
Setengah tahun berlalu dengan sangat cepat Liu Shuang menerobos Alam Dao Fusion dengan cukup cepat dibawah bimbingan Qing Lian. Sesekali Raja Monster lain datang dan mengajar Liu Shuang, tidak ada yang dapat menolak perintah dari Phoenix.
Han Sen keluar dari pengasingannya dan Auranya terlihat sangat menakjubkan. Raungan Naga Surgawi menggema keseluruh penjuru tempat dan tekanan yang luar biasa dapat dirasakan mereka semua.
Han Sen melompat dari ketinggian dan perlahan mendarat untuk melihat mereka. Badak Guntur dan Golem, mereka sangat waspada dengan Han Sen dan harus mereka akui bahwa pancaran Auranya sangatlah menakutkan.
Liu Shuang berjalan kearah Han Sen dan memeluknya, "Aku sangat merindukanmu !"
"Kita akan memiliki waktu yang lama untuk bersama nantinya. Kau sudah melalui hal yang berat, maaf karena baru datang sekarang dan apakah kau baik-baik saja ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Aku baik... Dua Raja Monster sedang menemaniku berlatih. Tidak lama Kakak Qing Lian pergi, aku pikir dia sedang menunggumu." Jawab Liu Shuang dengan santai.
"Biarkan saja dia." Han Sen menatap Badak Guntur dan Golem, "Terimakasih karena membantu Istriku berlatih !"
"Semua ini adalah perintah yang mulia ratu, kami hanya menjalankan tugas." Kata mereka berdua dengan sopan.
Han Sen mengeluarkan dua guci kecil dan memberikan mereka masing-masing, "Minumlah... Garis darah kalian akan meningkat dan memungkinkan kalian menerobos Tahap Akhir. Anggap saja itu sebagai rasa terimakasihku."
Mereka berdua saling memandang dan bingung dengan Han Sen. Namun sebuah suara Qing Lian muncul dibelakang mereka dan dia mencium aroma darah yang menyenangkan.
__ADS_1
"Kau terlalu baik karena memberikan itu kepada mereka. Masih tidak berterimakasih kepada Suamiku, atau aku yang akan meminum semuanya ?" Kata Qing Lian dengan dingin.
"Itu adalah darah Binatang Suci Kura-Kura Hitam, harusnya itu dapat meningkatkan garis darah yang kalian miliki." Kata Han Sen dengan santai.
"Terimakasih Yang Mulia." Mereka berdua memberi hormat dan meminum semuanya sampai habis.
Aura yang ganas dan Qi Monster meledak dari tubuh mereka. Qing Lian melambaikan tangannya dan Auranya menghempaskan mereka berdua sangat jauh.
"Jika ingin menerobos lakukan saja ditempat lain dan jangan mengotori tempatku." Kata Qing Lian dengan kesal.
Han Sen dan Liu Shuang tersenyum pahit dengan sifat Qing Lian yang terlalu seenaknya. Mereka hanya mengenal siapa yang kuat, sebagai salah satu yang teratas Qing Lian tidak akan mau merendah didepan mereka.
"Aku ikut." Liu Shuang ingin pergi bersama dengan Han Sen.
"Kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu... tentunya bagaimana aku bisa melewatkan kesenangan ini !" Kata Qing Lian dengan tidak sabar.
"Kalau begitu kau harus mendengarkanku... kau bertarung hanya dengan ijinku dan kau juga dilarang mengamuk." Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.
Qing Lian adalah Binatang Suci Phoenix yang menempati posisi kedua dari Daftar Surgawi dibawah Naga Sejati. Kekuatannya tidak akan bisa dihentikan oleh mereka, terlebih Han Sen lebih suka menyelesaikan dendam dengan kemampuannya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah... tapi jika ada orang yang kurang ajar aku tidak akan menjamin kalau mereka akan terbakar nantinya menjadi abu. Kapan kita berangkat... jika kau tidak memiliki sebuah Kapal maka aku akan menyediakannya untukmu !" Kata Qing Lian dengan santai.
Han Sen tersenyum dan berkata, "Sebenarnya aku lebih suka menaikimu... tapi dilihat dari jaraknya yang jauh mungkin kau akan kelelahan. Baik aku membutuhkan Kapal yang muat untuk kita bertiga."
Qing Lian menyiapkan semuanya dan tidak butuh waktu yang lama mereka semua sudah siap untuk berangkat. Badak Guntur meminjamkan bawahannya dan mereka bisa berangkat dengan nyaman.
Kapal itu sangat besar dan merupakan hasil rampasan. Han Sen tidak terlalu peduli dengan semua itu dan selama itu nyaman maka tidak perlu ada sesuatu yang harus dipikirkan.
Liu Shuang tersenyum dan melihat pemandangan dari luar jendela. Han Sen yang melihat hal ini hanya bisa menggelengkan kepalanya, sepertinya setelah semua ini selesai dia harus mengajaknya jalan-jalan dengan melihat banyak hal.
Han Sen memeluknya dari belakang dan berkata, "Tenang saja... aku akan mengajak kalian jalan-jalan nanti !"
"Aku sangat menantikannya." Liu Shuang merasa sangat nyaman.
"Hei... Hei... Istrimu bukan Adik Liu saja... Terakhir kali aku kalah. Mari kita selesaikan disini permainan kita !" Kata Qing Lian yang duduk ditempat tidur.
"Permainan apa ?" Tanya Liu Shuang dengan penasaran.
"Permainan ini disebut dengan daya tahan." Han Sen sama sekali tidak menolak dan sangat menantikannya.
__ADS_1