Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 292 - Menjawab Tantangan 2


__ADS_3

Penghalang perlahan mulai menutup dan samar Han Sen dapat merasakan kekuatan ruang, didalam arena dalam sekejap diperluas dan semua orang bersorak karena tidak sabar.


Ketika para Kultivator memasuki Arena Pertarungan maka hasil ini akan ditentukan dari hidup dan mati. Bahkan jika selamat sekalipun itu hanya ditentukan oleh keputusan sang pemenang.


Pria yang menggunakan Pedang melesat kearah Han Sen, Pedangnya diselimuti oleh bebatuan yang terlihat sangat keras. Han Sen tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya dan menyelimuti tangannya dengan Qi Alam.


*Boom.*


Dentuman yang besar terdengar sangat mengerikan, tangan Han Sen berubah menjadi cakar Naga yang menahan Pedang itu.


"Mundurlah !" Han Sen meremasnya dan mendesak Qi Alam dalam jumlah yang besar.


Gelombang Qi yang sangat kuat menyapu tubuh Pria itu kebelakang dan memaksanya mundur, Angin yang tajam mengurung Han Sen dan Auranya meledak-ledak dengan gila.


Angin yang mengelilinginya hancur dan sosok Han Sen menghilang menjadi bayangan hitam, dia harus membunuh salah satu dari mereka dengan cepat dan Pria yang membawa kipas memiliki kontrol yang baik. Karena itulah Han Sen harus menyingkirkannya terlebih dahulu untuk menghemat tenaga.


"Dimana dia ?" Mereka berdua mencari keberadaan Han Sen.


Niat membunuh yang sangat kuat terasa dibelakang Pria yang membawa kipas, Han Sen menghunuskan Pedang didadanya dan merasa kalau ada sesuatu yang aneh.

__ADS_1


Serangannya sama sekali tidak meleset namun perlahan tubuh yang tertusuk oleh Pedangnya berubah menjadi bayangan angin.


"Hahaha... apakah kau pikir kami tidak memiliki pengalaman dalam pertarungan, berani sekali kau menggunakan trik remeh !"


Segel mulai terbentuk dan gelombang Qi yang kuat membentuk sebuah telapak tangan, Han Sen melesat menuju serangan itu dan Api Petir hitam menyelimuti tubuhnya. Sosok Han Sen berubah menjadi Naga Api Petir Hitam dan menghancurkan langsung Telapak tangan itu.


*Boom.*


Gelombang ledakan yang sangat kuat menyapu area itu dan Han Sen terus maju dengan ganas, kekuatan ini membuat Pria berbadan besar itu panik dan Naga Api Petir hitam melahapnya dengan mudah.


Tubuhnya terbakar habis dan tidak menyisakan apapun selain Cincin Ruang. Han Sen menyimpannya dan menatap sisanya dengan penuh niat membunuh.


"Mustahil !" Teriak Pria itu dengan penuh kemarahan.


"Silahkan saja jika kau tidak percaya lagi pula kau juga akan menyusul temanmu keneraka." Han Sen melesat dengan cepat dan lututnya menghantam wajah Pria itu.


Tubuhnya terlempar hingga menabrak penghalang dan darah menyembur dari hidung serta mulutnya, giginya berjatuhan dan Pria itu mengerang kesakitan.


Han Sen mengambil kipasnya dan menyimpannya kedalam Cincin Ruang, "Kenapa... hanya karena kau kehilangan temanmu kau sudah kebingungan seperti ini !"

__ADS_1


Bayangan hitam dibawah Han Sen keluar membentuk empat rantai hitam, Pria itu berniat untuk menghindar namun tekanan yang kuat membombardir jiwanya.


Kedua tangan dan kakinya diikat oleh Rantai hitam dan vitalitasnya perlahan diserap. Han Sen memadatkan kembali Qi Pedangnya dan menatap kearah Nian Suo.


"Jangan kirim beberapa pecundang seperti ini... kali ini adalah akhir dari pertarungan. Jika kau memang ingin sangat membunuhku maka aku akan menyetujui pertarungan dengan satu kondisi yang dimana kau juga harus bergabung didalamnya. Keluarga terhormat apanya... pecundang ya... pecundang." Han Sen menebas leher Pria itu dan membakarnya menjadi abu.


Lu Che dan Lu Siyu sangat terkejut dengan keganasan Han Sen, ketika dia bertarung Han Sen sudah menjadi orang yang berbeda dan berdarah dingin.


Tidak sekalipun dia menunjukan belas kasihan kepada musuhnya, terlebih apa yang mengerikan adalah dia terus memprovokasi lawannya dan berharap untuk mengakhiri ini sekarang.


"Bertarung... Bertarung..." Teriakan penonton terus menggema dan mereka mendesak Nian Suo untuk menanggapi pernyataan Han Sen.


"Tuan Huo... seberapa yakin kau bisa mengalahkan bajingan ini ?" Tanya Nian Suo dengan kesal.


"Ini cukup sulit... tapi tentunya aku bisa melawannya. Tapi untuk harga satu juta Kristal Sumber terlihat tidak sepadan dengan usahanya." Kata Huo dengan senyum yang licik.


Nian Suo merasa sangat kesal dan mengutuk Huo didalam hatinya, namun prioritasnya sekarang adalah menyingkirkan Han Sen. Walaupun dia harus rugi namun semuanya sepadan untuk meredakan kebenciannya.


"Tiga juta... itu adalah batasanku." Nian Suo memberikan Cincin Ruang yang didalamnya berisi tiga juta Kristal Sumber.

__ADS_1


Huo mengambilnya dan tersenyum dengan puas, dia melompat ke Arena dan Aura membunuhnya meledak. Kultivasinya berada di Tahap Akhir Tingkat Immortal Bumi dan selangkah menjadi Immortal Emas, Han Sen sedikit waspada dan kali ini mungkin akan jauh lebih sulit.


__ADS_2