Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 65 - Mencari Penyebab Masalah


__ADS_3

Malam harinya Han Sen kembali ke Kamar dan berbaring, dia sudah menyiapkan semuanya didalam Cincin Ruang dan besok pagi dia akan berangkat untuk melihat masalah sebenarnya di Lembah Kematian.


Han Sen dapat yakin bahwa hal ini mungkin terjadi karena Beast yang kuat ingin melakukan penerobosan atau harta yang bagus terlahir, jadi Han Sen tidak akan melewatkan kesempatan ini dan akan melihatnya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.


Keesokan paginya Han Sen berpamitan kepada semua orang dan mempercayakan kediaman Keluarga Han kepada Yao Wu. Kota Api cukup besar dan butuh beberapa waktu untuk mencapai Benteng perbatasan.


Setelah setengah jam akhirnya Han Sen tiba dan diluar benteng banyak orang yang sedang bertarung melawan sekumpulan Beast. Untungnya jumlahnya tidak terlalu banyak dan kebanyakan hanya berada di Tingkat Golden Core.


Han Sen mendesak Qi miliknya dan Akar hitam keluar dari dalam tanah, Akar hitam itu mengejutkan semua orang dan menjerat Beast dengan sangat kuat. Hanya dalam hitungan detik sekumpulan Beast itu berubah menjadi tulang belulang dan semua orang merasa sangat lega.


Kapten Zie segera memberi hormat dan semua orang mengikutinya, "Salam untuk Tuan Kota Han Sen !"


"Tidak perlu memberi hormat... terimakasih karena sudah mempertahankan tempat ini dari sekumpulan Beast. Kalian bisa mengambil Tulang itu dan menjualnya ataupun membuat Artifak, masalah ini mungkin berhubungan dengan Beast yang berada di Tingkatan Divine Transformasi dan mulai dari sini Lembah kematian akan ditutup karena aku harus bertarung dengan Beast itu." Han Sen berkata dengan tegas.

__ADS_1


Han Sen mengayunkan tangannya dan Api Merah menyebar membentuk sebuah penghalang. Semua orang dapat merasakan kengerian dari Api itu dan bahkan Ahli Alam Nascent Soul dapat merasakan sensasi panas yang mengerikan.


"Kalian sudah bertarung seharian penuh dan penghalang Api ini akan bertahan selama sehari, pastikan untuk memulihkan kekuatan kalian kembali untuk berjaga-jaga. Setelah semua ini selesai Kapten Zie akan mencatat nama kalian dan aku akan memberikan hadiah berupa Pil Roh Tingkat Nascent Soul." Han Sen mendesak Qi miliknya dan terbang masuk kearah Lembah Kematian.


Semua orang bersorak karena kemurahan hati Han Sen. Bahkan Kapten Zie tidak menyangka kalau Han Sen akan sebaik ini, namun apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang baik mengingat semua orang juga ikut berkontribusi untuk menjaga keamanan Kota Api.


*Boom.*


Ledakan yang besar terdengar dan gelombang Qi yang sangat kuat dapat dirasakan semua orang, Han Sen melihat segerombolan Beast dalam jumlah yang besar dan membunuhnya dengan sekali serang.


Han Sen melihat sebuah Gua ditengah tebing dan tertarik untuk melihatnya, namun sebuah angin yang tajam melesat kearah Han Sen dengan kecepatan yang luar biasa.


Han Sen meninjunya dengan tangan kosong dan menghancurkan angin itu. Dalam pusaran angin keluar sosok Beast seperti manusia setengah Elang dengan Trisula ditangannya.

__ADS_1


"Hoh... perubahan yang tidak sempurna... umumnya Beast ini adalah Elang Topan yang ingin melakukan perubahan wujud menjadi Ras Monster, sepertinya ada Kolam perubahan Wujud disini !" Kata Han Sen sambil menatap Elang Topan dengan tajam.


Sayap Elang Topan terbuka dan dia segera melesat kearah Han Sen. Kekuatan Elang Topan setidaknya berada di Tahap Akhir Nascent Soul dan Han Sen cukup mampu untuk melawannya.


Han Sen mengeluarkan Pedangnya dan segera dia mengayunkannya sekuat tenaga, Qi Pedang yang ganas melesat kearah Elang Topan dan menghancurkan Trisulanya.


Sayap kirinya terpotong oleh ganasnya Qi Pedang dan darah menyembur dari lukanya. Han Sen tidak ingin memperlama pertarungan ini dan sosoknya menghilang menjadi bayangan.


Dalam sekejap dia sudah berada dibelakang Elang Topan dan Han Sen menghunuskan Pedangnya, ujung Pedang yang tajam menembus dada Elang Topan dan Han Sen menyeretnya kebawah hingga membentur tanah dengan keras.


Han Sen sengaja tidak mengincar jantung ataupun inti Elang Topan, dia ingin menggunakan Atribut Kegelapan dan menyerap Atribut dan Vitalitasnya.


Kegelapan segera membungkus Elang Topan dan Han Sen merasakan perlawanan. Han Sen sedikit mendesak kekuatan jiwanya dan bayangan mata Naga Surgawi memberikan tekanan yang besar kepada Elang Topan.

__ADS_1


Kelemahan Beast itu sangat sederhana dan mereka tidak akan bisa melewati jurang garis keturunan. Jiwa Naga Surgawi bahkan bisa bersaing dengan Binatang Suci Kuno, Elang Topan sejak awal tidak akan mampu untuk bersaing dengan Jiwa Naga Surgawi.


__ADS_2