengah sedangkan lawannya hanya dua orang di Tahap Awal. Walaupun banyak waktu yang terbuang tapi membunuh mereka berempat bukan masalah besar untuk mereka.


Die Long bergegas pergi kearah Han Sen dan Chen Mu membantu Hong Wen untuk menyelesaikan pertarungannya. Tidak ada yang namanya keadilan, semakin cepat mereka membunuh pilar-pilar penting di pihak musuh maka mental mereka akan semakin kuat.


"Han Sen... ayo kita bergabung dengan Tuan Fang Zhe... sepertinya dia tidak akan bertahan lebih lama lagi. Jika kita membiarkannya maka dia akan mati oleh Dewa Pedang !" Kata Die Long dengan tegas.


"Aku akan pergi sendiri... tempat ini membutuhkan Senior. Kita kalah dalam jumlah dan kita tidak bisa membiarkan semua orang mati, lagi pula tujuan Tian Yan adalah diriku dan Senior Fang Zhe. Kami berdua akan melawannya dan kalian bertiga disini harus menstabilkan Perang, jika perlu penggal kepala Ahli Alam Virtual mereka dan tunjukan didepan umum !" Kata Han Sen dengan tegas.

__ADS_1


"Baik... setelah semua ini selesai maka aku akan segera menyusul." Die Long setuju dengan Han Sen dan tidak berkomentar apapun.


Disisi lain Fang Zhe dan Tian Yan bertarung dengan hebat. Kemampuan Fang Zhe cukup kuat dan dia berhasil mendorong Tian Yan untuk menjauh.


Naga Bumi dan Jiwa Pedang saling beradu satu sama lain. Walaupun Fang Zhe sangat kewalahan namun dia sangat senang, Aura mereka saling beradu satu sama lain dan Fang Zhe terlempar masuk kedalam Danau.


*Groar.*


Darah bercucuran dari lengannya dan saat ini dia terlihat babak belur. Tian Yan sendiri hanya mendapatkan luka ringan dan tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga.


"Kita sudah bertarung cukup lama... aku sudah sering memberikan kesempatan untukmu hidup, tapi sampai sekarangpun kau masih tidak bisa menandingi diriku !" Kata Tian Yan dengan tegas.


"Hidupku adalah milikku dan bukan karena belas kasihan orang lain. Sesuai dengan apa yang dikatakan Bocah itu, Pedangmu itu bukanlah Artifak yang biasa. Tapi tenang saja karena aku tidak akan membuat alasan... kalah tetaplah kalah dan apa yang kau miliki saat ini adalah keberuntungan bagi dirimu sendiri." Kata Fang Zhe dengan senyum yang puas.

__ADS_1


Setiap goresan dari Qi Pedang lukanya menjadi lebih parah seolah digigit oleh Beast yang beracun. Fang Zhe sudah mengerahkan segalanya dan dirinya memang tidak cukup mampu untuk melawan Tian Yan.


"Maksudmu aku menang hanya karena faktor keberuntungan memiliki Pedang Dewa begitu ?" Teriak Tian Yan dengan penuh kemarahan.


Suara tawa Han Sen menggema diseluruh tempat itu dan sosoknya berdiri disamping Fang Zhe, "Hahaha... sungguh menggelikan bukan Dewa Pedang. Aku akan memberitahumu sebuah kebenaran, Pedang itu adalah Artifak yang memiliki kekuatan diluar akal sehatmu. Jika orang-orang di Alam Mistik tahu tentang keberadaan Pedang itu maka mereka akan turun dan merebutnya, sayangnya dengan kekuatan sampahmu itu kau sama sekali tidak bisa mengeluarkan potensi penuhnya. Bukankah ini sangat ironis !"


"Untuk seorang yang lari dalam pertarungan kau cukup berani untuk menghinaku !" Kata Tian Yan dengan dingin.


"Yah... setidaknya aku bukan sampah yang hamir saja mati dengan lawan yang Kultivasinya jauh berada dibawahnya. Aku sudah mengatakan sebelumnya kalau dipertemuan kedua kita aku akan bertambah jauh lebih kuat, kebencian antara kita berdua hanya akan berakhir jika salah satu dari kita mati !" Kata Han Sen dengan Aura yang meledak-ledak.


"Membunuhku tidak akan mudah bagimu... bahkan Pria disampingmu juga tidak akan mampu untuk melakukannya !" Tian Yan melesat kearah Han Sen dan menghunuskan Pedangnya.


Han Sen juga tidak tinggal diam dan segera terbang kearahnya. Cakar Naga yang kuat diselimuti Qi Alam yang lembut, kedua serangan mereka saling bertemu dan gelombang Aura yang kuat membuat tanah berguncang dengan hebat.

__ADS_1


__ADS_2