
Han Sen terus memompa Qi miliknya dan terbang sangat cepat. Setelah beberapa hari akhirnya dia melihat daratan dari Benua Misterius, ruang yang menutupi Benua ini seolah sangat kacau dan Han Sen tidak tahu apa penyebabnya.
Buku Rahasia Alam didalam Laut Kesadaran Ilahinya berdengung, Han Sen melihat gambaran peta dimana tempat yang harus dia datangi nanti.
"Masalah lain bisa dikesampingkan terlebih dahulu... Untuk sekarang aku harus mengirim mereka kembali. Untungnya kau memiliki pemahaman yang cukup untuk melewati ruang yang kacau ini !" Han Sen mendesak Qi miliknya dan menerobos dengan paksa.
Langkahnya sangatlah tepat dan Han Sen selalu menghindari Ruang yang terbuka. Indranya cukup kuat untuk membimbingnya dan Han Sen berhasil menerobosnya.
Kesadaran Ilahi Han Sen menyebar sangat luas untuk mencari keberadaan seseorang. Segera dia bergerak masuk lebih dalam dan tidak sedikit Beast yang dia jumpai sekarang.
Benua Misterius belum pernah dijelajahi dengan benar, menurut informasi yang Han Sen dapatkan Benua ini dibagi menjadi lima lapisan. Bahkan yang terbaik mereka hanya mampu sampai di Lapisan keempat, disana tidak sedikit Beast yang berada di Alam Divine Sea bahkan ada beberapa yang berada di Tahap Akhir Alam Virtual.
Han Sen masuk kelapisan kedua dan daerah itu sangat berbeda. Auranya terlihat sangat mencengkam dan Han Sen merasakan adanya gelombang pertarungan yang sangat dahsyat.
Disisi lain Jiwa Burung Vermilion membumbung tinggi keatas langit. Api merah yang sangat ganas menyembur dari mulutnya, raksasa batu yang sangat besar meninjunya sangat keras dan Api Merah itu menyebar.
__ADS_1
Liu Shuang, Fan Hai dan Zhi Xin bertarung habis-habisan dengan Raksasa Batu bersama dengan Murid-Murid lainya. Sedangkan Duan Hongchen dan Gu Feiyan sedang terluka, Chai Ying juga sudah bertempur habis-habisan selama beberapa bulan ini dan hampir tenaga mereka tidak ada yang tersisa.
"Liu Shuang... sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu. Kau sudah menahannya untuk beberapa hari dan sekarang adalah giliranku !" Kata Nie Fan dengan senyum yang pahit.
Zhi Xin dan Nie Fan sendiri juga sudah sangat kewalahan. Sudah tiga bulan mereka mengahadapi raksasa batu ini, mereka mungkin memiliki kekuatan untuk bertarung namun resikonya sangat besar jika mereka menghancurkan langsung Raksasa Batu ini.
Setidaknya kekuatan Raksasa Batu berada di Tahap Awal Divine Sea, walaupun Kultivasi mereka belum menembus Alam Divine Sea setidaknya jumlah mereka sangat banyak dan untuk menahannya mereka masih sanggup.
"Jangan pedulikan... aku masih sanggup untuk bertarung." Liu Shuang terbang keatas langit dan mengangkat Pedangnya.
Namun serangan mereka bertiga hanya memaksa Raksasa Batu mundur beberapa langkah, semua serangan mereka hanya menciptakan luka gores yang sama sekali tidak ada artinya sedikitpun.
Raksasa Batu itu mengayunkan tangannya yang besar dan berniat memukul mereka bertiga, Aura yang luar biasa dari Raksasa Batu membuat mereka bertiga tidak bisa bergerak dan jika serangan ini mengenai mereka maka nasib mereka akan berakhir dengan buruk.
Sebuah gelombang cahaya menabrak tangan Raksasa Batu dan menyelamatkan mereka bertiga. Han Sen dengan cepat menghentikan serangan berbahaya itu dan Liu Shuang sangat terkejut dengan kedatangannya.
__ADS_1
Han Sen menginjakan kakinya ditanah dengan keras dan Jiwa Naga Surgawi keluar. Raungannya membuat tanah berguncang dan Raksasa Batu tanpa sadar mundur beberapa langkah karena tekanan dari Jiwa Naga Surgawi.
"Hanya sebatas batu sandungan berani berniat melukai wanitaku." Han Sen mengepalkan tinjunya dan energi alam dalam jumlah yang besar ditarik masuk kedalam tubuhnya.
Han Sen meninju dengan penuh amarah dan gelombang cahaya lima elemen menyapu setengah tubuh dari Raksasa Batu. Semua orang yang melihat hal ini hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar, Raksasa Batu yang mereka lawan selama tiga bulan dikalahkan oleh Han Sen dengan satu serangan acak.
Nie Fan berpikir kalau dirinya adalah orang yang paling layak bersaing dengan Han Sen, tapi bahkan sebelum mereka bersaing Nie Fan sudah kehilangan kepercayaan dirinya.
Liu Shuang segera turun dan masuk kedalam pelukan Han Sen, "Kau datang kemari !"
"Ketika aku mendengar kalian mendapatkan masalah mana mungkin aku mengabaikannya begitu saja. Kalian adalah Wanitaku dan kehidupan kalian sudah menjadi tanggung jawabku, dimana Chai Ying ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Gunung belakang... dia sedang memulihkan Sumber Qi miliknya." Jawab Liu Shuang dengan perasaan yang campur aduk.
"Selama kalian baik-baik saja maka itu semua sudah lebih dari cukup." Han Sen tidak mengharapkan apapun selain keselamatan mereka berdua.
__ADS_1