
Han Sen pamit sebentar dan bertemu dengan Kapten Zie, dia menanyakan situasi setengah tahun yang lalu dan sesuai dengan janjinya dia meminta Kapten Zie memberikan orang-orang yang berpartisipasi dengan hadiah.
Untungnya saat dia tidak ada Yao Wu mengurus semuanya dengan baik, Paviliun Alkemis meminta ijin untuk mendirikan tempat dan Han Sen tahu bahwa mereka hanya tidak ingin kehilangan koneksi dengannya.
Yao Wu sendiri juga mengijinkannya dan selama itu baik untuk Kota maka Han Sen tidak perlu khawatir. Han Sen juga akan mengadakan perjamuan tiga hari kedepan, dia juga harus menunjukan wajah sebagai Tuan Kota dan mengundang semua orang.
Beberapa bulan yang lalu Shi Feng bersama dengan Tong Fang dan beberapa Pelayan juga baru tiba. Han Sen memintanya untuk menjadi Pengurus Keluarga Han dan mengurus semua pekerjaan di Kota Api.
Setelah berbicara beberapa waktu Han Sen bergegas kembali ke Kediamannya, dia membuka pintu dan melihat Yao Wu yang berdiri didekat jendela sambil melihat kolam dimalam hari.
Ekspresinya terlihat sangat senang dan Han Sen benar-benar sangat terpesona dengan kecantikannya.
"Sudah kembali ?" Tanya Yao Wu dengan gugup.
"Kelihatannya kau sangat senang... apakah kau tidak ingin berbagi denganku ?" Han Sen merangkulnya dan melihat kolam diluar jendela.
"Tidak ada... entah mengapa aku cukup menikmati kehidupan seperti ini." Kata Yao Wu dengan jujur.
__ADS_1
Han Sen menyentuh wajahnya dengan lembut dan berkata, "Malam ini... kau sungguh sangat cantik !"
Yao Wu menjadi lebih gugup dan tidak bisa menyembunyikan senyumnya, "Duduklah... aku akan menyeduh teh untukmu !"
Han Sen memeluknya dan berkata, "Kau tidak perlu melakukannya... untuk sekarang aku jauh lebih menginginkan dirimu !"
Han Sen melepaskan pakaiannya dan perlahan dia membawa Yao Wu ketempat tidur. Yao Wu merasa gugup dan terlihat sangat kaku, tangannya menutupi tubuhnya dan Yao Wu sangat malu sekarang.
"Jangan takut... sisanya serahkan saja kepadaku !" Han Sen mengusap bibir Yao Wu dan menciumnya dengan lembut.
Perlahan dia menyingkirkan tangan Yao Wu dan menggenggamnya dengan erat. Sudah berapa lama Han Sen memimpikan saat-saat seperti ini, tinggal bersama dan hidup bersama dengan Yao Wu.
Kehidupan yang dulu mereka tidak ditakdirkan hidup bersama-sama. Namun kehidupan yang baru ini sebagai Han Sen dan Yao Wu mereka dipertemukan kembali.
Walaupun hanya Han Sen sendiri yang memiliki kehidupan lamanya. Namun pengalaman dikehidupan yang lalu adalah pembelajaran untuk dirinya yang sekarang, dia tidak akan pernah melepaskan tangan Yao Wu ataupun mengulang kesalahan.
Erangan terus keluar dari mulut Yao Wu dan Han Sen mencoba untuk bersikap lembut, suasana dihati mereka terasa sangat manis dan Yao Wu merasa sangat bahagia dan tidak akan menyesali keputusannya.
__ADS_1
Keesokan paginya Yao Wu bangun dan mengusap matanya. Tubuh Yao Wu merasa sangat pegal dan Han Sen tertidur pulas disampingnya, dia sudah seperti anak kecil yang tidak kenal waktu.
Yao Wu memegang dada Han Sen yang keras dan sangat penasaran mengapa Han Sen memiliki tubuh yang keras. Perlahan Han Sen membuka matanya dan menarik tangan Yao Wu.
"Ugh... maaf... aku tidak bermaksud untuk membangunkanmu !" Kata Yao Wu dengan sedikit terkejut.
"Tidak apa-apa... sudah sangat lama aku tidak tidur senyenyak ini. Terlebih ketika aku bangun orang yang aku lihat adalah Wanita cantik seperti Dewi." Kata Han Sen dengan sedikit menggoda.
"Kau bisa saja." Yao Wu tertawa dan merasa senang dengan pujian Han Sen.
"Apakah masih terasa sakit... atau mungkin kau lapar, jika kau masih belum puas maka aku bisa melakukannya lagi !" Kata Han Sen dengan senyum yang nakal.
"Aku sudah baikan dan tidak lapar... untuk sekarang mari berhenti. Apakah kau tidak memiliki pekerjaan ?" Kata Yao Wu dengan kesal.
"Oh... dua hari lagi akan diadakan perjamuan dan tidak ada sesuatu yang bisa aku urus. Tentunya menyenangkan dirimu adalah hal yang paling utama." Han Sen mencium pipi Yao Wu dan tangannya bergerak dengan nakal.
"Itu geli." Yao Wu menyingkirkan tangan Han Sen dan berkata, "Apakah kau pikir dadaku itu mainan ?"
__ADS_1
"Mereka bulat, besar dan kenyal... itu terlihat menyenangkan jika disentuh." Han Sen bercanda dan menikmati momen mereka.
Mereka berdua mengobrol sebagai seorang pasangan dan Han Sen mengatakan semua rencananya. Setelah perjamuan berakhir maka dia akan pergi ke Kota Kayu dan akan membawa Yao Wu bersama dengannya.