Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 304 - Pengepungan


__ADS_3

Lu Che perlahan membuka matanya dan rasa sakit yang mengerikan membanjiri tubuhnya, esensi jiwa miliknya diambil dengan paksa dan dia mendapatkan efek serangan balik.


Han Sen duduk didepannya dan menuangkan Qi miliknya, perlahan rasa sakit Lu Che ditekan olehnya namun ini sama sekali tidak bagus. Lu Che mungkin membutuhkan harta karun yang dapat memperbaiki jiwa, namun untuk mempertahankan hidupnya Han Sen masih mampu untuk melakukannya.


"Tuan ini !" Ning Hu melihat semua orang yang mengerang kesakitan dan satu persatu mereka meledak karena Inti Immortal mereka hancur.


"Jika Anda tidak memiliki Pil Roh perbaikan Jiwa maka lupakan saja. Mereka hanya akan mati disini, kecuali Anda terus menopang energi mereka dengan Qi milik Anda." Han Sen memasukan Lu Che kedalam Istana Ruang dan menghela nafas lega.


Ning Hu merasa tidak nyaman dan merasa bersalah, dia melambaikan tangannya dan Api yang besar melahap tubuh mereka semua sampai habis.


Dari pada melihat mereka menderita seperti ini lebih baik mengakhirinya dengan tangannya sendiri. Harta perbaikan jiwa sangatlah langka dan hanya Sekte besar yang memilikinya, dia sebagai Tuan Kota kecil tidak akan memiliki wewenang apapun didalamnya.


Ning Hu mengambil semua Cincin Ruang mereka dan pada saat nanti kembali dia akan menyerahkan kepada Keluarga mereka sekaligus kompensasi. Medan Perang Kuno terlalu kejam dan banyak Kultivator yang menganggap keberadaan yang lemah tidak lebih dari sekedar semut belaka, kali ini keuntungan yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kerugian.


"Kalau boleh tahu siapa nama penyelamat ini ?" Tanya Ning Hu dengan penasaran.

__ADS_1


"Han Sen... aku berangkat dari Kota Anda, tapi jika Anda ingin membalas kebaikan ini maka aku memiliki sebuah permintaan kecil untuk Anda ?" Kata Han Sen dengan sungguh-sungguh.


"Saudara Han Sen bisa memanggilku Ning Hu... katakan saja apa yang Saudara Han Sen inginkan dan aku akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya !" Kata Ning Hu dengan serius.


"Aku dan Keluarga Nian sudah seperti musuh abadi. Nian Wuji mati ditanganku dan aku ingin Anda tidak ikut campur nantinya, aku bukan orang yang suka mencari masalah tapi karena mereka sudah berulang kali berniat membunuhku maka aku harus menyelesaikannya demi keamanan seseorang." Kata Han Sen dengan tegas.


"Saudara Han Sen tidak perlu mengotori tangannya, serahkan semuanya kepadaku dan aku dapat menjamin dimasa depan tidak akan ada Keluarga Nian di Kotaku." Kata Ning Hu dengan tegas.


Han Sen merasa sangat puas dan tidak memiliki komentar apapun. Tiba-tiba mereka berdua merasakan gelombang Aura yang sangat kuat dan Han Sen segera pergi kesana, jubah dan topeng dia gunakan dengan cepat.


Disana sebuah Bunga Lotus dengan lima kuntum mekar, Auranya terlihat sangat hebat dan seumur hidupnya Han Sen baru merasakan sensasi hebat seperti ini.


Han Sen mengambil Lotus itu dan Ning Hu berteriak, "Awas !"


Sebuah Tombak Api yang melesat seperti meteor panas menerjang kearah Han Sen, tinju Han Sen menyemburkan Qi yang ganas dan membentuk sebuah Naga yang besar.

__ADS_1


*Boom.*


Benturan dari kedua serangan ini menciptakan gelombang panas yang sangat kuat, beberapa kelompok mulai bermunculan dan Han Sen dikepung oleh mereka.


Han Sen mengirimkan pesan Kesadaran Ilahi kepada Ning Hu agar pura-pura tidak mengenalnya, jika tidak dia mungkin akan ikut menderita karena tindakannya nanti.


"Berikan Emperor Lotus itu ?" Teriak seorang Pria muda yang berambut merah yang bernama Chi Wu yang berasal dari Sekte Dewa Matahari.


"Hahaha... kau pikir kau bisa meminta itu seenakmu, disini bukan hanya kau saja yang menginginkannya !" Kelompok yang lain berdatangan dan kali ini adalah Tian Ming yang berasal dari Sekte Langit.


Satu persatu mereka berdatangan dan menunjukan niat untuk merebut harta ditangan Han Sen, tidak sedikit dari mereka yang berada di Tahap Akhir Tingkat Immortal Emas dan Han Sen tersenyum puas.


"Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan apa manfaat dari Emperor Lotus ini ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Kau bodoh." Seorang Pria mengutuk Han Sen dan menerjangnya dengan ganas.

__ADS_1


Han Sen tersenyum dan mendesak Qi miliknya, retakan ruang hampa mengelilinginya dan semua orang dikejutkan oleh gerakan ini. Jika ini dirinya yang dulu maka Han Sen akan memilih untuk mundur, tapi sekarang dia memiliki kemampuan untuk menahan mereka dan selama dia menggunakan Hukum Ruang seperti ini mereka tidak akan bisa menyentuhnya.


__ADS_2