Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 346 - Perang Skala Besar


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan cepat Domain Matahari semakin mendekat dan situasi menjadi lebih menegangkan. Han Sen keluar dari kamarnya dan meminta semua Anaknya untuk tidak ikut terlibat.


Mereka hanya berada di Tingkat Immortal Emas adapun Han Qing yang berada di Tingkat Immortal Emperor sedang berlatih di Istana Kesombongan Surgawi. Keputusan Han Sen sudah benar dan jika mereka memaksakan diri untuk ikut maka mereka tidak lebih hanya sekedar membuang hidup mereka sendiri.


Puluhan ribu Kultivator keluar dari Wilayah Kesombongan Surgawi dan menuju langsung ke Domain Matahari. Disana sudah ada Pasukan besar yang menunggu mereka dengan persiapan penuh.


"Tidak peduli apa yang terjadi... mundur bukanlah pilihan, kita akan bertarung dan memberikan kedamaian untuk semua orang demi Alam Immortal." Teriak Zhuge Yan dengan keras.


"Ya." Semua orang bersorak dan niat membunuh yang sangat kuat meledak.


Mereka semua maju bersama-sama dan gelombang Aura yang kuat saling berbenturan, pertempuran ini akan menjadi berat sebelah karena keberadaan kedua Master Domain serta Binatang Suci dipihak Han Sen.


Gu Feiyan, Long Zhu dan Istri-Istri Han Sen yang berada dibarisan belakang sangat takjub, skala kekuatan dalam pertempuran ini berbeda jauh dengan saat berada di Alam Mistik.


Benturan dari kekuatan besar ini menciptakan daya hancur yang sangat mengerikan. Mereka tidak akan bisa berbuat banyak dalam skala pertempuran besar ini, jadi mereka hanya mengurus orang-orang yang berusaha untuk lari.

__ADS_1


Kilatan cahaya melesat kearah Han Sen seperti meteor jatuh dengan Aura yang gila, sosok itu tidak lain adalah Duan Jian dan Xiao Lin bersama Zhuge Yan menghadangnya.


"Minggir kalian sampah !" Duan Jian memadatkan dua bola api dan melemparnya kearah mereka berdua.


Bola itu membesar dengan ukuran yang menyerupai matahari. Tangan mereka seolah sedang terpanggang oleh panasnya yang gila dan tubuh mereka diseret kebawah oleh kekuatan gila dari Duan Jian.


*Boom.*


Ledakan gelombang panas yang sangat kuat menyapu semua orang yang ada disana. Tidak peduli kawan atau lawan mereka semua dihempaskan bersamaan dengan kedua Master Domain.


"Sekarang adalah giliranmu untuk mati Bocah !" Duan Jian terus menuju kearah Han Sen dan tinjunya terlihat sangat ganas.


*Bang.*


Pukulan mereka saling berbenturan dan menciptakan dentuman yang sangat kuat hingga membuat ruang seolah akan runtuh. Duan Jian dan Han Sen bertukar beberapa pukulan dan pertarungan mereka terlihat sangat sengit.

__ADS_1


Han Sen membawanya sedikit menjauh dan melakukan transformasi setengah Naga. Han Sen bisa dikatakan jauh lebih unggul dari Duan Jian dalam kekuatan fisik.


Duan Jian mengangkat tangannya dan menurunkannya dengan cepat, telapak tangan merah yang sangat besar mencoba untuk menekan Han Sen dari atas dan Aura yang kuat membombardir tubuhnya.


Han Sen mendesak Qi Alam dan tinjunya menciptakan gelombang Qi yang menghancurkan telapak tangan merah. Ruang mulai terbuka dan Han Sen diam-diam menciptakan Domain miliknya untuk mencegah Duan Jian meminjam energi Domain Matahari untuk meningkatkan kekuatannya.


"Bagus... semakin lama aku melihatmu maka wajah bajingan itu selalu muncul seolah mengejekku. Bai Limo, Fu Yuan dan sekarang adalah kau. Pada akhirnya satu persatu dari kalian akan mati ditangan penguasa ini !" Kata Duan Jian dengan tegas.


"Sepertinya kepalamu perlu dipukul dengan keras agar kau segera bangun. Ambisimu itu tidak lebih dari khayalan, aku masih hidup dan kau bahkan tidak memenuhi syarat untuk membuatku serius. Belum lagi aku akan mengantarmu menyusul temanmu Shen Fei ke Neraka !" Kata Han Sen yang sedang memprovokasi.


"Bagus... kau memiliki keberanian besar untuk menghadapiku. Kenapa kekuatanmu tumbuh hingga mencapai seorang Master Domain ?" Tanya Duan Jian dengan kesal.


"Entahlah... mungkin didalam tubuhku ada sebuah Domain yang sengaja aku letakan disana untuk menipu hukum surga." Han Sen mengangkat sudut mulutnya dan sedikit menantang.


Duan Jian membentuk segel ditangannya dan Api yang sangat panas menyembur menjadi seekor Burung Api. Han Sen dengan cepat dapat menghindarinya namun Burung itu memutar arah dan berbalik menuju kearahnya.

__ADS_1


Han Sem mencengkram cakar Burung Api dengan kedua tangannya. Duan Jian yang melihat kesempatan ini tidak ingin melewatkannya, dia menuangkan Qi dalam jumlah yang besar ke Tombaknya dan melemparnya sekuat tenaga.


Tombak itu melesat menembus Burung Api dan menciptakan gelombang ledakan panas yang dahsyat. Retakan ruang muncul dibelakang Duan Jian dan Han Sen keluar dari sana, tinjunya yang ganas menghantam tepat punggung Duan Jian dan membuatnya muntah darah.


__ADS_2