
Qing Lian mengalungkan tangannya dileher Han Sen dari belakang, "Aku tidak kenal... jangan terlalu khawatir. Ratu ini datang kemari tidak untuk membuly dirimu, tapi sejak kapan orang sepertimu berani menilai Suamiku. Dimasa jayanya membunuh orang sepertimu hanya seperti menginjak seekor semut, bahkan jika kami keempat Binatang Suci bergabung mustahil untuk mengalahkannya !"
"Suami !" Su Chen menjadi lebih terkejut setelah mendengar Phoenix menyebut Han Sen adalah Suaminya.
Namun Gu Feiyan lebih terkejut lagi, arti dari perkataan Phoenix sangatlah mendalam dan Han Sen mungkin tidak sesederhana dipermukaan penampilannya.
Han Sen mengusap tangan Qing Lian dan berkata, "Orang yang sekarang menjadi Suamimu adalah aku Han Sen, lupakan apa yang terjadi dimasa lalu dan anggap itu sebagai kenangan lama."
Gu Feiyan menelan ludahnya dan berkata, "Sebenarnya siapa kau ?"
"Bukankah tadi kau sudah menyebutkannya dengan jelas dan gelarku cukup terkenal sebagai bajingan yang mendominasi." Han Sen berkata dengan santai.
Gu Feiyan dan Su Chen bukan orang yang bodoh hingga tak memahami maksud Han Sen, hanya dua kata yang terlintas dikepala mereka sekarang yaitu Kesombongan Surgawi yang tidak lain adalah penguasa alam mistik.
__ADS_1
"Reinkarnasi atau Penanaman Jiwa ?" Tanya Gu Feiyan dengan bingung.
"Reinkarnasi." Jawab Han Sen dengan santai.
"Jika ini keluar dari mulut orang lain maka mustahil bagiku percaya. Tapi ada Phoenix dibelakang Anda dan mustahil dia berbohong hal yang tidak penting. Karena Kesombongan Surgawi langsung berada disini aku ingin bertanya beberapa hal agar dapat mencerahkanku."
Gu Feiyan mengerutkan keningnya dan berkata, "Mengapa Anda membuat kekacauan besar dan membantai puluhan kekuatan besar dari ketiga Ras. Bahkan Sekte Bulan yang berisikan hanya sekumpulan wanita hancur tanpa menyisakan wilayah mereka, kekuatan yang dikenal sebagai yang teratas mengapa masih bersikap menindas ?"
Han Sen melanjutkan, "Semua orang memang mengenal bahwa aku dulu hampir tidak bisa digoyahkan. Bahkan jika keempat Binatang Suci bergabung mereka tidak akan menjadi lawanku sama sekali, tapi kekuatan yang disebut orang lain itu tidak lebih dari omong kosong dan apakah kau tahu apa kelemahan terbesar dari Kultivator ?"
"Tolong katakan ?" Gu Feiyan mengepalkan tinjunya dan jarang mendapat pencerahan dari orang hebat seperti ini.
"Hal yang disebut sebagai ikatan yang membuat Kultivator kuat menjadi lemah. Semakin tinggi tingkatan kita maka umur kita akan terus bertambah, kasih sayang dan kebencian akan menjadi hal yang paling sensitif. Apa yang paling aku benci adalah rasa kehilangan yang tidak adil."
__ADS_1
Han Sen melanjutkan, "Aku dulu dan Dewi Bulan Shui Jing adalah sepasang Kekasih. Namun sekumpulan Wanita di Sekte Bulan sangatlah tercela, singkatnya aku memiliki harta ditanganku dan mereka memanfaatkan hubungan ini untuk merampasnya. Jika Shui Jing memintanya mungkin aku akan memberikannya, sebaliknya dia lebih memilih mati bunuh diri ditanganku sendiri dari pada harus merebut hartaku dengan cara yang kotor. Untuk seorang wanita yang memberikan ketulusannya sampai mengorbankan hidupnya... katakan padaku... dimana aku harus mengarahkan kebencian didalam hatiku karena kehilangannya."
Gu Feiyan mengerti dan tidak menyangkal maksud dari pernyataan Han Sen, "Ikatan... orang tua ini mendapatkan pelajaran yang bagus. Faktanya memiliki umur yang panjang tidak sebagus kelihatannya."
"Mari kita pergi keintinya... kau ingin Chai Ying menjadi Muridmu, aku tidak keberatan selama dia tidak bersebrangan denganku. Satu lagi... aku juga ingin mencoba Niat Pedang yang kau miliki. Gelar dari Badai Kematian bukan sebuah omong kosong bukan ?" Kata Han Sen dengan santai.
"Dihadapan Anda semuanya tidaklah berarti... tapi sebuah kebanggan bisa bertukar pemahaman Niat Pedang dengan orang yang setara." Kata Gu Feiyan dengan jujur.
"Kita pindah tempat !" Han Sen menghilang dan terbang keatas langit hingga melewati awan.
Gu Feiyan juga terlihat tidak sabar dan segera dia menyusulnya. Dalam pertarungan yang nyata mungkin Han Sen bukanlah lawan yang layak, namun jika mereka hanya bersaing dengan Niat Pedang maka semua itu akan menjadi hal yang berbeda.
Tergantung siapa dari mereka yang memiliki pemahaman yang nyata, semua itu akan ditentukan lewat praktek nyata dari pengalaman mereka dalam Seni Pedang.
__ADS_1