Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 215 - Ambil Kendali


__ADS_3

Iblis Wanita itu dengan patuh mendekat kearah Han Sen dan berkata, "Namaku adalah An Miao dari Ras Iblis."


An Miao terlihat sangat khawatir dengan tindakan yang akan diambil oleh Han Sen, dia memang lolos dari kepungan beberapa singa namun sekarang dia menghadapi Naga yang lebih berbahaya.


"Tenang saja... selama kau mengatakan semuanya dengan jujur maka aku berjanji tidak akan membunuhmu. Sebaliknya... tergantung apa yang aku dapatkan mungkin kau akan mendapatkan bagian nantinya !" Kata Han Sen dengan jujur.


"Sebenarnya tidak jauh dari tempat ini ada sebuah Gua dibelakang tebing, didalamnya terdapat banyak sekali Anggrek tujuh warna dan Kolam Esensinya yang kaya akan lima elemen. Namun Ras Monster memiliki penciuman yang tajam dan perebutan tidak bisa dihindari sampai Tuan datang." Kata An Miao dengan jujur.


"Antar aku kesana !" Han Sen sama sekali tidak tertarik dengan pertarungan mereka.


An Miao menunjukkan jalan dan Han Sen mengikutinya, tepat dibelakang tebing terdapat sebuah mulut Gua yang cukup besar dan Han Sen dapat merasakan kekuatan lima elemen yang benar-benar kaya.


Mereka berdua masuk dan Han Sen terkejut melihat banyaknya Anggrek tujuh warna yang tumbuh didalam. Bahkan Esensinya membentuk sebuah kolam yang cukup besar, semua ini tidak bisa dia abaikan begitu saja mengingat dia mempelajari Divine Dao Alam yang memanfaatkan kekuatan lima elemen.


"Aku akan mengajarimu bagaimana cara memetik Anggrek tujuh warna dengan benar. Kau bisa memanen semuanya dan setelah selesai ambil tiga ratus tangkai untuk dirimu sendiri, sisanya berikan padaku. Jika kau bisa menyelesaikannya lebih cepat maka aku akan mengijinkanmu berendam di Kolam ini." Han Sen menunjuk Kolam Esensi yang kaya dengan Aura.

__ADS_1


An Miao sedikit terkejut dengan kebaikan yang diberikan Han Sen, hanya dengan mengampuni hidupnya saja dia sudah sangat bersyukur. Namun bukan hanya melepaskannya saja melainkan dia juga memberikan keuntungan yang besar.


Han Sen mengajarkan An Miao dan segera dia pergi memanen semuanya. An Miao tidak akan memiliki keberanian untuk berbuat curang, dia tidak akan mengambil resiko dan lagi pula dia juga diuntungkan walaupun tidak sebanyak apa yang Han Sen kantongi.


Han Sen pergi dan memasang Array Penghalang yang dapat menyembunyikan keberadaan mulut Gua. Dapat dipastikan bahwa dia akan menatap disini untuk berlatih, dia juga tidak berminat untuk memperebutkan Sumber Prinsip dan jauh lebih fokus dengan yang lainya.


....


Disisi lain di Kamp besar yang dibentuk oleh Aliansi Manusia Dong Zie sedang mendapatkan perawatan. Lengan kanannya yang hilang membuat semua orang sangat terkejut, Dong Zie ini jenius tidak lemah namun melihat kondisinya yang sekarang membuat mereka sangat penasaran siapa yang sudah membuatnya menderita sampai seperti ini.


"Bajingan itu." Dong Zie memegang bekas lukanya dan matanya dipenuhi dengan kebencian.


"Maksudmu Pria sombong Han Sen... dia pasti menggunakan cara licik untuk mengalahkanmu sampai membuatmu menderita seperti ini !" Kata Tang Ru dengan kesal.


Dai Yuan tersenyum dan berkata, "Han Sen tidak akan melakukan cara itu. Biar aku tebak kalau Kultivasinya memang berada dibawahmu tapi kekuatan tempurnya jauh melebihi Kultivasinya bukan. Bahkan ketika dia menerobos Kapalku untuk menumpang dia sama sekali tidak takut untuk berhadapan dengan dua Ahli yang menjagaku."

__ADS_1


"Sebenarnya kau berada dipihak siapa ?" Tang Ru berteriak dengan marah.


"Aku tidak berada dipihak manapun... sejak awal aku tidak memiliki permusuhan dengannya, jika kalian ingin mengincarnya maka jangan pernah libatkan aku didalamnya." Dai Yuan berkata dengan tegas.


Wen Tao berbisik kearah Ming Yue dan berkata, "Kau sepertinya sangat mengenalnya... tidak bisakah kau memberikan sedikit informasi. Paviliun Sendai sangat Ahli dalam hal itu bukan ?"


"Entahlah... jika kau memang sangat penasaran lebih baik kau bertanya langsung kepada Nenekku." Kata Ming Yue dengan jujur.


"Pria ini mengenal Nyonya Guo ?" Tanya Wen Tao dengan penuh keterkejutan.


"Tentu saja... bahkan Nenek menganggap dirinya lebih rendah darinya jika berbicara soal kemampuan. Hanya saja orang ini terlalu rendah hati dan tidak ingin mencolok, namun jika dibandingkan dengan Jenius pertama Aliansi Ras Manusia orang itu tidak memiliki kelayakan untuk disejajarkan dengannya." Kata Ming Yue dengan pelan.


Wen Tao memahami arti dibalik kata Ming Yue, semua ini adalah penilaian dari Nyonya Guo dan tidak bisa diragukan lagi. Entah apa kemampuan Han Sen yang membuatnya disanjung oleh orang besar itu masih menjadi misteri,


Namun dapat dipastikan ketika Han Sen bertemu dengan jenius lainya seperti Bei Xuan maka itu akan menjadi pertarungan yang hebat diantara mereka berdua, Wen Tao tidak sabar ingin melihat secara langsung pertarungan diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2