
Han Sen mendesak Qi miliknya dan piringan hitam muncul diujung jarinya, perlahan dia merubah bentuknya menjadi berbagai hal dan kendalinya dalam kekuatan ruang menjadi lebih hebat.
"Divine Dao Ruang yang merupakan Teknik tipe serangan dengan pembentukan serta pemadatan. Apakah ada Kultivator yang dapat menahan kemampuan seperti ini, tidak heran jika Divine Dao Ruang sangat langka dan hampir mustahil untuk dipelajari tanpa bakat alami." Han Sen cukup puas dengan pencapaiannya dan merapikan dirinya.
Segera dia masuk kedalam Istana dan melihat banyak rak buku diperpustakaan. Semuanya berisi Teknik Beladiri yang hebat dan Han Sen menemukan apa yang dia cari, buku mengenai resep Pil Roh.
Han Sen tidak tahu apakah ini sudah lengkap atau tidak, namun seharusnya ini dapat membantu Lu Siyu untuk meningkatkan keterampilannya.
"Hah... sebentar lagi Medan Perang Kuno akan ditutup. Aku tidak ingin membuang waktuku disini dan setelah kembali aku akan memeriksa semuanya satu persatu." Han Sen memiliki kendali penuh atas Artifak ini dan segera keluar.
Han Sen menyimpannya kembali kedalam semesta kecil didalam tubuhnya, selain Kristal Sumber semuanya sudah aman dan jika dia dirampok sekalipun dia tidak akan rugi banyak.
Energi Alam yang bercampur dengan Bintang ditarik masuk kedalam tubuh Han Sen, dia merasakan kalau dirinya dapat melakukan apapun dan dia bisa percaya diri untuk keluar selama tidak melawan Gadis Naga.
Han Sen melihat seseorang yang melintas dengan cepat. Orang itu tidak lain adalah Ning Hu dan dibelakangnya dia sedang dikejar oleh seseorang Kultivator dengan Aura yang menakutkan.
__ADS_1
Han Sen merobek ruang hampa dan menghadang jalan Ning Hu, melihat robekan ruang didepannya Ning Hu segera berhenti dan terlihat panik. Han Sen sudah melepaskan topengnya dan mustahil bagi Ning Hu mengetahui identitasnya.
"Berhenti kau sialan !" Pria dibelakang Ning Hu melambaikan bendera ditangannya.
Wajah roh jahat tiba-tiba menyembur dan berniat melahap jiwa mereka berdua sekaligus. Han Sen menjentikkan jarinya dan kegelapan membungkus roh jahat itu, perlahan semuanya diserap oleh Han Sen.
"Sialan.... berani ikut campur dalam urusanku, apakah kau berani menyinggung Sekte Poison ?" Teriak Pria itu dengan marah.
Han Sen mengabaikannya dan melirik Ning Hu, "Tuan Kota Ning bukan... dimana Lu Che yang ikut masuk kedalam Kelompokmu ?"
"Kau... aku ingat... kau berangkat melalui Kotaku !" Ning Hu mulai mengingat wajah Han Sen sebelum dia masuk ke Medan Perang Kuno.
"Orang ini adalah Iblis yang keji... dia mengambil semua esensi jiwa mereka. Aku tidak tahu siapa Lu Che, tapi jika Saudara ini membantuku aku bersedia mengantarnya kesana !" Kata Ning Hu dengan jujur.
Han Sen sangat terkejut mendengar hal ini dan berkata, "Sudah berapa lama ?"
__ADS_1
"Satu hari." Jawab Ning Hu dengan jujur.
Pria itu tertawa dengan gila, "Hahaha... berani sekali kalian berdua mengabaikan Tuan Muda ini, kalian para Domba segeralah mati dan biarkan aku mengekstrak jiwa kalian berdua."
Han Sen melesat kearah Pria itu dengan kecepatan yang luar biasa. Niat membunuhnya meledak-ledak dan tinjunya dilapisi Qi Alam, pukulan Han Sen tepat menghantam dadanya dan Armor yang digunakan Pria itu hancur berkeping-keping.
Han Sen mencengkram tangan kanan Pria itu dan menariknya, tangan Pria itu terputus dan darah menyembur dengan gila. Pria ini hanya berada di Tahap Awal Immortal Emas, roh jahat miliknya memang kuat namun kesenjangan kekuatannya dengan Han Sen sangat terlihat jelas.
Teriakan kesakitan terdengar sangat keras dan Han Sen mengambil Cincin Ruang yang terpasang ditangannya. Retakan ruang terbuka sangat lebar dan Han Sen mencengkram leher Pria itu.
"Hukum Ruang !" Ning Hu benar-benar sangat terkejut dan ini adalah kali pertama dia melihat Kultivator yang memiliki pencapaian dalam Divine Dao Ruang.
"Iblis sialan... aku akan membuatmu mati dengan cara yang paling kejam." Han Sen melemparkan Pria itu kedalam retakan ruang.
Aliran ruang yang sangat kacau membuat tubuhnya terpotong kecil-kecil. Darah dan daging melayang dikehampaan dan Ning Hu tidak bisa berpendapat melihat kekejaman ini.
__ADS_1
Han Sen memeriksa sebuah Tripod hitam yang memiliki fluktuasi kekuatan jiwa. Han Sen meminta Ning Hu segera pergi ke lokasi mereka dan berniat untuk menyelamatkan Lu Che.
Sampainya disana Han Sen melihat banyak mayat yang bergeletakan ditanah. Untungnya masih banyak orang yang hidup termasuk Lu Che, Han Sen mengeluarkan Tripod hitam itu dan mengembalikan semua Jiwa yang terkurung didalamnya.