
Disisi lain disebuah wilayah di Sekte Langit Biru gelombang kekuatan ruang yang sangat kuat terlihat disekitar tempat itu. Tanah mulai berguncang dengan hebat dan badai aura yang besar benar-benar mengacaukan struktur Ruang.
Lukisan Pegunungan dan Laut tidak mampu menahan gelombang besar kekuatan, ledakan yang besar menghancurkannya hingga menjadi debu dan dari dalam retakan ruang Han Sen melangkah keluar.
Jiwa Naga Surgawi meraung keatas langit dan sosoknya yang perkasa menunjukan kekuatan yang tak terhentikan. Aura Han Sen terlihat sangar menakutkan dengan Kultivasinya yang sudah menerobos Tahap Akhir Alam Heaven.
"Gila... kekuatanku sekarang sudah melebihi jaman keemasanku. Divine Dao Alam dan Ruang memang bukan sesuatu yang bisa diabaikan, bahkan samar aku bisa menggunakan akselerasi waktu kedalam tinjuku." Han Sen mengepalkan tinjunya dan merasakan kekuatan yang berlimpah.
Han Sen mendesak Qi miliknya dan segera keluar dari wilayah itu. Tidak ada gunanya lagi tetap tinggal disana dan sudah tiga tahun sejak dia belum kembali melihat keadaan mereka.
Setelah dia menemukan tempat yang aman untuk menempatkan Array Teleportasi, dia bergegas memasangnya dan kembali ke Istana Phoenix sembilan surga. Disana Chai Ying dan Yun Zhi sudah menunggu kedatangannya, mereka berlari kearah Han Sen dan memeluknya.
"Dimana semua orang ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
__ADS_1
"Yao Wu dan Liu Shuang mengurus wilayah mereka. Sedangkan Kakak Qing Lian sedang berada di Teritory Harimau Langit, Han Jing dan Han Qing berlatih di Manik Dunia milikku bersama dengan Ayah Liu Bufan." Jawab Chai Ying dengan jujur.
Yun Zhi menyiapkan teh untuk Han Sen, "Sebenarnya dari mana saja Suami pergi ?"
Han Sen menceritakan semua hal yang sudah dia lalui, sebaliknya dia juga penasaran dengan situasi mereka yang sekarang dan mereka berdua menceritakan semuanya sampai akhir.
Kekalahan Bei Mo sekaligus awal pernyataan perang dari Klan Emosi membuat Han Sen sedikit merasa senang. Sebab dia sangat ingin melihat kekuatan macam apa yang mereka miliki sampai berani memulai perang.
Kabar kembalinya Han Sen membuat semua orang senang. Setelah beberapa waktu akhirnya mereka semua berkumpul dan Istana Phoenix sembilan surga dipenuhi orang-orang kuat dari ketiga Ras.
"Jadi kau sengaja disegel didalam sebuah Artifak Ruang, tapi dengan kemampuan yang kau miliki kenapa butuh waktu selama itu untuk keluar ?" Tanya Zhong Qing dengan penasaran.
"Tentu saja karena ada keuntungan disana maka aku tidak buru-buru menghancurkannya. Aku tidak menyangka kalau Binatang Suci seperti kalian akan dipukul mundur oleh orang itu, bahkan setelah Raja Iblis melakukan Transformasi Iblis Langit dia masih tidak bisa membunuhnya !" Kata Han Sen sambil meminum tehnya.
__ADS_1
"Hanya karena kau sudah berada diperingkat pertama daftar surgawi bukan berati kau bisa bicara seenaknya. Kekuatan orang itu memang benar-benar kuat, dia bisa memperkuat dirinya dengan kekuatan emosi yang dia rasakan." Kata Bei Mo dengan tegas.
"Hahaha... Han Xuan... aku tidak menyangka kalau salah satu keturunan Iblis itu berani berkata seperti itu kepadamu." Long Zhu tertawa dengan geli.
"Han Sen... sudah berapa kali aku katakan bahwa sekarang namaku adalah Han Sen." Han Sen mengerutkan keningnya dan merasa kesal.
Qing Lian memeluk Han Sen dari belakang dan berkata, "Apakah kau merindukan teman lamamu ?"
"Bei Yan hidup dengan nama besarnya... walaupun dia tidak pernah sekalipun menang saat berhadapan denganku tetapi dia adalah orang yang pantas mendapatkan rasa hormat dariku." Kata Han Sen dengan jujur.
"Apa maksud dari perkataanmu ?" Tanya Bei Mo dengan bingung.
"Tidak ada yang perlu kau pikirkan... intinya aku akan bertarung satu lawan satu dengan pemimpin mereka. Keluhan lama atau baru mari kita akhiri dengan cepat, dalam sebulan kedepan kalian harus mempersiapkan kemungkinan terburuknya." Kata Han Sen dengan tegas.
__ADS_1
"Jangan meremehkannya !" Kata Zhong Qing dengan dingin.
"Aku tidak meremehkannya sama sekali... aku hanya menjawab tekad mereka. Jika mereka ingin menguasai Alam Mistik maka dia harus tahu bahwa aku tidak akan memudahkan mereka. Aku adalah Kesombongan Surgawi dan Pria yang berdiri sejajar dengan Surga, jika mereka berpikir menjatuhkanku adalah hal yang mudah maka aku akan memberitahu mereka apa itu yang disebut kekuatan yang nyata." Han Sen terlihat berapi-api dan niat bertarungnya terlihat jelas dari sorot matanya yang ganas.