Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 156 - Salah Perhitungan


__ADS_3

Mereka berempat tertawa dengan keras dan Bai Lie berkata, "Akhirnya hari kematianmu sudah tiba Bocah !"


"Tidak buruk juga untuk melawan sampah seperti kalian. Semoga saja kalian bisa menghiburku karena aku cukup bosan !" Kata Han Sen sambil merentangkan tangannya.


Bai Lie mengeluarkan Pedangnya dan menghunuskan langsung kearah Han Sen, dengan santai Han Sen menahan ujung Pedang dengan satu jarinya.


"Untuk seorang Ahli Alam Virtual kau mencoba membunuhku dengan Artifak Tingkat Divine Sea, sepertinya kau tidak mendapatkan perlakuan yang baik !" Han Sen mendesak Qi Alam dan daya hancur yang sangat kuat menghancurkan Pedang ditangan Bai Lie.


Han Sen memasang kuda-kuda dan berniat menyerang Bai Lie. Namun sebuah rantai mengikat lengannya dan setelah itu rantai lainya juga menjerat tubuhnya.


Energinya perlahan diserap oleh Rantai itu dan sepertinya Han Sen harus sedikit serius. Jiwa Naga Surgawi keluar dan raungan yang ganas mengejutkan semua orang, tekanan yang luar biasa membombardir area itu hingga menciptakan sebuah badai.


Bai Lie dan lainya masih tetap bertahan dan mereka sangat terkejut. Ditingkatan yang sama Han Sen memiliki kekuatan tempur yang sangat menakutkan, tidak heran jika Tian Yan sangat ingin membunuhnya dan mungkin ini akan menjadi pertarungan yang sulit bagi mereka.


Rantai itu satu persatu terputus karena tidak mampu menahan Qi Alam Han Sen yang tidak ada habisnya. Aura Han Sen menghempaskan mereka berempat sekaligus dan Han Sen mengejar salah seorang dari mereka.

__ADS_1


Qi Alam berkumpul ditinjunya dan Han Sen memukul tepat didada Ahli itu. Armor yang digunakan hancur dan Qi Alam mendorongnya kearah Pasukannya, ledakan yang besar membombardir tempat itu dan Ahli itu mati dalam satu serangan.


Bai Lie dan yang lainya merasa sangat khawatir dengan hal ini. Jelas mereka sudah salah memperhitungkan kekuatan Han Sen, Jiwa Naga Surgawi masuk kedalam tubuh Han Sen dan dia melakukan transformasi.


Sayap Hitam tumbuh dipunggungnya dan Armor sisik Naga Surgawi terlihat sangat keras. Kedua tangannya berubah menjadi cakar Naga yang mengerikan dan Han Sen memandang rendah mereka bertiga.


"Raungan Naga Surgawi." Han Sen menarik nafas dalam-dalam dan meraung dengan keras.


Raungan Han Sen mengguncang seluruh medan perang. Semua orang yang ada dibawah merasa kalau Laut Kesadaran Ilahi mereka mendidih, jiwa mereka seolah terkoyak hanya mendengar raungan Han Sen.


Bai Lie dan dua orang Ahli lainya menjerit kesakitan, jarak antara mereka dengan Han Sen sangatlah dekat dan jiwa mereka seolah sedang dicabik-cabik oleh cakar yang tajam.


Chai Ying muncul disamping Han Sen bersama dengan Wudie, Aura membunuh mereka terlihat sangat ganas dan kali ini mereka bermaksud untuk membantu Han Sen.


"Yang Mulia... biarkan saya dan Ratu Chai Ying menghadapi salah satunya untuk meringankan beban Yang Mulia !" Kata Wudie dengan hormat.

__ADS_1


"Kami juga akan bertarung." Yao Wu, Liu Shuang dan Yun Zhi juga ingin ikut membantu.


"Hah... Liu Shuang... kau turun kebawah dan membantu Pasukan lainya. Diantara kalian semua kontrol kekuatan Api Vermilion sangat baik, jumlah kita kalah dan mengeluarkan semuanya dari awal hanya akan memperburuk situasi kita nantinya. Pastikan kalian tidak memaksakan diri, walaupun jiwa mereka terluka olehku tetapi mereka tetaplah Ahli Alam Virtual." Kata Han Sen dengan tegas.


Setelah mendapatkan ijin dari Han Sen mereka berempat segera bergerak untuk melawan masing-masing Ahli. Liu Shuang tidak memiliki pilihan lain dan sekarang dia harus menuruti perintah Suaminya.


Han Sen menatap Bai Liu dengan tajam dan berkata, "Sekarang kau hanya seorang diri... jika kau memiliki kemampuan lain maka ini adalah saat yang tepat untuk menunjukannya !"


Bai Lie terlihat sangat frustasi dan tidak tahu harus menanggapi Han Sen dengan cara apa, dalam kekuatan jiwa dan fisik terdapat perbedaan yang jauh diantara mereka.


Namun kabur adalah hal yang percuma saja dan dia akan memberikan yang terbaik untuk membunuh Han Sen. Auranya meledak dengan gila dan Bai Lie membentuk segel ditangannya, Qi Pedang yang sangat besar terbentuk dan berayun kearah Han Sen dengan momentum yang mengerikan.


"Menyedihkan." Han Sen dengan marah meninju Qi Pedang itu dan membuatnya hancur.


Han Sen melesat kearah Bai Lie dan Qi Alam memadat menjadi bola hitam dimulutnya. Han Sen menembakkan bola hitam kearah Bai Lie dan tepat mengenainya.

__ADS_1


*Boom.*


Ledakan penghancur yang sangat besar menciptakan badai Aura yang sangat ganas diatas langit. Tidak ada sisa dari Mayat Bai Lie dan dia mati dibawah kekuatan penghancur yang luar biasa.


__ADS_2