Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 167 - Berlatih


__ADS_3

Han Sen hanya bisa tersenyum dan tidak tahu lagi bagaimana harus merespon Fang Zhe. Mereka seharian minum bersama dan satu persatu pamit kembali.


Keesokan paginya Han Sen sudah siap untuk pergi, Guan Lao dan Changfen akan mengurus semuanya. Lagi pula tidak ada yang bisa dia lakukan terlebih semua pengaturan sudah selesai, akan jauh lebih baik jika meluangkan waktu dan berlatih.


Setelah beberapa hari berlalu akhirnya Han Sen sampai di Benua Misterius. Sekarang dia berada dilapisan keempat dan raungan Beast yang ganas terdengar sangat keras.


Seekor Beast Tahap Akhir Tingkat Virtual berlari kearahnya. Ukurannya sangat besar dan setiap langkahnya membuat tanah berguncang, Han Sen menarik Pedang Kekacauan dan menebas Beast itu.


Qi Pedang hitam yang ganas menyembur dan menghancurkan tubuh Beast itu tanpa sisa sedikitpun. Qi Alam ditubuh Han Sen terkuras cukup banyak dengan menggunakan Pedang Kekacauan.


"Tempat ini sangat cocok untuk berlatih... sebelum aku mencoba untuk menerobos aku akan membiasakan diriku dengan Pedang ini. Sekali penggunaannya memakan banyak energi, walaupun aku bisa menggunakan energi Alam dan menyimpannya disemesta kecil didalam tubuhku. Pengeluarannya tidak sebanding dengan penyerapan Qi Alam Pedang ini !" Han Sen mendesak Auranya dan menarik lebih banyak Beast untuk kearahnya.


Pedang Kekacauan adalah Artifak yang luar biasa kuat. Bahkan Tian Yan yang belum mampu menunjukan kemampuan sejati dari Pedang ini hanya mampu mengeluarkan dua sampai tiga kali serangan yang mematikan.

__ADS_1


Setidaknya Tian Yan pasti membutuhkan waktu sangat lama untuk melatihnya ketingkatan seperti itu. Setelah Han Sen memiliki kendali atas Pedang Kekacauan dia tahu kalau hal ini akan sulit baginya, karena itulah dia harus membiasakan diri untuk mengontrol kekuatannya dengan benar.


....


Disisi lain di Dunia Langit dan Bumi semua orang dikirim secara acak. Kepadatan Aura disana sangat luar biasa dan bahkan banyak tanaman herbal yang berperingkat tinggi.


Chai Ying berada disebuah hutan yang lebat, pohon yang tinggi menjulang keatas langit dan dia mendengar teriakan beberapa orang yang sedang mendekat kearahnya.


Delapan orang dewasa sedang berlari kearahnya dan dibelakang mereka terlihat dua ekor Kera yang sangat besar. Dua Kera itu berada di Tingkat Divine Sea Tahap Awal dan Api dikepala mereka terlihat sangat ganas.


"Mereka ini..." Chai Ying menarik Pedang dipinggangnya dan melesat kedepan dengan kecepatan cahaya.


Dua cahaya Pedang yang sangat cepat mengincar langsung leher Kera Api. Kecepatan Qi Pedang itu sama sekali tidak bisa diikuti oleh mata leher Kera Api itu berlubang, darah menyembur dari lubang itu dan tubuh Kera Api itu jatuh ketanah.

__ADS_1


Mereka semua menghela nafas lega dan dengan lemas memberi hormat, "Terimakasih kepada Yang Mulia Ratu Chai Ying atas bantuannya !"


"Ya... Kera Api terlihat sangat marah dan pastinya kalian membuat mereka marah bukan. Apa alasannya ?" Tanya Chai Ying dengan dingin.


Seorang Pria terlihat gugup dan mengeluarkan tanaman obat Tingkat Vurtual, "Kami tidak sengaja menemukan Tanaman ini, kami pikir tidak ada satupun Beast disana tapi setelah kami memetiknya Kera Api itu muncul entah dari mana dan mengejar kami. Kami tidak keberatan untuk memberikan Tanaman ini kepada Yang Mulia Ratu !"


"Simpan untuk diri kalian sendiri." Chai Ying menyarungkan kembali Pedangnya.


"Terimakasih banyak Yang Mulia." Mereka semua saling menatap dan cukup bersyukur karena Chai Ying tidak mengambilnya.


"Suamiku... maksudku Kaisar sudah memperingatkan kita untuk tidak bertindak ceroboh. Tempat ini masih asing bagi kita dan banyak bahaya didalamnya, ketika kalian ingin bertindak maka pastikan untuk berpikir satu langkah kedepan. Aku tidak bermaksud menghina kecerobohan kalian, namun jika kalian tidak mengindahkan peringatan dariku maka nasib kalian mungkin akan jauh lebih buruk kedepannya." Kata Chai Ying yang memberikan sedikit nasihat.


Didepan harta terkadang seseorang mudah terlena dan tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya. Mereka semua memberi hormat dan menerima nasihat dari Chai Ying, nyawa mereka hanya satu dan mereka tidak bisa mati dengan cara yang bodoh karena kecerobohan mereka sendiri.

__ADS_1


"Tempat ini sangat kaya akan kepadatan Aura dan selama kalian berlatih maka pencapaian kalian mungkin tidak sedikit. Meningkatkan kekuatan adalah prioritas yang harus kalian lakukan sebelum menjelajah, lebih baik kalian segera mencari tempat yang nyaman untuk berlatih dan aku akan pergi untuk mencari yang lainya." Kata Chai Ying dengan santai.


"Kami akan mendengar nasihat Yang Mulia." Mereka semua memberi hormat dan Chai Ying segera pergi dari sana.


__ADS_2