
Liu Shuang sangat senang karena dapat melihat Han Sen yang baik-baik saja. Segera Keluarga Liu mengadakan perjamuan untuk Han Sen dan dia sama sekali tidak menolaknya.
Setelah semuanya selesai Han Sen meminta ijin untuk membawa Liu Shuang, tentunya Liu Bufan tidak keberatan sama sekali dan mereka berdua kembali ke Istana.
Chai Ying dan Yun Zhi juga sudah ada disana, setelah mereka mendengar kalau Han Sen kembali dengan keadaan yang sehat mereka tidak sabar untuk memastikannya sendiri dan menggunakan Array Teleportasi untuk datang.
Setelah itu Han Sen membuat pengaturan yang besar dan mengundang semua Kepala Keluarga di Kerajaannya. Bukan hanya itu saja dia juga mengundang setiap Raja dan kelima Sekte untuk berkumpul.
Kembalinya Han Sen menciptakan kegemparan yang besar. Banyak orang yang ingin melihatnya namun Han Sen sama sekali tidak peduli, terlebih para alkemis yang memujanya bahkan saat ini Ibukota sangat penuh dan para Penjaga agak kesulitan untuk mengatur mereka.
Han Sen saat ini berada di Pulau Melayang dan membuat persiapan. Dalam seminggu ini dia menemani mereka berempat sekaligus membuat banyak hal, Wudie sendiri ikut atas ijin Han Sen daj menepi untuk berlatih.
Han Sen membuat 4 set Armor dan Pedang Tingkat Virtual dengan kualitas tinggi, dia sengaja memberikan semua ini kepada mereka berempat dan tidak sedikit Pil Roh yang dia buat di Tingkat Virtual.
Perlengkapan yang mereka pakai saat ini sudah berada dilevel tertinggi, bahkan setiap Master Sekte tidak mungkin memilikinya. Han Sen sudah sangat bekerja keras dalam semua usahanya, jadi mereka hanya bisa menemaninya sambil berlatih bersama.
__ADS_1
Yao Wu menuangkan teh untuk Han Sen dan memintanya untuk beristirahat, "Kau sudah bekerja sangat keras, lebih baik mengambil istirahat... membuat Artifak dan Pil Roh sebanyak itu untuk apa ?"
"Untuk perubahan yang besar." Han Sen meminum tehnya dan berpikir kalau semua ini sudah lebih dari cukup.
Yun Zhi mengangguk dan berkata, "Senior Han ingin memulai pertarungan ?"
"Bukan aku yang memulainya tapi mereka... sejak saat mereka hampir mencelakai Wanitaku maka mereka mengundang kematian. Dewa Pedang Tian Yan atau siapapun itu, aku yang sekarang sudah cukup mampu untuk menghadapinya. Hutang saat di Benua Misterius itu tetap harus dibayar !" Kata Han Sen dengan penuh niat membunuh.
Chai Ying dan Liu Shuang sangat setuju dengan perkataan Han Sen, walaupun Han Sen tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi namun dilihat dari ekspresinya yang penuh kebencian mereka yakin bahwa Han Sen sudah mengalami hal yang sulit.
Mereka semua mengangguk dan bersiap-siap, mereka semua berganti pakaian yang baru dan Han Sen menyuruh Wudie untuk berhenti sebentar dan mereka kembali.
Han Sen duduk disinggasana dan Yao Wu, Liu Shuang, Yun Zhi dan Chai Ying berada disampingnya. Setiap Kepala Keluarga dan para Raja membawa kerabat mereka dan mereka semua duduk dibawah dengan penuh hormat.
Keempat Master Sekte dan Jenius muda terbaik juga datang. Mereka mendapatkan kursi tersendiri dan berada diatas, Aura Kultivator Alam Virtual yang mengerikan sangat mendominasi. Hong Wen, Die Long, Chen Mu dan Fang Zhe masuk kedalam.
__ADS_1
Hanya dalam waktu yang singkat Fang Zhe sudah memulihkan kekuatannya, sorot matanya saat ini dipenuhi dengan niat bertarung dan semua itu tertuju kepada Han Sen. Semakin dia merasakan kedalaman kekuatan Han Sen maka dia semakin penasaran untuk mencoba kemampuannya.
Namun Cang Yuan segera mengingatkannya karena ini bukan waktu yang tepat. Han Sen tahu niatnya namun sama sekali tidak peduli, sekarang apa yang lebih penting adalah mereka yang ada didepannya saat ini.
"Terimakasih karena kalian semua sudah memenuhi undanganku." Kata Han Sen sambil mengepalkan tinjunya.
Fang Zhe tersenyum dan berkata, "Kita langsung keintinya saja... Bagaimana caramu lolos dari Dewa Pedang dan alasan mengapa mereka mundur kau pasti tahu bukan !"
Keheningan memenuhi Aula dan semua orang juga penasaran dengan hal ini. Kultivasi mereka sangat jauh namun mereka penasaran bagaimana Han Sen bisa lolos dari tangan orang yang disebut sebagai Dewa Pedang.
"Disini bukan Sekte Awan dan aku adalah Tuan Rumahnya. Tentunya aku akan membahas hal itu dengan kalian, tapi saat ini ikuti aturan mainnya !" Han Sen berkata dengan tegas.
Fang Zhe tersenyum dan berkata, "Lalu pastikan kau memberikan jawaban yang memuaskan nantinya. Aku juga tertarik untuk mencoba seberapa besar perkembanganmu !"
"Sebaiknya jangan... takutnya Sekte Awan tidak akan menjadi Pilar bagi Benua ini lagi nantinya." Han Sen tersenyum dan sama sekali tidak takut.
__ADS_1