Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 276 - Alam Immortal


__ADS_3

Suara gemerincing rantai terdengar dan Han Sen perlahan membuka matanya. Kedua tangan dan kaki Han Sen dibelenggu oleh Rantai dan Han Sen sama sekali tidak tahu masalah apa yang sedang dia hadapi sekarang.


Han Sen mencoba melepaskan diri dengan kekuatan fisiknya dan membuat keributan, namun dia tidak bisa memutuskannya mengingat basis Kultivasinya yang sudah disegel.


"Percuma jika kau berusaha lepas !" Dari Kegelapan perlahan seorang Pria yang kondisinya sama persis dengan Han Sen mulai menunjukan dirinya.


"Siapa Saudara ini dan dimana kita sekarang ?" Tanya Han Sen yang berusaha untuk tetap tenang.


"Namaku Teng Zong dari Alam Vajra... kita adalah orang yang sama dan baru naik ke Alam Immortal. Namun dikirim kemari sepertinya bukanlah sebuah keberuntungan !" Teng Zong menghela nafas panjang.


"Jadi Saudara Teng Zong... apa yang kau maksud dengan tidak beruntung. Jujur saja aku berasal dari Alam Mistik, pengetahuan disana tentang Alam Immortal sama sekali tidak ada dan bisa dikatakan aku satu-satunya orang di Alam Mistik yang bisa menerobos menjadi seorang Immortal. Jika Saudara Teng tidak keberatan bisakah menjelaskannya sedikit padaku ?" Han Sen mencoba untuk menggali sedikit informasi.

__ADS_1


"Membagi pengetahuan umum sama sekali bukan masalah besar. Saat ini kita berada di pinggiran Domain Kematian di Wilayah Laut Kematian, kita yang baru naik dari Alam Bawah biasanya dianggap sebagai orang rendahan. Mereka menyediakan tempat penampungan dan singkatnya hidup kita sekarang juga dibawah pengaturan mereka."


Teng Zong melanjutkan, "Mereka mungkin bisa melepaskan kita namun semua itu juga tidak gratis. Pada saatnya mereka akan menawarkan dua pilihan, pertama melayani Tanah Suci ini selama 300 tahun atau mencari Kristal Sumber dari Domain ini dengan jumlah yang besar."


Han Sen meremas tinjunya dan merasa sangat muak dengan situasinya sekarang. 300 tahun mungkin adalah sesuatu yang singkat Kultivator hebat seperti mereka, namun Han Sen tidak sudi jika harus menjadi prajurit rendahan dan melanggar janjinya untuk segera menjadi kuat.


Teng Zong tahu benar apa yang Han Sen pikirkan dan berkata, "Aku sarankan agar kau tidak bertindak macam-macam. Entah kau ataupun aku disini kita memulai segalanya dari awal, ditempat kita mungkin tidak ada seorangpun yang dapat menandingi kita namun disini berbeda. Alam Immortal adalah tempat dimana para Monster yang sebenarnya bersembunyi, membuat keributan sama saja dengan mencari dengan kematian."


Teng Zong menceritakan semuanya kepada Han Sen tentang tingkatan Immortal. Untuk sekarang mereka berdua tidak lebih dari sekedar orang awam yang masih berada di Tingkat Immortal Bumi.


Diatasnya masih terdapat Tingkatan Immortal Emas, Immortal Emperor dan terakhir adalah kekuatan utama yaitu Master Domain. Terdapat empat Master Domain saat ini, luas wilayah mereka sangatlah luar biasa dan dapat menggerakkan kekuatan Domain.

__ADS_1


Sekarang Han Sen memahami mengapa Bai Limo meminta Han Sen untuk menyembunyikan Divine Dao Alam. Bai Limo menderita seperti itu karena berurusan dengan Master Domain Matahari, jika apa yang dia Kultivasikan saat ini menarik perhatian salah satu Master Domain itu artinya Divine Dao Alam memang benar-benar hebat.


"Lalu apa yang akan Saudara Teng Zong rencanakan dimasa depan ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Aku memutuskan untuk menjadi penjaga selama 300 tahun. Pergi mencari Kristal Sumber diwilayah laut kematian sangat berbahaya, bahkan sekalipun kau mendapatkan banyak pasti akan ada orang yang berusaha untuk mendapatkannya. Menjadi Penjaga tidak terlalu buruk sama sekali... selain mendapatkan sumber daya aku juga bisa hidup dengan tenang untuk meningkatkan pemahaman serta kekuatanku. Kalau kau ?" Teng Zong bertanya balik kepada Han Sen.


"300 tahun terlalu lama bagiku... ada orang yang ingin sekali aku bawa kemari. Semakin cepat aku bebas maka semakin cepat pula aku bisa berlatih." Han Sen menjawabnya dengan jujur.


"Aku tidak akan menghentikan keputusanmu... maka kau harus menunggu seminggu dari sekarang. Segel ditubuhmu akan melemah dengan sendirinya karena dampak dikirim kemari, aku harap kita masih bisa bertemu lagi dimasa depan." Kata Teng Zong dengan santai.


Mereka adalah orang yang memiliki nasib yang sama, setiap orang memiliki pilihan atas rencana masa depannya sendiri dan kebulatan tekad Han Sen tidak bisa dihentikan oleh siapapun.

__ADS_1


Baginya bermain dengan Api yang panas itu sudah menjadi hal yang biasa. Rasa sakit mengajarkan mereka untuk menjadi kuat dan pengalaman mendidik cara pola pikirnya untuk mengatasi setiap masalah, Han Sen bukanlah orang yang takut dengan hal seperti ini dan lebih memilih menghadapinya dengan kepala terangkat.


__ADS_2