Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 286 - Setengah Tahun


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dan Han Sen mendapatkan banyak pengetahuan umum tentang Alam Immortal dari Cai Die. Terdapat lebih dari tiga ribu Divine Dao yang diketahui saat ini, bahkan disebuah tempat ada beberapa monumen yang berisi Divine Dao.


Pemahaman Divine Dao sama sekali tidak ada batasan. Han Sen yang sekarang memiliki tiga hal yang itu Divine Dao Alam, Ruang dan Waktu. Jika untuk Divine Dao Ruang mungkin masih ada beberapa Immortal yang memiliki pencapaian, namun untuk Divine Dao Alam dan Waktu hanya Han Sen seorang yang dapat menggunakannya.


Han Sen bangun dan Cai Die masih berbaring dengan santai, tubuhnya yang telanjang ditutupi dengan kain sutra yang indah dan dia penasaran karena Han Sen terlihat bingung.


"Senior terlihat gelisah... apakah ada sesuatu yang mengganggumu ?" Tanya Cai Die sambil memeluk punggung Han Sen.


"Divine Dao Ruang... bagaimana cara Kultivator Immortal itu bertarung dengan mengandalkan Divine Dao ini ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Senior Han Sen sangat hebat dan salah satu orang yang mampu menguasai kekuatan ruang, tapi bolehkan aku bertanya kemampuan apa yang Senior bisa gunakan dengan mengandalkan kekuatan ruang ?" Cai Die ingin mengkonfirmasi kemampuan Han Sen.


Han Sen merangkulnya dan membuatnya berbaring dalam pelukannya, "Aku dapat menciptakan Ruang yang mengurung musuhku untuk beberapa waktu. Aku juga bisa merobek ruang dan berpindah tempat dalam jarak tiga ratus meter sesuai keinginanku."

__ADS_1


"Setiap Kultivator yang mengkultivasikan Divine Dao memiliki manfaat yang berbeda-beda sesuai dengan pemahaman yang dimilikinya. Aku memang tidak pernah melihatnya secara langsung namun Masterku pernah membahas ini, mereka yang dapat menggunakan kekuatan ruang adalah lawan yang paling merepotkan."


Cai Die melanjutkan, "Mereka adalah Ahlinya dalam seni melarikan diri, bahkan seorang Master Domain tidak akan bisa menghentikannya tanpa bantuan Artifak yang dapat menyegel Ruang. Mereka bisa pergi sesuka hati mereka kemanapun yang mereka inginkan, namun apa yang mengerikan adalah kekuatan dimana mereka bisa mengurung musuhnya didalam ruang hampa yang kacau."


Han Sen tersenyum dan setelah mendengar hal ini dia benar-benar bersemangat. Abaikan masalah kekuatan, jika Han Sen dapat menguasai kemampuan seperti itu maka dia dapat lari dari musuh yang tidak bisa dia hadapi kapan saja.


"Kekuatan Ruang benar-benar sangat dalam... aku semakin tertarik untuk mengunjungi Monumennya Divine Dao Ruang." Han Sen mengusap perut Cai Die dan berkata, "Ngomong-ngomong apakah Sekte Blue Wind tidak mempersalahkan muridnya seperti ini ?"


Dirinya sangat paham kalau orang seperti Han Sen pasti memiliki banyak wanita didekatnya, namun dia tidak berharap lebih dan sejauh apa yang dia ketahui Han Sen adalah Pria yang paling baik yang pernah dia temui dalam hidupnya dan Cai Die sama sekali tidak menyesal mengambil tindakan seperti ini.


"Benar sekali... tapi sayangnya aku masih belum puas." Han Sen menindih tubuh Cai Die dan perlahan mencium bibirnya dengan lembut.


Selama beberapa hari Cai Die benar-benar merasa kalau dirinya diperlakukan sebagai wanita, namun semuanya tidak bertahan lama dan tiba hari dimana dia harus pergi terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Han Sen dan menunggu Penjaga akhirnya mereka berpisah, dia memiliki kewajibannya di Sekte dan bersama dengan Han Sen mungkin akan menjadi kenangan manis yang tidak akan pernah dia lupakan.


Han Sen tidak tinggal diam saja dan memulai latihannya untuk memperkuat Divine Dao miliknya. Pemahamannya masih sangat kasar dan Han Sen sudah mengingat semua informasi yang Cai Die katakan.


*Krak... Krak... Krak...*


Aura Han Sen meledak dan retakan ruang muncul disekelilingnya. Semua orang yang diuar dapat merasakan kengerian dari Aura Han Sen dan mereka menjaga jarak aman agar tidak mengganggunya.


Bisa dikatakan kalau Han Sen adalah orang terkuat di Pulau karena sudah membunuh Yun Lang. Jadi tidak ada satupun orang yang berani untuk memprovokasinya dan lebih memilih menghindar.


Han Sen tenggelam dalam Kultivasinya dan tidak berniat untuk keluar. Waktu terus berlalu dan Kultivasinya semakin tumbuh, Pohon Semesta didalam tubuhnya mengeluarkan Energi Alam dalam jumlah yang besar.


Semua bahan obat dan Kristal Divine yang dia bawa diserap oleh Han Sen, tidak ada gunanya menyimpan Kristal Divine karena mata uang ditempat ini adalah Kristal Sumber. Jadi dari pada Han Sen membiarkannya menumpuk didalam Cincin Ruang lebih baik untuk menggunakannya untuk berlatih.

__ADS_1


__ADS_2