Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 236 - Santai


__ADS_3

Selama dua bulan mereka bertiga tidak sedikitpun keluar dari kamarnya. Han Sen hanya menikmati waktunya bersama dengan mereka berdua dan banyak hal yang bisa mereka bicarakan.


Liu Shuang dan Qing Lian sedang berbaring didalam pelukan Han Sen, bahkan bangkit dari tempat tidur sudah membuat mereka sangat malas sekarang.


"Dunia ini sangat luas... aku tidak menyangka kalau akan ada seorang Immortal yang kau temui di Dunia Fana." Kata Qing Lian dengan takjub.


"Aku juga terkejut... tidak seperti sebelumnya sekarang aku bisa mengatakan dengan pasti kalau diriku dapat menerobos Alam Immortal." Kata Han Sen dengan jujur.


"Divine Dao... kami Binatang Suci sudah terlahir menjadi kuat. Adapun Dao kalian selalu mengejutkan kami, sayangnya aku tidak memiliki pengetahuan tentang Divine Dao !" Kata Qing Lian dengan kecewa.


Liu Shuang juga sependapat dengan Qing Lian, jika itu pemahaman Dao biasa mungkin Liu Shuang masih bisa. Namun Divine Dao adalah hal yang baru untuknya, bahkan Han Sen tidak bisa mengartikannya dengan mudah.


"Divine Dao Alam milikku hanya cocok untuk diriku, namun selama ini aku juga tidak mempelajari satu hal. Hal ini berhubungan dengan Atribut itu sendiri, setidaknya aku dapat mengartikan Divine Dao Kehidupan dan Kematian atau bisa disebut sebagai Hukum Sebab dan Akibat." Kata Han Sen dengan tegas.


Divine Dao memang bukan sesuatu yang sederhana namun Han Sen sudah menguasai beberapa. Divine Dao Ruang tidak bisa dia ajarkan kepada mereka, belajar Divine Dao membutuhkan kecocokan dan mereka tidak memilikinya sama sekali.

__ADS_1


Tiba-tiba kapal ini berhenti dan diluar puluhan Ras Manusia sudah menghadang jalan mereka. Han Sen bangkit dan segera memakai pakaiannya, dia meminta mereka berdua untuk didalam dan akan mengurus sisanya.


"Tuan... Aliansi Ras Manusia menghadang kita dan tidak memberikan ijin untuk masuk Teritory mereka. Tindakan apa yang harus kita ambil ?" Tanya Bawahan Qing Lian dengan hormat.


"Biarkan aku berbicara kepada mereka !" Han Sen keluar dan menyapa langsung Ketua mereka.


Ketua mereka adalah Kultivator Alam Heaven Tahap Awal, semua mata tertuju kepada Han Sen dan dilihat dari Auranya mereka harus memberikan rasa hormat.


"Salam untuk kalian semua... bolehkan aku tahu kenapa kalian menghentikan kami ?" Tanya Han Sen dengan hormat.


"Aku memiliki beberapa pertemanan dengan mereka. Istri-Istriku berada di Sekte Langit Biru, kedatanganku kali ini hanya untuk menjemput mereka." Kata Han Sen dengan jujur.


"Aturan adalah aturan dan walaupun kita berada di tingkatan yang sama namun aku tidak memiliki hak untuk membantumu. Ras Manusia bisa masuk, tapi tidak untuk mereka !" Kata Ketua itu dengan dingin.


"Baik... aku akan memberikanmu wajah dan meminta mereka kembali." Han Sen melemparkan Cincin Ruang yang berisi 300 Kristal Divine.

__ADS_1


Ketua itu tersenyum dan mengangguk, segera dia membuat pengaturannya dan meminta Qing Lian untuk menyembunyikan Auranya. Mereka berdua memakai cadar dan dengan kemampuannya seharusnya tidak ada yang dapat mengetahuinya kalau dia adalah Phoenix.


Semua Bawahan segera memutar balik dan pergi dari tempat itu. Han Sen tidak ingin membuat keributan yang tidak perlu, karena jaraknya juga sangat dekat maka tidak masalah untuk terbang beberapa hari.


"Bagaimana... apakah kami bertiga bisa lewat sekarang ?" Tanya Han Sen dengan santai.


"Kau bisa namun kedua wanita itu harus tetap tinggal untuk sementara waktu. Tuan ini ingin bermain dengan mereka sebentar, jika kau menolaknya maka Tuan ini akan melakukannya dengan paksa !" Kata Ketua itu sambil memandang mereka berdua dengan nafsu.


Liu Shuang yang mendengar hal ini entah mengapa merasa jijik. Hal ini bukan pertama kali untuknya namun entah mengapa selain Han Sen dia merasa sangat jijik dengan mereka.


Qing Lian perlahan terbang kedepan dan Han Sen sama sekali tidak berniat menghentikannya, mereka harus paham dengan konsekuensi dari ucapan mereka sendiri.


"Kau ingin bermain... Bagaimana jika Ratu ini yang menemanimu bermain !" Tekanan Binatang Suci Phoenix meledak dan membombardir Jiwa mereka semua.


Api kecil seperti nyala lilin menyala diujung jari Qing Lian, dengan santai dia menjentikkannya kerah mereka semua. Nyala Api itu meledak dan panas apinya membakar tubuh mereka hingga menjadi abu dalam sekejap.

__ADS_1


Qing Lian berbalik dan berkata, "Aku membenci sifatmu yang terlalu santai... kau seratus kali lebih kuat dan mengapa harus merendah didepan sekumpulan sampah. Jika kau tidak merubah sifatmu itu dimasa depan kau akan selalu diremehkan oleh orang lain."


__ADS_2