Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 293 - Aku Yang Menentukan Takdirku


__ADS_3

Nian Suo juga masuk kedalam arena dan mengeluarkan Plat Array, sebuah penghalang Qi terbentuk disekelilingnya dan dia tidak berniat untuk bertarung.


Kultivasinya masih berada di Tahap Akhir Tingkat Heaven, dia sama sekali tidak bisa ambil bagian dalam pertarungan. Semua orang yang melihat hal ini tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutuk.


"Kau tidak keberatan bukan ?" Tanya Nian Suo dengan senyum yang licik.


"Aku selalu menepati ucapanku... setelah aku mengurus hal ini maka selanjutnya adalah kau !" Kata Han Sen dengan penuh niat membunuh.


*Groar.*


Aura Huo meledak-ledak dan Han Sen sedikit terkejut, perlahan kulitnya berubah menjadi hitam gelap dan dipenuhi dengan bulu. Qi Monster yang sangat kuat menyebar dan semua orang terlihat terkejut.


"Ho... Ras Monster... aku penasaran jenis apa ini ?" Han Sen mengeluarkan Pedangnya dan bersiap untuk bertarung.


Huo berpikir kalau Han Sen ini terlalu sombong karena tidak menganggap keberadaannya spesial, Huo menghilang dari tempatnya dan kecepatannya membuat Han Sen sangat terkejut.


"Diatas !" Han Sen melihat keatas.

__ADS_1


Huo melesat kearah Han Sen dan membawa sebuah Kapak Besar. Tubuhnya berputar-putar dan Auranya terlihat sangat megah, Han Sen menahan Kapak itu dengan badan Pedangnya dan arena yang menjadi pijakannya perlahan mulai retak.


Suara benturan dari kedua Artifak ini membuat telinga semua orang merasa kesakitan, bahkan tidak sedikit dari mereka yang pingsan. Namun pertarungan intens ini tidak dapat dihentikan, penyelenggara tidak memiliki pilihan lain selain memperkuat Penghalang Qi.


"Hahaha... kau memang kuat dan layak mati ditanganku !" Tawa Huo menggema diseluruh arena dan matanya berubah menjadi merah.


Han Sen mundur beberapa langkah dan menancapkan Pedangnya, "Membunuhku... aku ingin melihat apakah kau memiliki kemampuan itu ?"


Huo melesat kearah Han Sen dan segera Niat Pedang yang kuat menyebar, Qi Pedang mengamuk disekitar Han Sen dan menciptakan pelindung Qi Pedang.


*Bang... Bang... Bang...*


Melihat Han Sen terdesak membuat Lu Siyu sangat khawatir. Masalah ini dimulai karena dirinya dan jika Han Sen mati maka dia akan menanggung rasa bersalah karena kematiannya.


Huo membentuk segel dan berkata, "Hukum Penghancur !"


Angin yang sangat kuat berubah menjadi cakar tajam, Qi Pedang Han Sen tidak bisa bertahan lebih lama dan hancur dibawah keganasan cakar angin yang memiliki daya hancur yang kuat.

__ADS_1


Han Sen terseret mundur dan menyeka darah disudut mulutnya, "Sepertinya aku harus mulai serius !"


"Cih... apa yang coba kau katakan, Kultivasimu hanya berada di Tahap Menengah Tingkat Immortal Bumi, sedangkan aku selangkah lagi menerobos Tingkat Immortal Emas. Sejak pertarungan ini dimulai takdirmu hanya satu yaitu mati ditanganku." Kata Huo dengan tegas.


"Takdirkah... aku adalah pria yang akan berdiri sejajar dengan surga. Aku sendiri yang dapat mengatur dan menentukan takdir, jika aku pasrah dengan keadaaan maka sampai hari ini aku tidak layak disebut sebagai Kesombongan Surgawi." Aura Han Sen meledak dengan gila.


Qi Alam dalam jumlah yang besar meledak dari tubuhnya, dia menggunakan Transformasi setengah Naga Surgawi. Tekanan yang mengerikan membuat arena itu berguncang dan Huo mendapatkan tekanan yang jauh lebih besar dari apa yang dia bayangkan.


Mata Han Sen bersinar sangat terang dan pancarannya sangat menyilaukan. Didalam kepala Huo dia melihat bayangan raungan Naga Hitam bercorak emas yang menggema dan darah menyembur dari mulutnya.


Han Sen menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul didepan Huo. Tinju yang keras menghantam tepat dagu Huo hingga membuatnya terlempar keatas langit, Han Sen terus mengejarnya dan mencengkram kaki Huo.


Tubuh Huo terombang ambing dan Han Sen melemparnya kebawah dengan paksa, cakar Han Sen diselimuti oleh Qi Alam yang sangat kuat dan dan dia menukik kebawah seperti meteor.


*Boom.*


Cakar Naga menembus langsung tubuh Huo dan dalam sekejap semua penonton terdiam, keadaan dengan cepat berbalik dan Huo tidak bisa melawan sama sekali. Bukan karena dia lemah melainkan tekanan yang dipancarkan oleh Han Sen membuatnya melemah.

__ADS_1


"Hukum dunia sekalipun bahkan masih berlaku disini. Ras Monster selalu memiliki tingkatan dalam garis darah mereka, kau kucing kecil yang berada di tingkat yang sama denganku berani menantang seekor Naga. Kau tidak lebih dari sekedar kunang-kunang yang dengan bodohnya mendekat kearah cahaya api lilin yang panas." Han Sen mengepalkan tinjunya dan meninju Huo dengan keras.


Tubuh Huo hancur berkeping-keping, organ dalam dan darah berceceran diarena dan semua orang menelan ludah mereka. Pertarungan ini terlalu brutal dimana Han Sen tidak memainkan Seni Beladiri apapun, namun metode membunuhnya sama sekali tidak ada belas kasihan didalamnya.


__ADS_2