
Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya mereka sampai disebuah ruangan. Sie meminta Han Sen masuk kedalam dan sampai disini tidak akan ada seorangpun yang mengganggunya.
Han Sen mengetuk pintu dan membukanya, Kamar itu cukup luas dan didekat jendela Yao Wu berbalik dan angin yang melewati jendela meniup rambutnya.
Yao Wu penasaran dengan siapa yang ingin bertemu dengannya. Melihat Han Sen membuat dirinya sedikit terkejut dan Han Sen menundukkan kepalanya.
Air matanya jatuh dan melihat Yao Wu secara dekat membuat hatinya sakit. Pria yang disebut sebagai Kesombongan Surgawi dan peringkat pertama dalam daftar surgawi jatuh sampai seperti ini hanya karena seorang wanita, jika orang lain tahu maka dia akan menjadi bahan tertawaan untuk seumur hidupnya.
Yao Wu perlahan melangkah kearah Han Sen dan berdiri didepannya, "Kenapa... ini sudah ketiga kalinya kita bertemu dan aku belum melupakannya sama sekali. Kenapa kau selalu menangis dan memancarkan sorot mata yang penuh rasa penyesalan ?"
"Kesombongan Surgawi Han Xuan... apakah kau pernah mendengarnya ?" Tanya Han Sen dengan sedih.
"Kesombongan Surgawi... Han Xuan... aku tidak mengerti apa maksudmu dan sebenarnya nama siapa itu !" Kata Yao Wu dengan kebingungan.
"Bukan apa-apa... dia adalah orang bodoh yang selalu mengejar kekuatan didalam hidupnya." Han Sen tersenyum dan mengepalkan tinjunya dengan sangat erat.
__ADS_1
Tiba-tiba gelombang kekuatan jiwa Yao Wu meledak dan Han Sen dipaksa mundur, bentuk Jiwa Roda Bulan keluar dengan paksa dan Yao Wu sendiri kehilangan kontrolnya.
Jiwa Naga Surgawi meraung dengan ganas didalam tubuh Han Sen seolah merespon Jiwa Roda Bulan. Yao Wu kehilangan kesadarannya dan Han Sen bergegas menangkapnya.
Han Sen mulai kehilangan kesadarannya dan jiwanya diseret masuk kedalam Jiwa Roda Bulan, disana dia melihat bayangan masa lalu dan seorang wanita yang mirip seperti Yao Wu yang Han Sen kenal duduk disebuah Kursi Master Sekte Bulan.
Han Sen terkejut dan berkata, "Bukankah ini Sekte Bulan yang dulu aku hancurkan... apakah ini memori yang ingin Roda Bulan tunjukan dan Shui Jing masih ada disana."
Beberapa Tetua masuk kedalam dan memberi hormat, "Dewi Bulan... kami tahu hubungan Anda dengan Kesombongan Surgawi itu. Tapi para Leluhur sudah memerintahkan kepada Anda untuk segera merebut Teratai Primordial dari tangannya, jika Anda tidak segera bertindak maka itu sama saja Dewi Bulan mengabaikan rasa hormat kepada Leluhur. Jangan lupa bahwa sejak kecil Dewi Bulan dirawat dan dijaga oleh Sekte ini, Anda tidak mungkin mengabaikannya bukan !".
"Perintah adalah perintah." Kata Tetua itu dengan tegas.
"Baiklah... aku akan pergi dan menemuinya." Shui Jing berdiri dan terlihat sangat sedih.
Han Sen dapat merasakan perasaan Shui Jing dengan sangat jelas. Dirinya tidak bisa berhenti untuk mengutuk Sekte Bulan yang memanipulasi perasaan Shui Jing untuk merebut salah satu harta miliknya dengan memanfaatkan hubungan.
__ADS_1
Semuanya menjadi lebih cepat dan Shui Jing berada wilayah Han Xuan, lebih tepatnya sebuah Istana melayang tempat tinggal Han Xuan.
Mulai dari sini Han Sen sangat tahu apa yang akan terjadi, namun rekaman ingatan ini masih tidak bisa dia lupakan sama sekali dan ini merupakan hari dimana dia mendapatkan kekalahan pertamanya.
"Kesombongan Surgawi Han Xuan keluarlah !" Kata Shui Jing yang berdiri diatas langit.
Langkah kaki terdengar sangat keras dan sosok Han Xuan dimasa lalu perlahan keluar, Han Sen seolah melihat dirinya sendiri yang penuh kepercayaan diri sewaktu dulu.
"Shui Jing... apakah kau perlu berteriak sekeras itu. Kau dan aku bukanlah orang lain... masuklah dan mari mengobrol dengan santai !" Kata Han Xuan dengan senyum yang ramah.
"Aku datang kemari bukan sebagai Kekasihmu. Tapi sebagai Musuhmu.... serahkan Teratai Primordial dan matilah." Kata Shui Jing dengan keras.
Han Xuan merasa sangat terkejut dan berkata, "Kenapa harus seperti ini... aku tidak pernah bermusuhan dengan Sekte Bulan dan Teratai Primordial sudah aku gunakan untuk memperbaiki lukaku ketika bertarung melawan Iblis seribu tangan. Aku tahu ini semua bukan kemauanmu... kita bisa membicarakan ini baik-baik !"
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan... aku lahir di Sekte Bulan dan dikenal sebagai Dewi Bulan. Aku sangat membutuhkannya karena ini adalah perintah dari Leluhur, karena kau sudah menggunakannya maka aku hanya perlu mengekstraknya melalui jiwamu." Shui Jing mengeluarkan Pedangnya dan mengayunkannya dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Yin Qi yang sangat padat membentuk sebuah bilah dan Han Xuan tidak memiliki niat untuk menghindar. Sisik Naga menyelimuti tubuhnya dan Yin Qi yang ganas tepat mengenai Han Xuan dan membelah Istana Melayang menjadi dua bagian.