
Setelah semua orang pergi dari tempat itu Han Sen menghela nafas lega. Matanya memancarkan niat membunuh yang sangat kuat dan dari jauh dia dapat merasakan seseorang yang kuat sedang mengawasi mereka.
Han Sen melompat keatas tebing dan berkata, "Apakah Senior sangat suka memainkan permainan petak umpet. Sepertinya Senior adalah orang dari Sekte Langit Iblis... kenapa tidak keluar dan langsung berbicara denganku !"
Perlahan orang itu menunjukan sosoknya dan dia adalah Hong Wen, "Maaf karena aku tidak sopan... aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertarik dengan pertunjukan tadi. Diusia yang sangat muda Junior Han dapat mengasah Niat Pedang sekuat itu, takutnya dimasa depan Junior akan menjadi orang yang sangat hebat."
"Ho... jadi ini Tetua Agung dari Sekte Langit Iblis yang terkenal itu. Boleh aku bertanya satu hal... kedatangan Senior kesini apakah ingin menjalin hubungan atau membalas dendam. Jika kedatangan Senior untuk balas dendam maka tidak perlu membuang banyak waktu, kita akan menyelesaikan semuanya sekarang." Kata Han Sen dengan tegas.
Hong Wen merasa kesal sekaligus takjub dengan kepercayaan diri Han Sen, "Jika aku datang untuk membalas dendam apakah perlu aku menunggunya sampai sekarang. Tapi perkataan yang kau ucapkan sedikit tidak menyenangkan, aku mengakui keterampilanmu tapi apakah kau pikir bisa menang jika aku mengambil tindakan ?"
Han Sen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak... aku tidak akan mampu menang untuk melawan Kultivator Alam Divine Sea, tapi walaupun aku tidak bisa menang setidaknya aku memiliki keyakinan seratus persen untuk membawa Senior mati bersama denganku."
__ADS_1
Hong Wen mengangguk dan dia tidak akan mengabaikan perkataan Han Sen. Kebanyakan orang ketika melihatnya mereka akan menunjukan rasa hormat, namun Han Sen sama sekali tidak peduli dan keberaniannya memang sesuatu yang spesial.
Han Sen tahu bahwa dia tidak akan mungkin bisa menang melawannya. Namun pastinya dia menyembunyikan kartu dimana dia dapat membunuh Kultivator Alam Divine Sea.
Hong Wen melompat kesamping Han Sen dan duduk dengan santai, "Lupakan masalah lama... orang itu mati karena kebodohannya sendiri. Bagi Kultivator jalan Iblis seperti kami membunuh orang adalah hal yang biasa, tindakannya sama sekali tidak mewakili Sekte Langit Iblis dan kami tidak akan pernah tertarik untuk mengacaukan Kerajaan kelas rendah seperti ini."
"Jalan Iblis ataupun Kebenaran semuanya hanya sebuah omong kosong. Pada akhirnya hanya siapa yang kuat maka dia layak menentukannya, aku tidak menyalahkan Sekte Langit Iblis... aku hanya tidak ingin membuat diriku kerepotan jadi aku terpaksa memberikan kalian peringatan untuk tidak mengambil tindakan yang bodoh." Kata Han Sen dengan jujur.
"Lupakan saja... semua pendekatan ini bertujuan untuk mencari tahu tentang diriku bukan. Lalu setelah kalian tahu apa yang ingin kalian lakukan, apakah semua itu untuk Pil Roh Hati Dao ?" Tanya Han Sen yang duduk memandang kedepan.
"Junior tidak salah... tapi dalam beberapa hal kami tidak akan mampu membelinya. Kami mungkin memiliki tiga ratus juta batu roh, jujur saja aku sangat iri dengan pencapaian Die Long karena menerobos Alam Virtual. Aku memiliki banyak hal yang bisa ditukarkan, entah apa Junior mau membantuku ?" Tanya Hong Wen dengan jujur.
__ADS_1
Tiga ratus juta Batu Roh itu bukanlah jumlah yang kecil. Sekte Langit Iblis mungkin memilikinya namun Hong Wen tidak bisa menggunakannya, dengan batu roh sebanyak itu Duan Tongtian akan lebih memilih untuk membeli sumber daya untuk para Murid dan Hong Wen tidak bisa bertindak sesukanya.
"Kalau begitu bisakah aku melihat Cincin Ruang milik Senior ?" Tanya Han Sen dengan sopan.
"Oke... tapi jangan pernah berpikir untuk mengambil Artifak Tingkat Virtual, dari semua hal itu adalah landasan terpenting Sekte kami dan hanya ada 6 di seluruh Benua ini !" Kata Hong Wen dengan tegas.
Han Sen mengangguk dan tidak akan tertarik dengan hal semacam itu. Baginya dia bisa membuat Artifak Tingkat Virtual selama ada bahan dan energi yang cukup. Han Sen melihatnya tidak lebih dari sekedar barang cacat yang dibuat oleh beberapa orang yang tidak berpengetahuan.
Setelah beberapa waktu Han Sen menemukan sesuatu yang mengejutkannya. Han Sen mengeluarkan sebuah potongan Bambu dengan elemen petir berwarna emas.
Buku Emas Rahasia Alam didalam Laut Kesadaran Ilahi miliknya berdengung. Buku Emas itu menunjukan ketertarikan dengan Elemen Petir Emas ini dan Jiwa Naga Surgawi juga bereaksi seolah ingin menelannya.
__ADS_1
Han Sen segera menyimpannya kembali sebelum semua energi Petir Emas dimakan oleh Jiwa Naga Surgawi. Dirinya tidak bisa menunjukan emosinya didepan Hong Wen jika tidak maka dia akan dimanfaatkan olehnya.