
Han Sen dapat menciptakan koridor ruang dengan sangat sempurna dan akhirnya semua orang bebas. Ekspresi bahagia terlukis diwajah mereka dan bahkan tidak sedikit dari mereka yang menangis.
Yun Zhi akhirnya bisa bernafas dengan lega dan saat ini dia merasakan sendiri bagaimana Alam Mistik. Mereka melayang dikehampaan dan sebuah daratan yang sangat besar berada tepat didepan mereka.
Han Sen membawa mereka pergi bersama ke Benua itu dan pergi kesebuah Hutan yang cukup besar. Han Sen meminta mereka untuk membangun tempat beristirahat terlebih dahulu dan memulihkan diri mereka.
"Su Chen... kau tidak masalahkan jika menunggu sedikit lebih lama. Setelah beberapa bulan maka aku akan memenuhi janjiku !" Kata Han Sen dengan tegas.
"Baik... lokasi Sekte Langit Biru tidak jauh dari tempat ini. Aku juga perlu mengembalikan basis Kultivasiku seperti dulu." Kata Su Chen dengan penuh niat membunuh.
"Kau mengenal tempat ini ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.
"Ya... disini hanya berisi kekuatan kecil dan paling kuat mungkin hanya berada di Tahap Menengah Alam Dao Fusion dari Aliansi Manusia." Kata Su Chen dengan jujur.
"Jadi Tuan Kotanya mungkin hanya berada di Tahap Akhir sekarang. Aku akan pergi untuk melihat-lihat sebentar, kalian fokus saja untuk memperbaiki diri." Kata Han Sen dengan santai.
__ADS_1
"Aku ikut !" Yun Zhi ingin pergi bersama dengan Han Sen.
Han Sen mengusap kepalanya dan berkata, "Kau disini saja karena aku juga tidak akan lama... Kultivasimu sudah berada di Puncak dan lebih baik tidak menunda waktu untuk menerobos !"
Yun Zhi menghela nafas dan mengangguk dengan patuh. Han Sen tidak membutuhkan pengawalan sama sekali dan bisa pergi sesuka hatinya, lagi pula niatnya hanya berjalan-jalan dan tidak untuk membuat keributan.
Han Sen pergi ke Kota untuk mendapatkan beberapa hal. Masalah terbesarnya sekarang adalah dia sangat miskin, jadi Han Sen tidak memiliki pilihan lain untuk menjual beberapa Pil Roh untuk mencari keuntungan.
Bagi Han Sen Benua ini tidak terlalu besar dan dia juga tidak ingin mengingat tempat buruk seperti ini. Pastinya perdagangan akan sulit untuk dilakukan dan sulit untuk memaksimalkan keuntungan.
"Minggir kalian semua !" Seorang Wanita dengan liar menaiki kuda dengan kecepatan yang cukup cepat.
Wanita itu adalah Mo Yunlie dan dia merupakan Putri dari Tuan Kota Mo Xun. Kuda itu berlari sangat cepat dan seorang Gadis kecil berusia lima tahun terjatuh ditengah jalan, Han Sen berlari menangkapnya dan melirik kearah Kuda itu.
Kuda itu segera berhenti dan ketakutan dengan sosok Han Sen, Mo Yunlie terjatuh ketanah dan ekspresinya terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Rakyat Jelata berani kau menghadang jalanku !" Teriak Mo Yunlie dengan marah.
Han Sen meminta Gadis kecil itu menyingkir dan berkata, "Bukannya meminta maaf karena hampir mencelakai orang lain tapi kau justru mengutukku, siapapun kau aku tidak peduli... bahkan jika Ayahmu adalah pemilik Kota ini aku tetap akan mengajarimu sopan santun !"
Aura membunuh Han Sen terlihat sangat mengerikan dan dia berjalan kearah Mo Yunlie, dada semua orang terasa sangat sesak dan mereka berlari menjauh.
Mo Yunlie terlihat sangat ketakutan dan kehilangan tenaga yang memaksanya untuk berlutut. Faktanya Mo Yunlie hanya berada di Alam Nascent Soul, Han Sen tidak terlalu suka membunuh orang lemah dan hanya sedikit menekannya demi memberikan pelajaran.
"Tolong hentikan Tuan Muda !" Tiba-tiba suara yang keras terdengar dan seorang Pria terbang dan berhenti didepannya, "Gadis ini terlalu kecil dan masih sangat ceroboh, dia masih kurang untuk disiplin. Saya adalah Tuan Kota Mo Xun dan tolong biarkan Gadis ini pergi !"
"Kita tidak saling mengenal dan aku juga tidak berniat mengacaukan tempatmu. Tapi Gadis itu hampir mencelakai orang dan bukannya meminta maaf tetapi dia malah mengutukku, jika dia meminta maaf dengan tulus dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini !" Kata Han Sen dengan dingin.
"Semua ini perbuatanmu sendiri dan karena Tuan Muda ini sudah berbaik hati maka minta maaflah dengan benar. Hari ini adalah hari pernikahan Kakakmu dan jangan buat masalah yang tidak perlu !" Kata Mo Xun yang melirik Putrinya.
Mo Yunlie tidak bisa melawan Ayahnya dan menundukkan kepalanya didepan Han Sen dengan meminta maaf dengan tulus. Dirinya tidak tahu mengapa Ayahnya sangat menghormati Han Sen, namun sekarang dia harus menahan diri untuk tidak bertindak sesuka hatinya lagi.
__ADS_1