Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 277 - Kontrak Perjanjian Kebebasan


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dengan cepat dan dua hari yang lalu Teng Zong sudah berangkat terlebih dahulu. Hanya Han Sen seorang yang ada didalam penjara sekarang, walaupun sekarang dia bisa menggunakan Qi miliknya namun Han Sen masih tetap bersabar.


Seorang Penjaga berdiri didepan sel dan berkata, "Sudah seminggu kau menstabilkan diri, sekarang kau harus menunjukan pelayanan karena itu adalah aturan Tanah Suci ini. Katakan... Ingin bergabung menjadi salah satu Penjaga atau membayar dua ratus ribu Kristal Sumber ?"


"Kedua... aku ingin mencari Kristal Sumber." Han Sen menjawabnya tanpa ragu.


Penjaga itu mengangkat jarinya dan rantai yang mengikat Han Sen semuanya terlepas, Penjaga itu mengeluarkan sebuah kulit berwana coklat dan disana terdapat tulisan yang aneh.


"Ini disebut dengan kontrak perjanjian dimana setelah kau harus memenuhi persyaratan, jika kau berusaha untuk kabur kau akan langsung meledak ditempat dan mati. Dua ratus ribu Kristal Sumber untuk mendapatkan kebebasanmu, setelah kau berhasil menyelesaikan semuanya dan memenuhi kontrak ini maka semuanya akan bisa pergi kemanapun." Kata Penjaga yang menerangkan semuanya kepada Han Sen.


Han Sen menuangkan tanda jiwanya dan menyetujui kontrak itu. Metode orang-orang ini sangatlah hebat, namun isi kontrak itu tidak ada paksaan sama sekali dan Han Sen akan mencoba yang terbaik untuk mendapatkan kebebasannya.


"Keluarlah... aku akan membawamu ketempat dimana kau bisa mencarinya. Tapi sebagai orang dalam aku akan mengingatkan satu hal kepadamu, disini hanya mereka yang kuatlah yang benar-benar dapat bertahan hidup." Kata Penjaga itu sambil membuka pintu sel.

__ADS_1


Han Sen mengabaikannya dan mengikutinya dari belakang. Setelah beberapa waktu mereka sampai di Gerbang Array yang cukup besar, disana bukan hanya Han Sen seorang yang dikirim. Pria dan Wanita yang setidaknya berjumlah 30 orang juga akan pergi.


Satu persatu memasuki gerbang array dan tiba giliran Han Sen dia dipindahkan kesuatu Pulau besar ditengah laut kematian. Disana sama sekali tidak sedikit orang, setidaknya Kesadaran Ilahi Han Sen dapat mendeteksi seribu lebih Kultivator yang ada disana.


Semua mata tertuju kepada pendatang baru dan jujur saja tidak ada dari mereka yang menyukainya. Sebab mereka menatap seolah seperti penjahat yang ingin mencuri harta mereka, jadi tidak ada yang berniat untuk menurunkan kewaspadaan mereka.


"Para sampah baru... kalian harus membayar pajak kepada Penguasa tempat ini !" Kata seorang Pria berbadan kekar.


"Seingatku tidak ada aturan kami harus membayar biaya lebih. Kami disini hanya ingin mencari Kristal Sumber, tolong jangan mempersulit kami atau mungkin pertarungan tidak bisa dihindari !" Kata salah seorang Pria yang datang bersamaan dengan Han Sen.


*Bang.*


Tanah menunjukan lubang dan kepala Pria itu pecah, darah menyembur keluar menjadi genangan dan harus Han Sen akui bahwa tindakan ini sangat berlebihan namun efektif.

__ADS_1


"Kalian para sampah yang baru saja datang kemari berniat bertarung. Jangan konyol... aku sudah berada disini selama lima ratus tahun dan kalian yang baru naik bukanlah tandinganku sama sekali." Kata Pria Kekar itu dengan bangga.


Tanpa sadar orang-orang yang bersama Han Sen mundur. Pria kekar ini sangat berbahaya dan jika mereka mengambil tindakan maka nasib mereka mungkin akan sama dengan orang yang kepalanya hancur itu.


"Serahkan Cincin Ruang kalian semua dengan patuh. Untuk para wanita... hehehe... sudah lama kami tidak memiliki mainan baru yang segar seperti kalian. Selama kalian menurut maka aku akan menyelamatkan hidup kalian !" Kata Pria kekar itu dengan penuh nafsu.


"Bagaimana jika aku menolaknya ?" Han Sen melangkah kedepan Pria itu dan menatapnya dengan dingin.


"Sudah lama aku tidak melihat bajingan sombong sepertimu. Jika kau tidak mau melakukannya maka matilah Bocah !" Pria Kekar itu meninju wajah Han Sen dengan keras dan pukulannya menciptakan dentuman yang sangat hebat.


Han Sen dipaksa mundur sejauh tiga meter dan meludahkan darah dengan senyuman yang lebar, "Cuih... menarik... Divine Dao yang memanfaatkan kemarahan sebagai sumber kekuatan. Tubuhmu sangat besar tapi tenagamu masih seperti Bocah kecil, karena kau sudah menyerang maka kali ini akan menjadi giliranku dan sekarang akan aku tunjukan bagaimana cara memukul yang benar !"


Han Sen melesat kearah Pria itu dan tinjunya diselimuti Qi Alam yang mengerikan, Pria kekar itu terkena pukulan telak didadanya dan tidak sempat untuk bertahan.

__ADS_1


Darah menyembur dari mulutnya dan tubuh besarnya diseret oleh kekuatan besar dari pukulan Han Sen. Pria kekar itu terus diseret sejauh ratusan meter dan menabrak dinding tebing dengan sangat keras.


__ADS_2